aderida area

Proud To Be You Are

LDR before meet up, jatuh cinta sebelum bertemu

ada yang tahu lagu ini? yess ini lagu buat para perjuang LDR pasti familiar karena ada juga LDR yang jatuh cinta sebelum bertemu karena jarak.

Aku mau cerita gimana kisah LDRku yang berumur 3 tahun sebelum ketemu berakhir.

Jadi aku ditahun 2011-2012an rajin banget mainan random chat di komputer, karena bosan, mau dapat temen dari luar negeri, curhat, sukur2 ketemu jodoh bule. Setelah pencarian yang melelahkan akhirnya aku bertemu lelaki tampan di omegle. Dia berasal dari Lithuania, masih mahasiswa saat itu so young and broke lah~.

Setelah bercakap cukup lama video call sampai tertidur kita match dan memutuskan untuk pacaran meski hanya virtual.

Hari2ku bersamanya cukup menyenangkan, kita email setiap hari, tuker2an paket snacks via pos, kirim2an surat cinta dan postcard pokoknya hari2 sangat indah ketika pacaran dengan cowok ini. Bukan berarti hubungan kita tanpa masalah sering kali kita bertengkar karena aku selalu menanyakan kepastian kapan dia kesini, kalau sudah ngomongin ini pasti kita bertengkar. Aku menunggu dia dari masih kuliah sampai lulus bahkan lulus nganggur lama siapa yang gak kesel sedangkan aku disini menanti dia yang tak juga kunjung datang. Pernah suatu hari aku memberi saran kedia untuk daftar pramugara di estonia di airlines emirates tapi dia malah marah dan bilang hidup gw bukan loe yang atur! akhirnya bertengkar lagi. Secara mentally aku ini pekerja keras jadi suka kesel liat kelakuan dia yang terlihat malas dan kurang berjuang untuk memperjuangkan masa depan kita.

Tahun berjalan hingga tahun ke 3 akhirnya aku menyerah aku memutuskan hubungan ini, setelah cukup memperkenalkan dia dengan indonesia akhirnya aku move on mencari jodoh yang dekat2 aja jujur gw agak kapok cari pacar lewat random chat akhirnya hubungan ini membuat aku belajar untuk tidak memutuskan LDR sebelum ketemuan just NO! walau hubungan ini kandas bukan berarti gw kapok LDR no, gw tetep mau LDR asal sudah pernah bertemu face to face karena LDR itu ga bisa di hindari karena aku prefer WNA.

Waktu berjalan hingga tak terasa tahun ke 5 aku kenal ini anak, aku masih single sedangkan dia yang aku tahu menjalin kasih dengan anak indonesia juga (emang cewek indo itu nagihin ya?), tahu fact yang bikin gw sakit? AKHIRNYA DIA KE INDONESIA tapi bukan ketemu gw tapi ketemu pacar barunya itu. Rasanya nyesek sakit tapi kita masih berhubungan baik, ibarat vice versa kita bener2 udah klop sayangnya kita ga jodoh. Mereduce rasa sakit gw dengan dia gw ngasih syarat kalau masih mau berhubungan sama aku boleh asal jangan cerita tentang pacar barunya itu dan dia mengiyakan.

Tahu yang bikin gw sakit hati dan iri? karena kudengar ceweknya bakalan nyusul ke lithuania dan itu terjadi, hingga akhirnya kulihat profil pict dia di kamarnya dengan ceweknya itu, nyesek sakit, menyadari kenyataan bahwa 3 tahun gw melihara jodoh orang, rasanya jleb.

Akhirnya aku putuskan untuk memblock dia lebih baik aku ga tahu update hidup dia jangan2 gw bisa mampus kalau mereka menikah 😦

memang aku adalah pecundang tapi aku ga sanggup lagi dari cerita yang sudah2 biasanya hubungan gw dengan mantan tidak akan berakhir mulus biasanya aku yang mundur dan mereset hubungan seakan tidak pernah bertemu lagi.

So apakah aku kapok LDR? tidak karena worth it cuma bedanya aku akan LDR dengan orang yang sudah kutemui face to face.

dengan cowok yang ini gw belajar banyak juga tentang komitmen kesabaran dll

 

 

Advertisements

Pengalaman IELTS Listening dan Reading di IDP Yogyakarta (General Training)

Setelah kena sindrom ielts akhirnya aku kembali dengan cerita yang sebenarnya memilukan.

Oke dimulai dari harus standby di Universitas Sanata Darma jam setengah 8 dan test dimulai jam 9, rupanya ada beberapa peserta yang baru finger scan dan ambil foto pada hari H. Aku disini bertemu dengan bapak2 yang mau lanjut study S2 di New Zealand kerennn, dia friendly dan tidak seburuk ibu2 yang aku ceritakan diblog sebelumnya. Lalu seperti cerita dari blog lain ujian IELTS itu sangat ketat, masuk scan finger keluar bahkan ke toilet pun harus finger scan, jujur ini lebih mengerikan dari UN. Masuk ruang ujian harus tak boleh membawa apa2 hanya membawa identitas diri, pensil, penghapus dan serutan kalau mau bawa air minum botolan harus dilepas labelnya tidak diperkenankan memakai jam tangan juga.

Ujian ielts listening ada 40 pertanyaan dan aku agak pesimis kali ini bisa lolos ielts karena sumpah SUSAH BANGET.

Ujian writing juga ada 40 pertanyaan yang berisi statement True False atau Not Given. Ada juga yang jawabannya tidak melebihi 2 kata.

Ujian writing part 2 itu karena aku GT jadi disuruh nulis surat perihal minta work shop sebagai pekerja total 150 kata, dan part 2 itu disuruh menulis opini perihal culture yang sekarang ini similar dan negatif apa positif menurut kamu total 250 kata.

Ujian selesai jam 12 lebih 14 menit dengan lunglai aku keluar

keputusanku untuk ga ambil simulasi yang preparing ielts sepertinya keputusan yang salah 😦 kalau ga lolos score minimal yaitu 4.5 sepertinya aku kudu mengulang tahun depan, Hiks (menangis darah)

 

UPDATE:

AKU LOLOS DENGAN SCORE YANG DIINGINKAN 

 

 

Pengalaman IELTS Speaking Test di IDP Yogyakarta (General training)

Halo!! i come back dengan pengalamanku yang baru aja terjadi hari ini yaitu *drumsroll

IELTS TEST

karena rencanaku untuk mendaftar WHV (work and holiday visa) ke Australia tahun ini sudah matang, dengan nekad aku mendaftar ielts sebagai persyaratan untuk mendaftar di immigrasi. Buat yang belum tahu WHV itu apa silahkan di google dulu sudah banyak yang membahas aku ga akan bahas disini. Aku memutuskan mendaftar di IDP (karena tampilan web lebih menarik banding BC dan IALF lebih mahal lol) untuk General Training tanggal 30 June karena aku ga pede ambil academic. Saat pendaftaran awal bulan ga ada konfirmasi lokasinya dan konfirmasi lokasi baru masuk email beberapa hari sebelum hari H. Biaya yang aku keluarkan cukup mencekik 215 dollar rate 14500 jatuhnya 3.1 juta sekian (puyeng kepala saya)

Kali ini ada yang berbeda di IDP Jogja yaitu ujian speaking dilakukan sehari sebelum hari H, jadi tanggal 29 June dilakukan ujian speaking di Gedung Bank Natasha lantai 2 di Jl Solo itu (bekas gedung bank BCA kalau ga salah). Berikut email pemberitahuan :

IELTS INFORMATION TO CANDIDATES IDP YOGYA at LBUSD (1)

Teng! hari H sebenarnya persiapanku tidaklah matang2 amat bahkan bisa dibilang cukup malas aku hanya mengandalkan kemampuan speakingku dari keseharian jeleknya grammarku nazi walau aku bisa berbicara untuk kasual tapi untuk formal NOL besar kenapa saya bilang nekad. Sebenarnya preparation sudah 4 bulan dari hari H cuma penyakit malas :(( . AKU BISA BANGUN JAM 6 PAGI!!!! dan pagi ini cukup istimewa karena kenalanku si french-swedish yang tinggal di iceland ngeline saya pagi2 *ehem (OOT kan)  setelah chat 1 jaman dengan si bule aku memutuskan pamit (maafkan saya) aku persiapan seperti mandi makan dan tak lupa kudu selesai menuntaskan hajat di kamar mandi karena ini juga penting sesuai masukan dari teman2 yang sudah mengalaminya. Melalui email disarankan pukul 07.30 sudah sampai TKP tapi aku sampai TKP jam 8 pagi dan tahu apa???

BELUM BUKA 

Rupanya dilantai 2 gedung bank Natasha itu dipakai banyak perusahaan ga cuma IDP

Dan akhirnya ada mbak2 menempel daftar peserta ujian speaking, aku nomer 1 boooo~ asiikk ga usah antre lama2, gila sampai jam 2 ujian speakingnya dan baik GT dan AC di jadiin 1

Kulihat para peserta ada yang seumuran ada yang sudah berumur~ dan mereka semua terlihat intelek2 (terutama yang Academic Test) minderpun terjadi. Lalu ada ibu2 yang menyapaku dia menanyakan tujuanku ambil IELTS lalu aku jawab untuk working dan holiday, si ekspresi ibu2 tsb responnya tidak mengenakkan terkesan menggampangkan aku dikiranya mau ngelamar TKI yak? si ibu adalah peserta academic dan aku tidak menanyakan lebih lanjut malas~, kulihat sibu lalu ngobrol dengan mbak2 berhijab yang aku kupingin dia rupanya mau buat daftar s1 di malaysia.

Lalu semua peserta dipersilahkan masuk untuk foto diri, verifikasi id card oh iya karena aku daftar via web memakai KTP pada saat verifikasi aku pakai passport ditolak untung KTP gw bawa padahal nama jelas sama tetap ditolak. Setelah itu scan sidik jari telunjuk kanan sebanyak 4kali (proses ini mengingatkan aku pada pembuatan E KTP atau pas di imigrasi entahlah saya lupa)

Jam 9 lebih dikit namaku baru dipanggil aku dipersilahkan masuk dengan harus melepas jam tangan dan meninggalkan tas. Examinerku seorang wanita bule dengan freckles dimukanya, KTPku diminta dan si mbak bule verifikasi namaku. Speaking test ini direkam dan saat memulai perekaman si mbak bule ngocehnya cepet amat!!!bahkan namanya aja sampai aku ga tahu 😦 batinku :

Mampus

Tapi rupanya tidak semengerikan diawal si mbak bule (maaf ya mba aku ga tahu namamu) begitu menanyakan pertanyaan tidak cepat cukup jelas. Dia menanyakan tentang namaku,kerjaannya ngapain, basa basi lewat lalu pertanyaan mulai sulit seperti kamu pernah dapet kado nggak kamu suka nggak dikasih kado kapan terakhir dikasih kado?kira2 kalau kamu mau ngasih kado ke orang apa pertimbanganmu. Lanjut section lebih susah aku dikasih secarik kertas dan pensil buat note tentang pertanyaan yang tertera di booklet yaitu : APA PERKEMBANGAN YANG TERJADI DI DAERAHMU, APA DAMPAKNYA,SETUJU TIDAK? disini aku membahas tentang pembangunan mall yang dampaknya begini begitu dll, pertanyaan selanjutnya adalah PUBLIC TRANSPORT, KIRA2 GIMANA PUBLIC TRANSPORT DITEMPATMU, APA PENDAPATMU, Lalu ditanyain tentang CINEMA menurutmu orang2 akses nonton film gimana, apakah murah?semua kalangan bisa nonton?. Di tanya juga soal untuk leisure orang2 kira2 menghabiskan waktu untuk leisure kemana? aku jawab di jogja ada banyak tempat wisata alam baru untuk leisure.

15 menitanpun berakhir dengan langkah lunglai aku keluar. Jujur setelah ujian ini aku selalu mengingat2 kesalahan speakingku dan rasa regret ini ga ilang God 😦 doakan hasilnya cukup minimal 4,5 scorenya hiks

Besok adalah ujian listening dan writing di Sanata Darma jadi blog ini masih berlanjut ya 🙂

WISH ME LUCK~!

 

Bersambung…….

Kuku Palsu dan Marble Nail Art

Setelah cukup lama absen perihal kuku kini aku update lagi yay!

Kali ini Intan menawarkan marble nail art karena lagi kepengen aku minta kuku palsu sekalian, dan hasilnya voila~

terlihat seperti asli kan? cat kuku yang dipakai merk konad dan revlon

Mau nailart seperti ini juga? bisa kontak 085724537774 untuk info hanya berlaku daerah jogja utara jl wonosari dan sekitarnya. Menerima wedding nail art juga 🙂

Perbedaan D3 Batik Fashion ISI Yogyakarta dan S1 Kriya Textil

Bedanya D3 dan S1 sudah jelas ketara,, D3 lebih banyak jam terbang di praktek sedangkan S1 lebih banyak ke teori. Tapi menurutku sama-sama ngabisin duit karena S1 juga bikin karya cuma lingkupnya lebih luas. S1 dapet mata kuliah bordir,tenun,tapisery, tie dye sedangkan D3 cuma batik batik dan batik

Wah aku rupanya pengen transfer dari D3 lanjut ke S1 kriya textile, BISA kurang lebih 2 tahun transfernya nanti kalian ga akan dapet mata kuliah batik lagi tapi beberapa mata kuliah lain yang ga diajarin D3.

Aku pengen transfer ke kampus ISI lain kak? kayak S1 Batik ISI Solo atau D4 Fashion ISI Denpasar

Kalau itu aku masih belum tahu kira-kira bisa apa enggak karena belum nemu kasus temenku transfer ke ISI lain tapi kalau aku dapet info aku update lagi

Buat yang belum baca postingan perihal kuliahku sebelumnya silahkan mampir kesini https://aderida.wordpress.com/2017/03/26/kepada-calon-maba-isi-d3-batik-fashion/

Kenapa Harus Bule?

Salah satu kawan ada yang upload poster film lokal “Kenapa Harus Bule” di IG storynya . Jujur dari judulnya udah menggelitik aku 

ini trailernya

Tentu ini menarik begitu nyebar status di FB rupanya ini film berakhir beragis cuma beberapa minggu saja (2 mingguan kalau ga salah) tayang karena sepi penonton. Aku yang sok sibuk inipun gelagapan dan pasrah begitu tahu pas di hari H aku bisa nonton udah gak tayang.

Ku pantau IG mereka dan rupanya bakalan ada di app Viu (cek aja di app store)

Thank u Viu begitu ada langsung gw tonton malem2 habis pulang kerja jam 1 malam XD

overall aku suka film ini yang mengangkat isu sosial yang sebenarnya aku banget. Si Pipin disini kelihatan desperate woman yang maunya sama bule karena menganggap dirinya kurang cantik buat orang indonesia karena hitam.

Jujur sayapun memiliki ambisi yang sama si Pipin tapi bagaimana endingnya percintaan saya hanyalah waktu yang bisa menjawab apakah saya akan bahagia dengan bule? atau justru akhirnya jodoh saya adalah lokal? pastinya akan aku update lagi diblog saya ini 😉

xoxo

Review Softlens May Mamiya Grey

Sebenarnya tanpa terduga softlens murahan yang aku beli terakhir https://aderida.wordpress.com/2017/11/17/review-softlens-new-bulk-baby-eyes/ udah jalan bulan ke 5 masih enak-enak aja dipakai padahal udah mau melewati life span. Biasanya berdasar pengalaman softlens ga sampai 6 bulan udah ga enak.

Setelah nguber-uber berbagai softlens aku memilih May Mamiya Grey di tokopedia dapet harga 60rb (yah harga standard lah)

Begitu datang tidak aku duga rupanya itu softlens lokal, biasanya aku dapet softlens korea,thailand atau australia.

Spek softlens ini adalah

May Mamiya

Diameter 15mm
Kadar air 42%
Masa pakai 6 bulan
Ukuran : plano s/d -8.00

seperti biasa aku pakai minus setengah kanan kiri

yang bikin aku kaget adalah ini softlens rupanya buatan batam, aku tahunya softlens lokal itu XO biasanya wooowww keren2.

Overal ini softlens mirip kayak new bulk baby eyes yang aku beli terakhir cuma bedanya abunya lebih mencolok dari center kalau yang new bulk baby eyes abunya masih transparant. Soal diameter sama juga dengan ukuran kemarin jadi efek belo tetep ada.

New Bulk Baby Eyes

Pengalaman Kerja Part Time di Treat Cafe

Cari kerja parttime di jogja itu gampang2 susah tapi kalau berusaha pasti dapet contohnya setelah aku resign kerja parttime di kriya batik aku sibuk melamar kerja sebagai waitress kebanyakan karena rindu kerja di bidang hospitality. Setelah melamar disana sini aku mendapat respon kerja di treat cafe. Treat cafe ada 2 di jl gajah mada deket hotel jambu luwuk dan di jl kaliurang depan MM UGM. Sebelumnya aku mengisi form melalui google docs yang berisi pengalaman kerja mau gaji berapa bersedia komit ga dll. Yang membuat menarik bekerja di treat cafe karena lokasinya deket rumah tinggal nggelundung doang :)).

Saat mendapat panggilan interview aku bertemu dengan mbak putri selaku owner. Disitu aku ditanya2 perihal pengalaman kerja. Beberapa minggu setelah interview aku dinyatakan diterima dan bisa bekerja di treat cafe secepatnya.

Rupanya di treat cafe ada 3 jobdesk yaitu sebagai cashier,front liner, dan back

Cashier ya kerjaannya menerima order dan mempersiapkan hidangan, Front liner kerjaannya membuat es teler dan minuman, dan back kerjaannya masak. Dan rupanya kita sebagai karyawan di tuntut untuk bisa semuanya mirip sistem kerja starbucks. Jadi aku bisa cashier,front liner dan back tapi aku lebih dominan di cashier dan front liner.

Di Treat cafe specialnya adalah es teler yang terbuat dari adonan es santan dan topping alpukat, nangka, kelapa, nata decoco, susu dan garnish daun pandan

Perbedaannya apa dong dengan Treat Cafe di gajah mada? di Gajah Mada itu konsepnya resto lebih banyak makanan beratnya kalau di Treat Cafe jakal dia lebih ke cafe dan fast food menunya lebih dikit.

Disini berlaku sistem 3 shift yaitu shift 1 jam 10.30-15.00 shift dua 15.00-19.00 dan shift tiga 19.23.00

Aku lebih suka masuk shift 3 karena habis ngurusi Military Corner bisa lanjut kerja di cafe.

Sistem disini ada full time dan parttime kalau full time kontrak 1 tahun jam kerjanya 2 shift kalau parttime di kontrak 6 bulan dan hanya 1 shift ambilnya.

Sebenarnya pekerjaan ini cocok untuk anak kuliah makanya dominan anak kuliah yang kerja di treat cafe 🙂

bersama kawan kerja

bersama kawan kerja

1 shift minimal 2 orang kalau shift rame misal shift 2 dan 3 itu diisi 3 karyawan.

So far aku enjoy kerja disini mungkin bisa sampai kontrak kerja habis kerjaannya juga ga capek2 amat hanya saja kalau pas rame itu pusing banget apalagi pas cuma ber2 aku ngasir dan ngefront liner itu ga mudah jadi aku di tuntut untuk bisa multitasking sukur bisa bantu back juga tapi kalau pas ber3 lebih ke handdle kalau pas rame.

Ayu niat amat kerja dobel? iya nih karena aku tipikal orang suka kerja dan sibuk 🙂 disamping ngurusin tokoku sendiri Military Corner aku makanya cari kerja parttime biar ngefull seharian kerja 🙂

burgedel yaitu burger yang rotinya di ganti bergedel

sekian ceritaku kali ini mau balik beres2 Military Corner dan belajar IELTS 🙂 akan aku tulis lagi rencana hidupku kedepan dipostingan berikutnya sayonara~

 

Review Softlens New Bulk Baby Eyes

Sedih dan perih itu ketika softlens baru ilang 1~ hadeh setelah memang agak kurang sreg dengan softlens sweety batis kok ya ending itu softlens ga umur panjang ma gw. Sekarang akhirnya aku beli softlens yang murce cuma 30rb doang belum ongkir namanya New-bluk Baby Eyes
Berdasar deskripsi seperti ini:
Diameter 15mm
Kadar air 45%
Masa pakai 6 bulan Made in Korea

order di tokopedia yangs sellernya udah menjual sampai ribuan softlens dan termurah gw yakin ini pasti supplier gw pake ongkir wahana aja 2 hari sampe hebat~ total cuma habis 39rebu hahahaha~

perbedaan kanan kiri

perbedaan kanan kiri

penerangan di indoor

penerangan di indoor

penerangan di luar ruangan

penerangan di luar ruangan

 

overall gw suka efek membesarkan mata ini dari softlens sebelumnya cuma 14.50 sekarang gedean jadi 15 mumpung lagi mood dengan softlens ukuran gede. Softlensnya juga tipis dengan warna yang tidak terlalu secetar sweety batis kemarin.

Review Softlens Sweety Batis Grey

hallo hallo

Akhirnya aku memutuskan membeli softlens tanpa garis pinggir lagi alias natural look. Kali ini pilihan jatuh ke Merk Sweety Batis Grey.

Deskripsi menurut tokopedia:

Softlens Sweety Batis

Sweety Batis Softlens Thailand Asal Korea Ini Sudah Sangat Terkenal Memiliki Lensa Yang Sangat Tipis , Aman & Nyaman Di Pakai Sehari2,
Untuk Pecinta Softlens Natural dan Unik Di mata Ini Wajib Kamu Miliki. 🙂

Made in Korea
Diameter : 14.50mm
Water Content : 40%
Anti Bacteria + Warranty (Garansi)
Life Span : 6 Months
Center Thickness : 0.035mm ( Softlens Tipis dan Nyaman)

 

Sebenarnya kenyataan yang mencengangkan begitu barang datang adalah meski diameter 14.50 tapi itu softlens tidak mengcover seluruh hitam2 bola mataku

Walau begitu softlens ini aku pakai saat wisuda karena aku membutuhkan softlens yang sedikit cetar karena softlens lumiere cokelatku kurang menonjol.

Overall dari seluruh softlens natural yang aku coba masih puas dengan merk Solotica

 

 

Post Navigation