aderida area

Proud To Be You Are

Archive for the tag “#phuket”

Tips Selama Travel dan Biaya Pengeluaran Kuala Lumpur – Phuket – Phiphi

Ada beberapa teman kepo yang menanyakan berapa biaya yang aku keluarkan selama 7 hari di Thailand dan Kuala Lumpur. Reaksinya banyak yang lebih pada kaget dari pada biasa2 saja. Itungan kasar 4 juta all in sampai ke 2 negara itu memang sangat2 murah. Tapi ingat saya ini backpacker style, pemburu hotel diskonan di traveloka, pemburu tiket promo Air Asia, travellingnya juga rame2 jadi urunan sharing room lebih murah dan makan di sana tidak mewah2 apalagi membeli banyak oleh2. Membeli oleh2 juga salah satu pengeluaran terbanyak bila kamu membeli oleh2 untuk 2 RT dan 2 RW, tapi aku berusaha menanamkan mindset ke orang2 sekitar saya bahwa saya itu ga membawa oleh2. Kalau membawa pun akan membawa jajanan pasar lokal dan snack untuk gantungan kunci saya ga akan beli baju pun aku hanya akan membeli ke keluarga inti seperti kakak,ayah dan partner kerja saya. Disatu sisi oleh2 itu bikin ribet, kita niatnya seneng2 di negeri orang kok malah mikirin oleh2 sampe lupa inti kita plesir itu apa, effort untuk mencari oleh2 itu tidak sedikit, energi waktu dan tenaga kamu kerahkan untuk cari oleh2 mending kalau yang kamu kasih itu tau terima kasih eh rupanya di kasih oleh2 malah jawabannya “kok beli ini?” kan kampretos sekali kan?.

Total pengeluaran termasuk tiket kurang lebih 4 jutaan itu masih sisa dikit lah~.

Keterangan yang lupa aku masukkan adalah biaya naik monorail LRT di KL itu kisaran 5 RM tergantung jaraknya kalau paling jauh ya sekitar 5RM sampai 6RM. Aku tidak bisa menuliskan detail pengeluaran secara inti karena aku sampai tanggal 26 Feb mulai muak nulis pengeluaran dengan itungan sen dan malah jadi pikiran dikepala akhirnya tidak bisa tidur nyenyak karena sebelum tidur sibuk mengingat2 duit yang aku keluarin. Oh iya untuk itungan range biaya hidup dan makan di KL dan Thailand itu ga beda jauh dengan Jakarta dan Bali menurutku. Tapi jangan pernah konversikan ke biaya akomodasi Jogja adanya sakit ati kalau ngitung2 sekali makan kok habis 35K adanya entar kamu malah pusing dan gak makan.

Rate aku menukarkan uang saat itu adalah 1 THB = 390 dan 1 RM= 3100 nilai mata uang bisa berubah sewaktu2 jadi berdoa aja kalau pas mau berangkat nilai mata uang lagi bagus atau sukur2 bawa uang saku dollar USD yang banyak jadi ga usah prihatin di negeri orang seperti saya lebih enak bawa dollar dimana2 diterima ha2~.

pengeluaran-travel

pengeluaran-travel

Yang aku tulis hanyalah rincian pokoknya, beli oleh2, jajan dll ga aku tulis.

Tips ala Ayu kalau mau backpacker Travel:

Namanya Backpacker travel itu ya bawanya tas carier alias tas punggung kalau bawa koper bukan backpacker lagi hahaha~. Pakailah tas carrier yang nyaman, investasi tas punggung carrier itu ga akan pernah salah. Mulai kerasa pentingnya tas carrier itu ketika kamu harus kemana2 dengan bobot tas yang diatas 7 KG mulai sakit tuh bahu kalau pake tas carrier yang tidak sesuai kebutuhanmu.

pengeluaran-travel

tas carrier teman sejatiku

Kalau traveller kere pasti pakai maskapai penerbangannya LCC seperti Air Asia, resiko pakai LCC pas promo adalah GA DAPET BAGASI BAWAH  itu jelas! mana bisa Air Asia untung kalau udah ngasih promo dikasih bagasi bawah lagi, bisa bangkrut mereka. Mereka akan memberikan jatah kabin 7kg saja! jadi bagi anda wanita rempong yang bajunya kudu ganti2 tiap foto siap2 gigit jari. Karena soal 7KG itu juga sempat bikin kepala saya sakit, tapi akhirnya aku siasati dengan: memakai celana panjang jeans langsung, jaket dipakai langsung celana jeans pendek cuma 1, bawa 2 dress ringan bahan shantung dan ciffon,kaos ringan 2 pcs, baju dalam dan bikini hanya beberapa potong. Bagai mana dengan baju terbatas bisa survive sampai 1 minggu? aku biasanya nyuci di hotel, aku jemur di kamar mandi atau dimeja atau di jendela, atau dijemuran handuk, walau ga bisa sepenuhnya kering cuma anyep2 dingin gitu tapi lebih baik begitu dari pada pake baju kotor, kenyamanan adalah nomer 2 kalau sudah backpacker, jarang mandi sudah biasa toh lagian bakalan sering jalan kaki dan kepanasan baju cepet kering atau basah kuyup karena keringat hahaha~.

Mau agak ngecheat dan risky? kalian web check in dan print boarding pass sendiri (hanya berlaku untuk Air Asia aku ga tau maskapai lain), jadi kalian tinggal masuk imigrasi aja ga perlu check in dan ditimbang ulang, tapi ingat ini berisiko kalian bisa ngecheat sampai 10kg tapi kalau lagi sial, pas di terminal mau naik pesawat pihak Air Asia akan meminta menimbang tasmu. Kalau ketahuan resikonya kamu harus meninggalkan berat bawaanmu. Yes di tinggal dan ga bisa membeli bagasi bawah lagi.

Mau ga susah? ya ga usah pake LCC alias Low Cost Carrier alias penerbangan murah. Pake aja penerbangan yang mahal dengan bagasi yang gede jadi u ga perlu pusing2 soal packing. Ah~ aku jadi kangen naik Etihad.

Pakailah sepatu yang nyaman! dinegeri orang kamu akan lebih banyak jalan kakinya banding naik angkutan umumnya, ga kayak di Indonesia u jalan 5 meter aja terima naik motor, inget bung u itu di negeri orang! Aku sih merekomendasikan setidaknya siap tempur pakai sepatu kets atau running (karena ringan) dan serep sandal jepit untuk sewaktu2 medan hujan, basah atau gak jauh2 jalannya.

Super ngere uang sudah terbatas dan ga bisa makan sebelum berangkat atau saat sudah di bandara? saat penerbangan siang atau pagi biasanya kita akan pass waktu makan. Supaya tetep bisa makan aku sarankan beli mie instant kemasan cup semacam POP Mie di sevel, lalu seduh mie itu ketika sudah sampai terminal ketika menunggu pesawat parkir. Di bandara Internasional biasanya mereka akan menyediakan air tab water, air dingin dan air panas. Ngere hore naik air asia pasti ga akan dapet snack, minum atau makan dalam pesawat nah mending u bawa sekalian botol kosong ngisi penuh2 ketika sudah sampai terminal lumayan di pesawat kalau haus bisa minum air dari bandara ini. Tapi kalau kamu ga naik LCC dan naiknya Airbus buat penerbangan jauh sih ga perlu khawatir soal makan kamu ga akan kelaparan dalam pesawat karena bakalan di full servis sama pramugari. Remember buat yang masih amatiran belum pernah naik pesawat! JANGAN MEMBAWA BOTOL BERISI AIR ATAUPUN MINUMAN SAAT MASUK IMIGRASI jelas bakalan suruh dibuang! JANGAN MEMBAWA SAJAM tau barang aneh2 ataupun aerosol. kalau bawa cairan atau cream max kudu dalam wadah 100ml. Ngotot mau bawa cairan dan cream diatas 100ml? mending u masukin bagasi bawah kalau u punya bagasi bawah.  Mau bawa oleh2 olahan daging dan buah segar? BIG NO mending kalau u ga mau urusan sama custom mending ga usah bawa itu….gw belum pernah urusan declare sama custom cuma dah males dengernya juga kalau urusan kudu di karantina dll capek2 bawa rupanya ga boleh masuk kan sia2 banget kan?.

Terkadang pihak custom dan imigrasi itu males menscan tasmu ketika keluar dari bandara itupun kalau u lagi beruntung. Pokoknya urusan sama imigrasi dan custom itu lebih seram dari pada urusan sama polisi, gw males jadi mending selama ini ga macem2 dan ngikut regulasi aja kalau mau terbang.

Urusan makan kalau mau hemat selama di KL itu makan makanan resto India aja bisa di bawah 15RM untuk makan dan minum atau makan di PKL.

Kalau mensiasati makan di Phuket u makan makanan microwave di Seven Eleven aja sekali atau 2x sehari sisanya baru deh makan diresto lokal. Pola makanmu ga rewel? mending makan roti sama susu aja di sevel terus makan beratnya di sevel 1x sisanya baru makan diresto lokal.

Kalau aku menghindari kebocoran pengeluaran biasanya aku udah menukarkan uang disini (kalau uangnya disini ada) dengan budget yang pas sesuai kira2 dan aku mindset untuk jangan lebih dari itu kecuali sangat kepepet baru keluar kartu saktinya (kartu kredit),  ini sudah terbukti buat aku ga bocor di pengeluaran kecuali kamu ke negara yang emang uangnya ga ada di money changer indonesia terpaksa u tuker uang  ke USD dulu baru deh di bandara tujuan kamu tuker ke mata uang setempat.

Untuk rate harga di Thailand lebih baik kamu reservasi jauh2 hari dan menawar silat dulu dengan orang thailand kalau u rame2 gerudukan biasanya mereka akan ngasih diskon kok banding bayar on the spot biasanya harganya lebih mahal seperti sewa van, boat tour dll.

Buat yang mau tanya2 agency yang aku pake apa selama di Phuket, maaf saya tidak bisa banyak membantu karena aku juga cuma peserta dari kelompokku. Soal tiket urunan hotel dll sudah di atur temanku. Aku hanya membantu bayangan pengeluaran saja soal detail bisa cek blog sebelah yang lebih niat nulis guidenya siapa agency yang mereka pakai siapa dll.

So apakah kamu sudah siap untuk packing?

Sekian dongeng dan cerita saya soal travel kali ini, semoga saya dikasih kesehatan dan rejeki lebih supaya bisa travel lagi dan mendongeng lebih indah lagi~

Keep Awesome, Work Hard, Play Hard.

My Backpacker Travel Experience Kuala Lumpur, Phuket dan Phiphi Island Part IV

Flashback ke tahun 2011, ketika aku bukanlah siapa2, aku young, wild tapi broke. Habis lulus SMK aku tidak punya apa2, tidak punya cita2, tidak punya arah. Ku mulai jenjang karierku dari kasta terendah yaitu sebagai pelayan disalah satu cafe dan bar malam. Berlanjut naik sedikit kastanya menjadi cashier di salah satu minimarket waralaba ternama. Tapi pada saat itu sudah aku tanam mindset dikepala, bahwa aku akan memiliki passport dan ke luar negeri walau terlihat mustahil pasti akan menjadi kenyataan. Ngimpi? Iya…. jangankan ke luar negeri untuk makan aja susah, gaji cuma 850 kok ngimpi bisa keluar negeri…..Bahasa Inggris aja ga bisa gagap tingkat akut, memang nilai bahasa Inggrisku disekolah tidak buruk tapi aku bisa bahasa Inggris Pasif belum Aktif seperti sekarang yang sudah memakai bahasa Inggris sebagai bahasa ke 2, hampir aku tulis dan aku tuturkan tiap hari. Tapi Tuhan itu Maha Tahu dengan Kebesaran dan Kemurahan Hatinya impianku di jawab satu persatu dengan jalan yang dilogika itu lucu tapi ini terlalu nyata untuk tidak mengakui keberadaanNya.

Semoga kisahku bisa menginspirasi lainnya untuk terus berjuang dan menggapai mimpi-mimpinya…..

Day 5 Phuket 26 February 2017

Kita akhirnya menyewa motor disini untuk explore Phuket yay~! Naik motor disini sama di Indonesia itu ga beda jauh motornya juga sama kayak Vario yang aku punya bedanya itu jok motornya besar bisa muat Helm tapi bukan Helm SNI yah cuma helm nutupin batok kepala hahaha~ disini memang tidak ada ketentuan memakai Helm SNI seperti di Indonesia. Sewa motor urunan peranak kena 150 baht.

Kita memutuskan ke pasar tradisional setempat yang berada di kota Phuket jaraknya lumayan kisaran 15km dari Patong tempat kita menginap. Sesampainya di pasar aku mengamati disini tidak ada yang namanya juru parkir motor, jadi mau parkir dimana2 GRATIS, alias RA MBAYAR. Aku dan teman2 memutuskan berpencar dan berkumpul lagi sekitar jam 10 pagi. Aku tentu memilih mengexplore pasar ini sendirian, aku lebih suka jalan sendiri dan menentukan route kemana aku berjalan di banding bergabung dengan teman2, tenang saya tidak akan hilang Ayu sudah gede.

Salah 1 sudut dalam toko grosiran di kota Phuket

Salah 1 sudut dalam toko grosiran di kota Phuket

Aku bingung mau cari oleh2 buat keluarga dan kerabat ngasih apa. Duit baht yang aku bawa tidak banyak dan jatah tas kabinku tidak banyak, aku tidak membeli bagasi bawah jadi ya jatahku cuma kabin atas 7KG, dan itupun tasku sudah 7KG sendiri, kalau aku ngecheat bawa oleh banyak2 takut kena garuk pas diterminal seperti yang terjadi sama mbak Mae. Mbak Mae bercerita pas balik dari Brunei aman2 aja pas check in karena sudah web check in tapi pada saat diterminal tinggal naik pesawat eh tau2 pihak Air Asia menimbang ulang tas mbak Mae dan over weight akhirnya mug dan oleh2 cokelatnya terpaksa ditinggal, cerita itu membuat aku sedikit parno aku ga berani ambil resiko dengan over weight banyak2 entar kalau disuruh ditinggal nangis deh gw bukan nominal nilai oleh2nya tapi perihal effortnya beli oleh2 itu lo jauh2 di LN.

Akhirnya setelah melotot rak aku memutuskan membeli Nestea itu loh thai tea instantnya Thailand. Walau aku cek di online ada sih yang jual di Indonesia tapi ga ada salahnya membeli buah tangan ini, sesuatu yang Thailand murah dan bisa dibeli agak banyak. Aku sengaja membeli oleh2 bukan gantungan kunci setiap di LN menurutku tidak bermanfaat banyak lebih baik aku membeli snack dan jajanan di LN setiap ke pasar lokal hal ini juga aku lakukan di Brazil.

Sudah membeli Nestea aku masuk ke bagian dalam pasar begini lah penampakannya

Pasar

Pasar

kucing dikios snacks

kucing dikios snacks

Yang membuat aku bingung dan pusing adalah mencari jajan adalah, semua aksaranya dalam aksara Thailand, aku ga tahu dong mana yang halal mana yang enggak, dan aku takut ada yang olahan daging juga repot entar declare di custom bandara tentu tidak akan lolos. Ku coba menanyakan sesuatu yang berbentuk ikan kepada orang India disampingku tapi tidak banyak membantu dengan bahasa Inggris pas2an mereka menjawab cuma “fish-fish”. Pokoknya berurusan dengan warga lokal disini bikin sakit kepala karena orang2 Thailand itu terkenal ga bisa bahasa Inggris walaupun negaranya itu kondang sebagai negara yang selalu di kunjungi bule tapi kok orang2nya ga bisa bahasa Inggris -_-. Benar ucapan si Om yang bilang orang2 Indonesia itu masih mendingan karena orang2 Indonesia itu kebanyakan bisa bahasa Inggris itu terbukti, katanya orang Thailand itu ga bisa bahasa Inggris.

Dahaga tidak terelakkan, tapi minum air putih gw tak mau, masak jauh2 sampe sini cuma minum air putih, tapi minum beer juga emoh. Akhirnya aku menemukan toko obat yang menjual botolan berwarna unik. Aku tanya pada yang jaga juga tidak membantu dugaanku itu sirup, yang berwarna merah katanya itu buah tapi pas aku jawab buah apa si mbaknya ga bisa jawab karena tahunya dalam bahasa Thailand, hadeh~ selidik punya selidik kayaknya itu buah delima yang warna merah. Dan yang kuning itu sari bunga katanya, ditanya bunga apalagi ga bisa jawab mbaknya. Nekat dan random aku beli aja deh gw minum itu dua2nya ha2, yang aku suka sih yang sari bunga apa entahlah yang delima gw ga suka sumpah rasanya aneh ha2.

Sirup buah Delima dan sari bunga

Sirup buah Delima dan sari bunga

Sampai di Thailand tentu kamu akan akrab dengan baju2nya yang terkenal di Thailand, yep baju import Bangkok itu lumayan kondang di OL shop. Tentu disini aku cuma bisa gigit jari karena ga sanggup beli, satu karena bahtku juga ga banyak kedua karena masalah berat kabinku itu lo~ jadi aku benar2 memikirkan secara matang apa yang aku bawa karena nambah 1 item saja hampir sudah nambah 450 gram!.

Perut melolong akhirnya aku memutuskan mencoba jajanan pasar disini, ku tengok ada yang jualan semacam martabak manis gitu oke gw cicipin deh. Harganya 20 baht, dan disitu ada ibu2 paruh baya yang berusaha mengajak aku berbicara dan bahasa Thailand yang aku balas dengan bahasa Inggris, sayang sekali keterbatasan bahasa membuat kita tidak bisa mengerti satu sama lain. Si ibu terlihat manis dan pancaran matanya tidak bisa aku tolak akhirnya aku putuskan untuk selfie bareng sama beliau

selfie sama warga lokal

selfie sama warga lokal

jajan martabak manis?

jajan martabak manis?

suasana pasar

suasana pasar

toko batik juga ada disini

toko batik juga ada disini

tentu Buah durian disini kok gede2 amat ya?

tentu Buah durian disini kok gede2 amat ya?

buah mangga Thailand yang terkenal itu perkg 60 baht gw beli 1 biji kena 20 baht

buah mangga Thailand yang terkenal itu perkg 60 baht gw beli 1 biji kena 20 baht

Selesai ke pasar kita balik ke Patong tapi kita mampir ke Pantai Patong dulu yang cukup terkenal, rupanya lokasi pantai tidak jauh dari hotel.

Patong Beach

Patong Beach

Sebenarnya Patong Beach menurutku ga beda jauh sama pantai Kuta begitu lah karena aku pernah ke pantai Kuta suasananya hampir sama 🙂

Patong Beach

Patong Beach

Kita disini ga lama2 cuma 30 menit doang buru2 balik ke hotel karena kita menyewa mini van untuk city tour.

city tour dengan mini van

city tour dengan mini van

disini kita tidak hanya 1 group formasi kemarin tapi ketambahan 3 orang dari couchsurfing yaitu dari Italy,Denmark, dan Jerman. Makanya jangan heran foto2 di city tour kali ini ada bulenya yah (duh maaf saya lupa para namanya aku memang memiliki ingatan yang buruk soal nama).

Beberapa tempat kita kunjungi cuma aku lupa namanya lagi (dasar penulis males) yang aku ingat jelas Big Buddha, Nai Harn Beach, Phormthep Cape.

Big Budha

Big Budha

ga tahu nama lokasinya :( cuma yah masih tempat beribadah

ga tahu nama lokasinya 😦 cuma yah masih tempat beribadah

Phromthep Cape

Phromthep Cape

Nai Harn Beach

Nai Harn Beach

Sunset di pantai Nai Harn sumpah bagus banget

Sunset di pantai Nai Harn sumpah bagus banget

Ada kejadian lucu sebenarnya saat city tour ini, yang sebenarnya pait banget buat diingat tapi bisa menjadi pelajaran kedepannya untuk teman2 yang mau ambil city tour dinegeri orang. Jadi saat itu kita minta makan siang sama driver yaudah diantar lah kita ke resto lokal seafood Thailand. Begitu sampai kulihat tempatnya cukup lux dan sekelas restaurant feelingku sudah tidak enak. Benar saja rupanya mahal2 bo~ perporsinya 400 baht! itu harga cukup mahal! kalau dikurs sekali makan porsinya 200K kalau di konvert ke mata uang rupiah! Raut muka kita kecut tapi kita sudah tidak punya pilihan. Akhirnya diputuskanlah kita urunan dan beli 1 porsi di bagi banyak orang. Makan siang kali ini benar2 tidak menyenangkan, aku cuma bisa menatap dompetku yang tersisa hanya 400 baht setelah urunan 460 baht dan aku masih kudu survive sampai besok, belum bayar biaya transport ke bandara berapa?. Padahal aku belum beli oleh2, akhirnya aku memutuskan tidak akan makan malam nanti dan tidak ikut ke pasar malam sama teman2, pengorbanan cukup pait cuma ya beginilah namanya musibah. Total makan siang cukup mahal ini kisaran 4900 baht untuk 10 orang jadi kisaran hampir 2 jutaan untuk 10 orang sekali makan! luar biasa.

kipasan duit 2 juta

kipasan duit 2 juta

Malampun menjelang akhirnya kita berpisah dengan teman2 baru dari Couchsurfing tadi. Teman2 groupku buru2 mau ke pasar malam tapi aku ga ikutan karena ga berani ikut dengan duit tinggal 400 baht di dompet itu belum sarapan besok dan ongkos transport ke bandara. Selesai mandi aku mengirim pesan WA ke mamas di Eropa sono, berkeluh kesah soal duit yang tinggal dikit dan ga bisa apa2. Aku memiliki ide gila untuk gimana kalau kopdaran tinder date di Phuket? kang mamas terlihat tidak setuju akan pilihan nekatku, dia bilang gimana entar kalau kamu ketemu cowok ga baik disana? kamu itu dinegeri orang! walau omongannya ga aku gubris dan tetep ngeswipe tinder banyak matchnya sih tapi males aku ngajak chat para bule random tsb. Bosan dan aku ga mau sia2 di hotel akhirnya aku memutuskan mau jalan2 aja ke pantai Patong sendirian jalan kaki. Sampai di jalan aku lihat ada mall Jungceylon. Ini jam 10 malam bo~ tapi mall ini tidak terlihat sepi, sangat ramai,,,, aku putuskan masuk walau aku tahu aku ga akan belanja cuma mau liat2 aja.

Mall Jungceylon

Mall Jungceylon

Di dalam Mall aku nemu semacam kayak Carrefour gitu aku putuskan masuk karena mau beli mie instant cup buat makan besok pagi, air mineral dan Nestea lagi setidaknya 1 pax. Prihatin sekali cuma apalah daya uangku harus cukup aku ga mau bocor soal dana :(. Sesampainya dirak minuman instant aku yang masih sibuk mencari2 Nestea yang rupanya tinggal 2 pax itu bertemu orang asing lagi :).

Meet Stranger Part 3, Abbi

Seorang pria paruh baya menanyakan padaku, “apakah kamu bertutur kata bahasa Thailand? aku mencari lemon tea instant tapi ga nemu”. Aku jawab bahwa aku bukan orang Thailand, aku cuma turis dan aku bertutur kata bahasa Inggris. Si pria ini lalu menebak “oh jadi kamu orang Indonesia yah?”, Wow tebakan dia sekali coba langsung benar, baru kali ini seumur2 gw di Thailand ada yang benar menebak warga negaraku biasanya orang2 menebak aku itu orang Malaysia atau Filipina. Aku dan Abbi akhirnya berjalan bersama di mall itu, aku menemani dia mencari lemon tea instant, lemon dan madu itupun berdasar masukanku ke dia karena aku mengkonsumsi air lemon dengan madu setiap hari. Abbi memperkenalkan dirinya bekerja sebagai customer service maskapai penerbangan ternama di timur tengah , dia bertutur kata arab, perancis, dan inggris. Abbi adalah seorang keturunan Yaman yang tinggal di London dan yang membuat aku mengikuti intuisiku mengikutinya adalah karena dia pernah ke Bali dan dia tau soal Indonesia, dia tau Solo, Medan bahkan tau dimana lokasi Jogja. Dia mencari lemon tea instant karena perubahan cuaca membuat kondisi tubuhnya tidak baik dan katanya meminum lemon tea membuat dirinya jauh lebih baik. Ketika di kasir aku menanyakan berapaa billku karena aku mau membayar belanjaanku yang sedikit ini tapi Abbi menolak aku mengganti belanjaanku (rejeki lagi tidak terduga).

Keluar dari mall Jungceylon kita masih berjalan bersama, aku tidak punya tujuan… akhirnya aku ngekor si Abbi. Tapi aku menjelaskan ke Abbi bahwa aku itu bukan pelacur, aku tidak mau ada miss komunikasi disini dan Abbi memahami itu. Dia bertanya apakah kamu sudah makan malam? aku jawab belum tahu sendiri gara2 insiden makan siang habis 2 juta itu aku memutuskan tidak makan malam. Akhirnya Abbi mengajak aku makan malam ke pasar malam setempat. Kita berjalan cukup jauh untuk menempuh pasar malam yang dia rekomendasi kan rupanya nama tempat yang dia maksud adalah Malin Plaza. Sepanjang perjalanan orang2 tidak banyak yang menawari Abbi pijat dan jasa oleh warga lokal setempat, mungkin karena aku terlihat seperti warga lokal yang menyabet rejeki mereka ha2, si Abbi bilang wah tau begini aku ngajakin kamu aja jalan kemana2 biar aku ga ditawarin ini itu LOL. Sesampainya di Malin Plaza Abbi langsung ke stand seafood makan ikan barracuda dan aku ditawari mau makan apa? ikan2 disini terlihat segar dan menggodaku akhirnya aku memilih semacam gurita tapi yang besar.

Suasana Malin Plaza

Suasana Malin Plaza

hasil tangkapan segar langsung dimasak disini

hasil tangkapan segar langsung dimasak disini

yummy seafood

yummy seafood

makan malamku bersama Abbi

makan malamku bersama Abbi

Aku memutuskan untuk tidak foto bersama dengan Abbi karena aku rasa privasi beliau sangat penting, disatu sisi karena beliau sudah berumur 50 tahunan aku sungkan foto bersama.

Saat menunggu makanan matang Abbi adalah orang yang sangat mudah akrab dengan orang asing, sebelumnya ada sepasang bule yang dia ajak ngobrol sama Abbi, entah mereka ngomong pake bahasa apa tapi kayaknya bahasa Spanyol gw cuma bisa melongo serasa jadi nyamuk karena tidak paham pembicaraan mereka. Lalu saat Abbi pergi meninggalkanku ada sepasang laki2 Arab menduduki kursi dekatku dan mengajak aku ngobrol, lalu Abbi mendekati kita dan bergabung, mereka tampak berbicara dengan bahasa Arab. Sepasang orang arab tadi tampak tidak percaya begitu mengetahui rupanya aku bersama Abbi kulihat mimik wajah mereka yang menyimpan tanda tanya. Abbi bilang bahwa sebenarnya dia sudah kenal sama sepasang Arab tadi di jalan. Selesai makan malam akhirnya aku minta balik si Abbi mengiyakan, sepanjang perjalanan Abbi bilang begini

“semoga kita bisa bertemu lagi di Phuket”

Kenapa di Phuket jawabku, Ya karena kita bertemu disini jawabnya sambil tersenyum, Tapi itupun kalau kamu belum punya suami karena biasanya wanita yang bertemu dengan aku habis itu mereka akan menikah.

Muka wajahku memerah, tapi wait aku punya pacar aja enggak mana bisa tau2 kok aku menikah. Tapi si Abbi yakin bahwa aku akan menikah segera. Dia bilang “kamu memiliki seseorang dipikiranmu, sesorang yang selalu kamu pikirkan tapi kamu tidak yakin dengan itu” Seakan Abbi bisa membaca pikiranku akupun tersenyum dan menjawab “karena aku belum tahu dia” ya ini seseorang adalah dia yang berada di bumi Eropa sekarang seseorang yang sangat aku kasihi dan tidak lenyap dalam pikiranku.

Si Abbi belum selesai menerawang masa depanku dia bilang

“kamu akan menua, dan kamu akan memiliki anak kalau kamu sudah tua kita bertemu disini ya ajak sekalian anakmu”

Perkataan Abbi kali ini membuat mataku sedikit berkaca2 seakan dia bisa membaca kehawatiranku akan masa depan meski perkataannya ini cukup manis dan memberikan aku sebuah semangat akan menyongsong masa depan. Kita lihat saja ya jawabku sambil tersenyum.

Berikan tanganmu minta Abbi, lalu dia memencet ruas jari2ku dan berkata “untuk keberuntungan”

Semoga saja omongan Abbi benar adanya walau aku tidak bisa sepenuhnya percaya cuma malam ini sangat manis dan memberikan aku pengalaman baru. Di jalan kita berpapasan dengan seorang Arab yang ngomong sesuatu dengan Abbi, Abbi pun menjelaskan ke aku bahwa pria tadi bertanya “apakah dia pacarmu” dan Abbi menjawab “bukan dia hanyalah wanita tersesat” lalu di jawab lagi oleh pria arab tersebut “oh kalau begitu cheer up kan dia” 🙂

Perjalanan pulang kita terasa lebih lama rupanya kita tersasar…… walau sebenarnya aku enjoy sih walau tersesat karena aku bisa melihat kehidupan malam di Phuket. Bar2 bergeliatan dan kulihat dari luar ada semacam tarian pole dancer buat para penggila dunia malam Phuket adalah tempat yang cocok. Kulihat ada bule yang menggetak2 wanita lokal disana, kasihan sebenarnya melihatnya cuma dugaanku si wanita tsb adalah seorang wanita pelacur, begitu aku balik lagi lewat kesana kini terlihat si bule ciuman dengan wanita tsb, ah~ kebanyakan nonton drama gw.

suasana Patong di malam hari

suasana Patong di malam hari

Karena tidak juga ketemu arah pulang aku memutuskan mau balik ke mall jungceylon, aku bilang ke Abbi kita berpisah disini aja gpp gak usah anter aku sampe mall, cuma si Abbi ngotot mau anter gw sampe hotel tapi aku kasihan sama Abbi jalan kaki udah muter2 lumayan jauh yaudah aku kasih kesempatan dia anter sampe mall Jungceylon. Sesampainya di Mall Jungceylon aku berpamitan tak lupa peluk hangat perpisahan ke Abbi semoga ini bukan terakhir kalinya pertemuanku dengan dia karena Abbi adalah sosok pria baik, walau dia bilang,,,Andai aku mudaan dan dekat denganmu pasti aku akan mempersuntingmu, ah~ laki2 dasar.

Kulihat jam sudah menunjuk jam 1 malam, mbak Ratna udah nanyain aku dimana, aku tahu aku pasti bikin khawatir teman2 di hotel cuma ya gimana lagi kesasar bukanlah salah 1 planku mauku juga jam 12 dah sampe hotel. Disini peluh sakit kakiku kumat, badanku rasanya sudah reach sampai maksimal, sakit sekali kakiku, aku ga bisa jalan cepet2 lagi, badanku terasa remuk redam. Sesampainya di dekat hotel kulihat ada gerobak yang jualan makanan jalan semacam kayak angringan gitu yah, aku yang masih lapar akhirnya jajan lagi~ ga mau deh kelewatan makan street food di Thailand.

gerobag street food

gerobag street food

sate

sate

Sesampai di hotel jam 2 an dan jam 5 kudu udah siap berangkat ke bandara, gila gw bener2 restless gw cuma bobo 1,5 jaman. Tapi ceritaku di Patong cukup manis untuk di Ingat 🙂 worth it, karena setiap travel restless itu sudah biasa waktu 24 jam itu tentu kurang~

Kisahku balik transit Kuala Lumpur part 2 akan aku tulis di postingan berikutnya~

Bersambung………

 

 

 

 

 

My Backpacker Travel Experience Kuala Lumpur, Phuket dan Phiphi Island Part III

Setiap travel pasti aku memiliki lagu playlist favorit. Ketika trip ke Brazil aku tidak berhenti mendengarkan lagu Gym Class Heroes : Ass Back Home Feat Neon Hitch di pesawat Etihad yang menghantarkanku hingga bumi Samba. Kalau travelku kali ini aku tak berhenti mendengarkan lagu The Chainsmokers & Coldplay : Something Just Like This dan Petit Biscuit : Sunset Lover

Playlist favorit disini penting karena lagu ini akan mengingatkan kenangan memori kapan aku travel :). Apa playlistmu ketika travel?

Day 4 Phiphi Island 25 February 2017

Pukul 7 pagi kami kudu bergegas ke Tail Boat untuk mengikuti trip laut dan pantai. Tentu ini adalah inti acara utama bagi aku, aku jauh-jauh kesini itu ingin merasakan bagaimana sih keindahan laut disini :). Kita memakai tail boat yaitu kapal tradisional asli dari Thailand. Ku lihat ada beberapa kapal boat dan yacht mewah mengarungi laut di Thailand ini, envy? tidak karena aku rasa gregetnya lebih berasa kalau memakai kapal tradisional :).

Tail Boat

Tail Boat

narsis full formasi backpacker member

narsis full formasi backpacker member

Kuamati bedanya lautan disini sama di Indonesia adalah, tidak adanya terumbu karang disini dan biota lautnya gitu2 aja, sebenarnya kita lebih unggul soal banyaknya variasi ikan plus terumbu karangnya :). Untuk mempersingkat blog dan ketidaktahuan detail lokasi saat tour ini aku hanya memasukkan foto2 saja yah (dasar penulis males)

nikmati Boat Trip kali ini <3

nikmati Boat Trip kali ini ❤

Maya Bay

Maya Bay

semak di Maya Bay LOL

semak di Maya Bay LOL

bagian belakang Maya Bay

bagian belakang Maya Bay

lupa ini dimana

lupa ini dimana

di Lagoon

di Lagoon

Oh i'm in Love with those turquoise water

Oh i’m in Love with those turquoise water

Monkey Island

Monkey Island

Tour Boat dari jam 7 sampai jam 1 siang itu terasa sangat cepat sekali, Pokoknya starving vitamin Seaku sembuh disini, panasnya matahari, warna air yang turquoise, tone warna ombre tidak akan aku lupakan dalam ingatanku. Oh iya maaf kalau foto2 saya itu tidak instagramable karena saya lebih fokus pada memories di kepala saya bukan pemburu foto indah apalagi sampai di filter2, karena saya lebih menghargai raw foto, apa adanya dan tidak ada kepalsuan karena refleksi dimata dan kenyataan itu sama. Aku ga mau fokus pada hp dan kamera karena aku ga mau sampai lupa daratan dan sekitar karena mainan gadget, buat apa jauh2 aku kesini cuma buat mainan HP? sungguh sia2 sekali kalau kamu sampai melewatkan momentum.

Sesampainya di pulau Phiphi kita segera check out hotel dan mandi karena kita udah kena check out jadi mandi di restaurant depan hotel yang aku bilang bapaknya sangat ramah itu lo dan makan siang disana. Segera kita bergegas ke dermaga jam 2 karena Kapal kita akan berangkat ke Phuket lagi. Kali ini kita putuskan duduk di kursi bawah yang kena AC bukan diatap karena udah kecapekan dan kepanasan dah ga kuat lagi. Karena kursi sudah penuh terpaksa kita duduk terpisah dan aku memutuskan duduk disamping bule cakep yang lagi tertidur.

Meet Stranger Part 2, John 

Kulihat bule sampingku yang tertidur, rambutnya berwarna hitam dan sepertinya bermata hitam, aku tebak2 pasti ini bule Spanyol. Cakep juga ini bule gunamku, cukup lama dia tertidur hingga akhirnya dia terbangun dan agak lama hening akhirnya aku mulai pembicaraan dengannya. Rupanya dia bernama John yang berasal dari Colombia tebakanku meleset rupanya amerika selatan walau tutur katanya bahasa Spanyol benar he2. Dia bercerita memiliki kekhawatiran karena Hp Samsung S7nya pas diajak nyelam setelah itu ga bisa hidup lagi. Dia demostrasikan menghidupkan Hpnya yang ga bisa ngeboot sampai menu, ku tawari power bankku sapa tahu kekurangan daya tapi tetap Hpnya tidak mau ngeboot sampai menu. Ketakutan dia adalah karena semua informasi seperti booking Hotel, alamat Hotelnya menginap di Bangkok, sampai tiket pesawatnya itu semua di Hpnya. Problemnya adalah ketika login emailnya pasti ada notifikasi SMS kalau lewat Device lain. Aku yang kasihan padanya menawarkan memakai Hpku untuk login email, karena Hpku dual Simcard Hybrid aku coba untuk membantunya. Tapi aku ga bawa jarum buat buka sim card Hpku ujarnya, Hmmm sini genius Ayu lalu melepas suweng antingnya yang bisa jadi alat membuka simcard, Oh iya kamu perempuan! ujarnya sambil berdecak kagum melihat inisiatifku. Simcard John sudah masuk HPku dan login email sudah dicoba tapi kok notifikasi kode SMS tidak segera masuk, usaha kita sia2, si John sudah sedikit putus asa tapi ya gimana lagi kita sudah mencoba. Hingga akhirnya ketika simcard John sudah dilepas kok SMS kode login malah masuk? aneh ujarnya akupun juga mengiyakan ini aneh. Akhirnya John bisa masuk ke emailnya dengan sukses dan sibuk menulis segala informasi di emailnya dia meminta kertas padaku karena bukuku di tas carrier di dasar kapal aku memutuskan memberikan kartu nama di dompetku, rupanya tidak cukup kartu namaku buat nulis informasi si John, dia minta kertas lagi, duh! akhirnya aku berikan kertas kuitansi pelunasan kursusku kepadanya yang lebih besar. John berujar wah Hpmu menunya pakai Bahasa Inggris dan ini cukup membantu katanya karena kulihat segala email dan bahasa pengantar yang dipakai John emang bahasa Spanyol, ku jawab karena aku sudah terbiasa memakai bahasa inggris sebagai bahasa pengantar ke 2ku. Setelah selesai dengan urusannya kini kita bercerita tentang Kampung halamannya yaitu Colombia. Jujur saja aku tidak tahu banyak soal Colombia akhirnya si John jadi pendongengku soal Colombia ha2 menarik. Si John ini ceritanya perjalanan mau balik ke Colombia dari NZ selama 7 bulan. John menghabiskan waktu 7 bulan di NZ untuk semacam kursus bahasa Inggris. Kisahnya yang meninggalkan segala yang ia punya di Colombia demi ke NZ dan awal perjuangannya di NZ benar2 menginspirasiku. Aku ingin bisa meninggalkan negaraku suatu hari nanti dan mencoba hidup baru di negeri orang, sungguh. Perjalanan 1,5 jam terasa cepat tak terasa kita sudah sampai dermaga Phuket lagi tentu tak lupa aku meminta selfie bareng sama si ganteng ini. For memories ujarku, dan si John tidak keberatan fotonya diupload di sosmedku, silahkan upload di instagram dan facebookmu katanya 🙂

sama si John

sama si John

Sesampainya di Dermaga kita segera mencari mobil van yang mengantar kita ke Hotel Patong@Inn. Hotel ini jauh lebih baik tentunya dibanding hotel tempat aku stay di Phiphi island LOL. Urunan hotel kali ini adalah 600 baht peranak tidak ada break fast dan swimming pool yah.

di balcony hotel Patong@Inn

di balcony hotel Patong@Inn

bagian kamar Patong@inn Hotel

bagian kamar Patong@inn Hotel

Karena tau2 kok aku merasa pening aku tidak jadi mengexplore Patong malam ini. Setelah makan malam dengan makanan muslim karena teman2ku muslim semua akhirnya aku ke pharmacy cari obat vertigo, habis dari pharmacy kok malah kecantol di toko baju dalam ha2. Yang aku heran mesti itu jam 10 malam tidak tutup toko baju dalam kata penjaga mbak2nya itu tokonya tutup jam 2 pagi wwooooww~.

Exploreku di Patong dan Phuket dihari ke 5 akan aku lanjut di postingan berikutnya karena tak terasa tau2 sudah subuh aja disini ha2… Aku habis teler sakit meriang dan flu udah agak mendingan karena semalam ke dokter diberi antibotik dan obat batuk. See ya Later jangan lupa pantau dongengku di Blog tercinta ini ❤

Bersambung…..

My Backpacker Travel Experience Kuala Lumpur, Phuket dan Phiphi Island Part I

Voila! dalam keadaan badan masih teler sakit entah karena kecapekan,jetlag atau penyakit vertigo kambuh aku berusaha menulis pengalaman travel saya ke 2 negara itu soon as possible karena aku takut lupa karena banyak kejadian saat travel kemarin.

Berawal dari sering sharing soal cari tiket murah Air Asia aku udah ada pembicaraan sama mas Jenggot (mas Jenggot adalah kawan komunitas kaskus regional jogja yang udah lama banget ga ketemu kayaknya 3 tahunan aku terakhir ketemu dia itupun aku ga kenal terlalu dekat sama dia). Mas Jenggot yang menurutku sudah travel expert ini bilang kalau dia bisa dapet tiket Air Asia lebih murah dari yang aku sharing. Oke semua tinggal omongan, tapi aku emang sharing di FB kalau aku ada keinginan ke Thailand sejak lama, karena apa? menurut aku Thailand ini negara yang kata orang2 murah buat travel, TANPA VISA, dan cukup jauh dari Indonesia. Beberapa kawan sebenarnya mengajak aku travel ke Singapore dan Malaysia cuma jujur aku ga tertarik, Malaysia terlalu dekat dengan bahasa yang masih ga beda jauh antara Melayu dan Indonesia, kalau Singapore itu Mahal dan ga menarik menurutku karena negara kecil tak ada culture yang menarik untuk di explore.

Hingga akhirnya waktu berlalu…keyakinan mau ke Thailand tidaklah menjadi kenyataan setelah ngitung2 min kudu budget 5 jutaan itu aja cuma 4 harian. Dan malaikat yang saya panggil mas Jenggot ini menginbox aku dia bilang dia dapet tiket murah ke Phuket, dan tau berapa? katanya CUMA 750rb PP Air Asia…Wow aku tanpa banyak mikir tentu aku iyakan ajakan dia apalagi Phuket itu terkenal akan keindahan pantainya, saya anak pantai tentu tawaran menggiurkan ini tidak bisa dilewatkan. Tapi aku terus tanya…Uang saku yang harus disiapkan berapa mas? aku ga punya duit banyak, saya itu kere….dan mas Jenggot bersabda “2 juta aja cukup” . What??? 2 Juta aja cukup sampai negeri orang?? dan itu all in??? Ah persetan kalau dia yang travel expert aja bilang uang saku segitu cukup jadi aku tak perlu bimbang, uang 2 juta bisa dicari dan dipikir belakangan yang penting tiket sudah ditangan. Akhirnya tiket diorderkan sama Mas Jenggot, aku diforwardkan email Air Asia, lalu aku tanya soal pembayaran gimana? katanya tenang Jenggot Finance akan menalangi dulu hahaha~ bulan depan aja bayarnya karena bayarnya pake credit card jadi tagihannya baru muncul tahun depan, tapi aku menolak membayarnya bulan depan karena aku habis dapet jatah arisan yang disaur 1 tahun, kalau ga aku bayar sekarang itu uang bisa menguap seperti air.  Selidik punya selidik rupanya tiket bisa murah sekali itu cuma 750rb PP yaitu rinciannya Jogja-Kuala Lumpur-Phuket-Kuala Lumpur-Jogja karena itu adalah tiket NOL rupiah dari promo Air Asia dan yang aku bayar 750rb itu hanyalah pajak airport wow! Mas Jenggot bilang kita akan ber 7 orang perginya 4 orang dari jogja termasuk aku dan luar kota itu 3 orang, sebenarnya Mas Jenggot mengajak ber7 orang itu untuk mereduce pengeluaran seperti transport,city tour dan hotel kalau rame2 tentu jatuhnya bisa lebih murah karena ada diskon dan sharing room, Cerdas menurutku.  Lucunya formasi 7 orang ini terdiri 3 orang ahli dibidangnya seperti mbak Ratna yang suka utek2 diskonan hotel dan gratisan bus transport ke Puduraya pas di KL, Mas Isa yang ahli itinerary karena dia yang suka riset tempat mana yang harus di kunjungi,kemana aja,biayanya berapa, dan mas Jenggot ahli mencari tiket pesawatnya yang gratisan kombinasi yang sempurna ketika bersatu.

Pemesanan tiket sudah done kita pesan tiket di bulan Juni 2016 dan jadwal terbang adalah February 2017 jadi masih ada waktu cukup panjang. Hingga bulan Januari kalau tidak salah mas Jenggot mulai bikin group Whatsupp yang berisi personel 7 orang ini. Kita ini ga saling kenal loh aku cuma kenal sama mas Isa karena sama2 teman komunitas Kaskus dan dia pernah benerin Hpku dulu itupun dah lama banget dan aku ga terlalu kenal dekat. Hingga akhirnya kita diskusi panjang lebar lewat WA group.

Sabda Mas Jenggot sangu 2 Juta cukup tidak terlalu aku indahkan, karena begini 2 Juta itu asumsi benar2 pres,,,kalau Laki2 segitu cukup dan ga perlu beli oleh2…sedangkan aku punya tuntutan membawa oleh2…akhirnya aku tukarkan uang 2 juta ke baht,,700rb ke Ringgit Malaysia, aku menukarkan uang itu ke Santana Montana di per4an Pingit itu eh disana rupanya teman SDku bernama Siti bekerja disana, rate saat itu baht 390 rupiah dan Ringgit 3100. Perhitungan kasarku adalah 1.5 juta untuk akomodasi makan transport city tour dan hotel selama 4hari di Thailand 500K buat oleh2 (untuk mbayar ferry 287K buat nyeberang ke pulau phiphi PP sudah aku bayar pake rupiah ke mas Isa) dan 700K itu untuk 2 hari di KL untuk akomodasi makan,hotel dan transport tidak termasuk oleh2 (hingga akhirnya perhitungan ini meleset bo~ aku jabarkan di postingan berikutnya)

Skip ke 22 Februari 2017 akhirnya hari yang dinanti2 tiba! adalah pengalaman pertama kali bagi saya naik Air Asia yang terkenal sebagai LCC ini alias Low cost carrier alias pesawat penerbangan muraahhhh….. aku berdoa semoga Air Asia tidak sama seperti Lion Air karena sumpah tidak nyaman sekali naik Lion seperti naik Bus dan ada pengalaman ga enak naik Lion Air. Begitu sudah masuk pesawat On Board yess kursinya seperti saya duga seperti kursi bus cuma tidak separah Lion menurutku kulit kursinya masih lebih elegant dibanding Lion. Jangan berharap ada layar TV ataupun makan snack seperti penerbangan Garuda apalagi Etihad. Penerbangan 2 jam ke KL cukup terasa cepat karena aku tidur. Hingga akhirnya Malaysia hurayyy!

Pesawat terbangkan aku ke negeri dongeng

Pesawat terbangkan aku ke negeri dongeng

kursi favorit setiap dipesawat tentu dideket jendela <3

kursi favorit setiap dipesawat tentu dideket jendela ❤

Kuala Lumpur dari ketinggian 10.000 Feet

Kuala Lumpur dari ketinggian 10.000 Feet

Day 1 Kuala Lumpur 22 Feb 2017

Sebenarnya Kuala Lumpur bukan masuk wishlist negara yang ingin aku kunjungi tapi karena Air Asia itu promo penerbangannya start dari Kuala Lumpur untuk ke negara lain jadi yasudah lah anggep saja bonus. Landing jam 9 malam waktu KL aku dan mba Hami akhirnya makan dulu di Bandara karena laper, kita makan di foodcourt kalau ga salah di Level 2 bandara KLIA2 disana kita memutuskan makan di Quizin. Saat itu aku memilih makan mie dan tentu Teh tarik malaysia tak boleh dilewatkan

makan malam pertama di KL

makan malam pertama di KL

Itungan makan dibandara sih sebenarnya hampir sama dengan di Indo kisaran 12 Ringgit berarti 37200an makan doang dan minum teh tarik ice disana itu 4 Ringgit sekitar 12400an.

Dinner done akhirnya aku naik bus dari KLIA 2 menuju Puduraya di China Town. Lama perjalanan 1,5 jaman dari bandara ke Puduraya harga tiket busnya 12 Ringgit. Aku dan mba Hami sampai di terminal Puduraya jam 12 malam. Sangat lelah tapi mas Jenggot dan mas Isa sudah menjemput kita di terminal menuju Hotel Mandarin Pacific. Aku melewati Petaling Street kawasan terkenal akan jual beli barang imitasi disana dan oleh2 di KL tapi udah lenggang dan banyak tutup karena itu sudah tengah malam.

di Mandarin Pacific hotel

di Mandarin Pacific hotel

Petaling Streetnya udah bubar pada tutup

Petaling Streetnya udah bubar pada tutup

Day 2 Kuala Lumpur dan Phuket Air Port 23 Feb 2017

Pagi sudah menyapa aku masih tidak percaya sudah dinegeri orang. Hari ini kita ke Batu Caves naik KTM yaitu semacam kereta kayak KRL gitu yah kalau di jakarta. Aku mulai familiar dengan sistem masuk stasiun pakai koin plastik itu. Nah lucunya begitu sudah sampai di stasiun batu caves aku keliatan panik ketika ga bisa masukin koin biar bisa keluar tau2 cowok dibelakangku menyaut “Dari Indonesia ya?” rupanya dia adalah si Rizal, seorang solo traveller yang juga mendapat promo Air Asia dari Jatim tapi ini adalah pengalaman travel ke Luar negeri bagi dia.

stasiun KTM

stasiun KTM

di dalam KTM

di dalam KTM

Akhirnya si Rizal ini ngikut group kita untuk pergi kemana2 pas di KL karena dia sendiri bingung mau kemana dan tidak merencanakan itinerary hahaha~. Bergabungnya si Rizal itu bonafit buat aku karena dia pakai simcard malaysia jadi bisa internetan alhasil jadi korban minta tethering hahaha~ lumayan gw jadi bisa eksis di KL bisa online dimana2. Begitu sampai batu Caves rupanya anak2 lain pada ga mau naik tangga ke atas, dan mba Hami yang belum pernah ke sinipun memilih untuk tidak naik melewati  272 anak tangga ini. Alhasil hanya aku dan Rizal saja yang naik keatas. Si Rizal tak henti2nya narsis dengan kameranya LOL dan sering minta difotoin tapi disitu yang bikin kangen aku sama dia kerempongan dia sendiri LOL dan membuat kita cepat akrab karena ini.

Batu Caves

Batu Caves

kaki udah agak pegel istirahat dulu sama si Riza

kaki udah agak pegel istirahat dulu sama si Rizal

Lanjut meninggalkan Batu Caves kita naik KTM dan transfer LRT (semacam monorail) lagi kearah daerah dekat Masjid Jamek.

Wait perut melolong nih minta makan siang akhirnya kita makan di resto India karena kata mas Jenggot murah nama restonya itu Vinni Jeyaa Banana Leaf Curry House. Sebenarnya makanan disini prasmanan juga ada kayak Rumah Makan rata2 gitu cuma menurutku sih bisa dibilang seperti rumah makan padang. Karena kawan2 kok pada ga makan nasi gw jadi inget diet ikut2an deh ga makan nasi kali ini

makan lauk dan sayur doang

makan lauk dan sayur doang

Tahu ga habis berapa untuk sayur dan lauk cumi ini plus es teh tarik? cuma 11 ringgit wow gw doyan makan disini terus itungannya tentu lebih murah banding makan dibandara sampai 15 Ringgit. Sistem di resto india ini adalah kamu ambil makanan terus duduk manis, ntar ada orang india dateng bawa nota dan nulis nota biaya yang harus kamu makan plus minum lalu notanya diselipkan dibawah piring kayak pict aku tampilkan tadi.

Makan siang done akhirnya  kita lanjut jalan dan foto2 dengan landscape kota KL sekaligus mampir ke Kuala Lumpur City Gallery yang terkenal dengan Icon I ❤ KL itu

 

Aku dan Rizal

Aku dan Rizal

 

aku dan Mas Isa dan Mas Jenggot di Dataran Merdeka

aku dan Mas Isa dan Mas Jenggot di Dataran Merdeka

Ke Malaysia tentu ga boleh melewatkan ke Twin Tower dong, saat itu cuaca kurang bersahabat KL mendung dan ending2nya hujan

yay Twin Tower

yay Twin Tower

Akhirnya trip di KL ini kita akhiri dengan balik ke hotel dan mengambil backpack bergegas ke terminal eh rupanya kita hampir ketinggalan bus! bus yang mau kita naiki udah mau cuss cuma karena mas Jenggot memohon pada kenek dan memelas bilang kita ga boleh ketinggalan pesawat ke Phuket akhirnya kita diijinkan naik. Padahal waktu itu Bus udah belok mau berangkat.

Skip begitu aku sudah sampai pesawat perjalanan ke Phuket, kita 7 orang group ini rupanya terpisah2 kursinya, dan voila samping gw bule dan paling pojok orang Korea Keceh. Semangat deh gw melewati 1 jam penerbangan dari KL ke Phuket ini.

Akhirnya aku memulai pembicaraan dengan bule yang duduk sampingku, rupanya doi adalah orang Australia yang berangkat sendiri ke Phuket tapi entar ceweknya nyusul dipenerbangan lain, ah ga jadi semangat adanya malah loyo begitu dia bilang “my girl friend” gagal modus deh~. Si bule Aussie ini agak kepo nanyain gw dapet tiket ini berapa ke Phuket aku jawab Zero, eh si bule kelihatan kaget ahahah~ jadi setahu saya 1 pesawat ini ga semuanya bangku zero tiketnya cuma 10% gitu yang gratis sisanya tetep reguler tiket berbayar jadi aku ga bisa menebak penumpang mana yang tiketnya hasil promo seperti aku atau yang berbayar.

Roda pesawat Air Asia (biar seperti blog2 sebelah yang ngomong begini gayanya LOL) akhirnya menghantarkan aku ke bandara Internasional Phuket. YESSS! akhirnya aku di Phuket bo~ gw di Thailand!! aku masih setengah ga percaya bisa kesini, gw tau tentang Thailand cuma lewat film2 komedinya seperti ATM Errak Error, I Fine Thank You Love You, dan iklannya yang terkenal sedih dan mengena itu. Eh gw sekarang beneran disini bo~. Logat bahasa Thailand yang bener2 aneh dan lucu ini bener2 bikin kagol saat dibandara, dan suara tentong pengumuman di bandara ini seperti suara tentongnya di stasiun kereta di Indo bo~ jadi aku malah berasa di stasiun bukan bandara LOL .

akhirnya di Phuket!

akhirnya di Phuket!

Perjuangan belum berakhir disinilah baru dimulai karena apa? kita sampai bandara Phuket itu jam 9 malam dan namanya kita ini backpacker kere kita tidur dibandara! yes bandara!

Setelah muter2 akhirnya kita memutuskan tidur didepan bandara yang beralas karpet rumput sintetis, berasa tidur dilapangan futsal hahaha~

didepan bandara Phuket

didepan bandara Phuket

kudu bisa bobo dibandara dikursi diluar bandara yang silau terang dan berisik

kudu bisa bobo dibandara dikursi diluar bandara yang silau terang dan berisik

Akhirnya~ gw bisa bobo cuma 2,5 jam doang. Padahal mata udah ditutupin pakai penutup mata, kuping udah disumpel headset melawan suara dengkuran mas Isa. Cuma ya gimana ga biasa gw bobo ngemper inilah sensasinya bobo dibandara demi mengirit pengeluaran kita karena kita sampe disini jam 9 malam kalau cari penginapan nanggung banget, entar mbayar hotel cuma setengah malam kan sayang padahal paginya kita mau ke dermaga langsung cuss ke Phi Phi Island. Namanya aja backpacker pasti ngere hahaha~ dana terbatas tapi ngoyo ke luar negeri XD

 

Oke sekian dulu cerita pengalaman saya di KL dan bandara Phuket masih berlanjut di Postingan berikutnya karena aku mau mberesin toko dulu setelah aku tinggal seminggu ngetrip 🙂 Tenang aku akan bercerita tripku di Phiphi Island,Phuket (Patong) dan saat transit balik ke Kuala Lumpur Part 2 🙂

Bersambung….

Post Navigation