aderida area

Proud To Be You Are

Archive for the tag “#phiphiisland”

Tips Selama Travel dan Biaya Pengeluaran Kuala Lumpur – Phuket – Phiphi

Ada beberapa teman kepo yang menanyakan berapa biaya yang aku keluarkan selama 7 hari di Thailand dan Kuala Lumpur. Reaksinya banyak yang lebih pada kaget dari pada biasa2 saja. Itungan kasar 4 juta all in sampai ke 2 negara itu memang sangat2 murah. Tapi ingat saya ini backpacker style, pemburu hotel diskonan di traveloka, pemburu tiket promo Air Asia, travellingnya juga rame2 jadi urunan sharing room lebih murah dan makan di sana tidak mewah2 apalagi membeli banyak oleh2. Membeli oleh2 juga salah satu pengeluaran terbanyak bila kamu membeli oleh2 untuk 2 RT dan 2 RW, tapi aku berusaha menanamkan mindset ke orang2 sekitar saya bahwa saya itu ga membawa oleh2. Kalau membawa pun akan membawa jajanan pasar lokal dan snack untuk gantungan kunci saya ga akan beli baju pun aku hanya akan membeli ke keluarga inti seperti kakak,ayah dan partner kerja saya. Disatu sisi oleh2 itu bikin ribet, kita niatnya seneng2 di negeri orang kok malah mikirin oleh2 sampe lupa inti kita plesir itu apa, effort untuk mencari oleh2 itu tidak sedikit, energi waktu dan tenaga kamu kerahkan untuk cari oleh2 mending kalau yang kamu kasih itu tau terima kasih eh rupanya di kasih oleh2 malah jawabannya “kok beli ini?” kan kampretos sekali kan?.

Total pengeluaran termasuk tiket kurang lebih 4 jutaan itu masih sisa dikit lah~.

Keterangan yang lupa aku masukkan adalah biaya naik monorail LRT di KL itu kisaran 5 RM tergantung jaraknya kalau paling jauh ya sekitar 5RM sampai 6RM. Aku tidak bisa menuliskan detail pengeluaran secara inti karena aku sampai tanggal 26 Feb mulai muak nulis pengeluaran dengan itungan sen dan malah jadi pikiran dikepala akhirnya tidak bisa tidur nyenyak karena sebelum tidur sibuk mengingat2 duit yang aku keluarin. Oh iya untuk itungan range biaya hidup dan makan di KL dan Thailand itu ga beda jauh dengan Jakarta dan Bali menurutku. Tapi jangan pernah konversikan ke biaya akomodasi Jogja adanya sakit ati kalau ngitung2 sekali makan kok habis 35K adanya entar kamu malah pusing dan gak makan.

Rate aku menukarkan uang saat itu adalah 1 THB = 390 dan 1 RM= 3100 nilai mata uang bisa berubah sewaktu2 jadi berdoa aja kalau pas mau berangkat nilai mata uang lagi bagus atau sukur2 bawa uang saku dollar USD yang banyak jadi ga usah prihatin di negeri orang seperti saya lebih enak bawa dollar dimana2 diterima ha2~.

pengeluaran-travel

pengeluaran-travel

Yang aku tulis hanyalah rincian pokoknya, beli oleh2, jajan dll ga aku tulis.

Tips ala Ayu kalau mau backpacker Travel:

Namanya Backpacker travel itu ya bawanya tas carier alias tas punggung kalau bawa koper bukan backpacker lagi hahaha~. Pakailah tas carrier yang nyaman, investasi tas punggung carrier itu ga akan pernah salah. Mulai kerasa pentingnya tas carrier itu ketika kamu harus kemana2 dengan bobot tas yang diatas 7 KG mulai sakit tuh bahu kalau pake tas carrier yang tidak sesuai kebutuhanmu.

pengeluaran-travel

tas carrier teman sejatiku

Kalau traveller kere pasti pakai maskapai penerbangannya LCC seperti Air Asia, resiko pakai LCC pas promo adalah GA DAPET BAGASI BAWAH  itu jelas! mana bisa Air Asia untung kalau udah ngasih promo dikasih bagasi bawah lagi, bisa bangkrut mereka. Mereka akan memberikan jatah kabin 7kg saja! jadi bagi anda wanita rempong yang bajunya kudu ganti2 tiap foto siap2 gigit jari. Karena soal 7KG itu juga sempat bikin kepala saya sakit, tapi akhirnya aku siasati dengan: memakai celana panjang jeans langsung, jaket dipakai langsung celana jeans pendek cuma 1, bawa 2 dress ringan bahan shantung dan ciffon,kaos ringan 2 pcs, baju dalam dan bikini hanya beberapa potong. Bagai mana dengan baju terbatas bisa survive sampai 1 minggu? aku biasanya nyuci di hotel, aku jemur di kamar mandi atau dimeja atau di jendela, atau dijemuran handuk, walau ga bisa sepenuhnya kering cuma anyep2 dingin gitu tapi lebih baik begitu dari pada pake baju kotor, kenyamanan adalah nomer 2 kalau sudah backpacker, jarang mandi sudah biasa toh lagian bakalan sering jalan kaki dan kepanasan baju cepet kering atau basah kuyup karena keringat hahaha~.

Mau agak ngecheat dan risky? kalian web check in dan print boarding pass sendiri (hanya berlaku untuk Air Asia aku ga tau maskapai lain), jadi kalian tinggal masuk imigrasi aja ga perlu check in dan ditimbang ulang, tapi ingat ini berisiko kalian bisa ngecheat sampai 10kg tapi kalau lagi sial, pas di terminal mau naik pesawat pihak Air Asia akan meminta menimbang tasmu. Kalau ketahuan resikonya kamu harus meninggalkan berat bawaanmu. Yes di tinggal dan ga bisa membeli bagasi bawah lagi.

Mau ga susah? ya ga usah pake LCC alias Low Cost Carrier alias penerbangan murah. Pake aja penerbangan yang mahal dengan bagasi yang gede jadi u ga perlu pusing2 soal packing. Ah~ aku jadi kangen naik Etihad.

Pakailah sepatu yang nyaman! dinegeri orang kamu akan lebih banyak jalan kakinya banding naik angkutan umumnya, ga kayak di Indonesia u jalan 5 meter aja terima naik motor, inget bung u itu di negeri orang! Aku sih merekomendasikan setidaknya siap tempur pakai sepatu kets atau running (karena ringan) dan serep sandal jepit untuk sewaktu2 medan hujan, basah atau gak jauh2 jalannya.

Super ngere uang sudah terbatas dan ga bisa makan sebelum berangkat atau saat sudah di bandara? saat penerbangan siang atau pagi biasanya kita akan pass waktu makan. Supaya tetep bisa makan aku sarankan beli mie instant kemasan cup semacam POP Mie di sevel, lalu seduh mie itu ketika sudah sampai terminal ketika menunggu pesawat parkir. Di bandara Internasional biasanya mereka akan menyediakan air tab water, air dingin dan air panas. Ngere hore naik air asia pasti ga akan dapet snack, minum atau makan dalam pesawat nah mending u bawa sekalian botol kosong ngisi penuh2 ketika sudah sampai terminal lumayan di pesawat kalau haus bisa minum air dari bandara ini. Tapi kalau kamu ga naik LCC dan naiknya Airbus buat penerbangan jauh sih ga perlu khawatir soal makan kamu ga akan kelaparan dalam pesawat karena bakalan di full servis sama pramugari. Remember buat yang masih amatiran belum pernah naik pesawat! JANGAN MEMBAWA BOTOL BERISI AIR ATAUPUN MINUMAN SAAT MASUK IMIGRASI jelas bakalan suruh dibuang! JANGAN MEMBAWA SAJAM tau barang aneh2 ataupun aerosol. kalau bawa cairan atau cream max kudu dalam wadah 100ml. Ngotot mau bawa cairan dan cream diatas 100ml? mending u masukin bagasi bawah kalau u punya bagasi bawah.  Mau bawa oleh2 olahan daging dan buah segar? BIG NO mending kalau u ga mau urusan sama custom mending ga usah bawa itu….gw belum pernah urusan declare sama custom cuma dah males dengernya juga kalau urusan kudu di karantina dll capek2 bawa rupanya ga boleh masuk kan sia2 banget kan?.

Terkadang pihak custom dan imigrasi itu males menscan tasmu ketika keluar dari bandara itupun kalau u lagi beruntung. Pokoknya urusan sama imigrasi dan custom itu lebih seram dari pada urusan sama polisi, gw males jadi mending selama ini ga macem2 dan ngikut regulasi aja kalau mau terbang.

Urusan makan kalau mau hemat selama di KL itu makan makanan resto India aja bisa di bawah 15RM untuk makan dan minum atau makan di PKL.

Kalau mensiasati makan di Phuket u makan makanan microwave di Seven Eleven aja sekali atau 2x sehari sisanya baru deh makan diresto lokal. Pola makanmu ga rewel? mending makan roti sama susu aja di sevel terus makan beratnya di sevel 1x sisanya baru makan diresto lokal.

Kalau aku menghindari kebocoran pengeluaran biasanya aku udah menukarkan uang disini (kalau uangnya disini ada) dengan budget yang pas sesuai kira2 dan aku mindset untuk jangan lebih dari itu kecuali sangat kepepet baru keluar kartu saktinya (kartu kredit),  ini sudah terbukti buat aku ga bocor di pengeluaran kecuali kamu ke negara yang emang uangnya ga ada di money changer indonesia terpaksa u tuker uang  ke USD dulu baru deh di bandara tujuan kamu tuker ke mata uang setempat.

Untuk rate harga di Thailand lebih baik kamu reservasi jauh2 hari dan menawar silat dulu dengan orang thailand kalau u rame2 gerudukan biasanya mereka akan ngasih diskon kok banding bayar on the spot biasanya harganya lebih mahal seperti sewa van, boat tour dll.

Buat yang mau tanya2 agency yang aku pake apa selama di Phuket, maaf saya tidak bisa banyak membantu karena aku juga cuma peserta dari kelompokku. Soal tiket urunan hotel dll sudah di atur temanku. Aku hanya membantu bayangan pengeluaran saja soal detail bisa cek blog sebelah yang lebih niat nulis guidenya siapa agency yang mereka pakai siapa dll.

So apakah kamu sudah siap untuk packing?

Sekian dongeng dan cerita saya soal travel kali ini, semoga saya dikasih kesehatan dan rejeki lebih supaya bisa travel lagi dan mendongeng lebih indah lagi~

Keep Awesome, Work Hard, Play Hard.

My Backpacker Travel Experience Kuala Lumpur, Phuket dan Phiphi Island Part III

Setiap travel pasti aku memiliki lagu playlist favorit. Ketika trip ke Brazil aku tidak berhenti mendengarkan lagu Gym Class Heroes : Ass Back Home Feat Neon Hitch di pesawat Etihad yang menghantarkanku hingga bumi Samba. Kalau travelku kali ini aku tak berhenti mendengarkan lagu The Chainsmokers & Coldplay : Something Just Like This dan Petit Biscuit : Sunset Lover

Playlist favorit disini penting karena lagu ini akan mengingatkan kenangan memori kapan aku travel :). Apa playlistmu ketika travel?

Day 4 Phiphi Island 25 February 2017

Pukul 7 pagi kami kudu bergegas ke Tail Boat untuk mengikuti trip laut dan pantai. Tentu ini adalah inti acara utama bagi aku, aku jauh-jauh kesini itu ingin merasakan bagaimana sih keindahan laut disini :). Kita memakai tail boat yaitu kapal tradisional asli dari Thailand. Ku lihat ada beberapa kapal boat dan yacht mewah mengarungi laut di Thailand ini, envy? tidak karena aku rasa gregetnya lebih berasa kalau memakai kapal tradisional :).

Tail Boat

Tail Boat

narsis full formasi backpacker member

narsis full formasi backpacker member

Kuamati bedanya lautan disini sama di Indonesia adalah, tidak adanya terumbu karang disini dan biota lautnya gitu2 aja, sebenarnya kita lebih unggul soal banyaknya variasi ikan plus terumbu karangnya :). Untuk mempersingkat blog dan ketidaktahuan detail lokasi saat tour ini aku hanya memasukkan foto2 saja yah (dasar penulis males)

nikmati Boat Trip kali ini <3

nikmati Boat Trip kali ini ❤

Maya Bay

Maya Bay

semak di Maya Bay LOL

semak di Maya Bay LOL

bagian belakang Maya Bay

bagian belakang Maya Bay

lupa ini dimana

lupa ini dimana

di Lagoon

di Lagoon

Oh i'm in Love with those turquoise water

Oh i’m in Love with those turquoise water

Monkey Island

Monkey Island

Tour Boat dari jam 7 sampai jam 1 siang itu terasa sangat cepat sekali, Pokoknya starving vitamin Seaku sembuh disini, panasnya matahari, warna air yang turquoise, tone warna ombre tidak akan aku lupakan dalam ingatanku. Oh iya maaf kalau foto2 saya itu tidak instagramable karena saya lebih fokus pada memories di kepala saya bukan pemburu foto indah apalagi sampai di filter2, karena saya lebih menghargai raw foto, apa adanya dan tidak ada kepalsuan karena refleksi dimata dan kenyataan itu sama. Aku ga mau fokus pada hp dan kamera karena aku ga mau sampai lupa daratan dan sekitar karena mainan gadget, buat apa jauh2 aku kesini cuma buat mainan HP? sungguh sia2 sekali kalau kamu sampai melewatkan momentum.

Sesampainya di pulau Phiphi kita segera check out hotel dan mandi karena kita udah kena check out jadi mandi di restaurant depan hotel yang aku bilang bapaknya sangat ramah itu lo dan makan siang disana. Segera kita bergegas ke dermaga jam 2 karena Kapal kita akan berangkat ke Phuket lagi. Kali ini kita putuskan duduk di kursi bawah yang kena AC bukan diatap karena udah kecapekan dan kepanasan dah ga kuat lagi. Karena kursi sudah penuh terpaksa kita duduk terpisah dan aku memutuskan duduk disamping bule cakep yang lagi tertidur.

Meet Stranger Part 2, John 

Kulihat bule sampingku yang tertidur, rambutnya berwarna hitam dan sepertinya bermata hitam, aku tebak2 pasti ini bule Spanyol. Cakep juga ini bule gunamku, cukup lama dia tertidur hingga akhirnya dia terbangun dan agak lama hening akhirnya aku mulai pembicaraan dengannya. Rupanya dia bernama John yang berasal dari Colombia tebakanku meleset rupanya amerika selatan walau tutur katanya bahasa Spanyol benar he2. Dia bercerita memiliki kekhawatiran karena Hp Samsung S7nya pas diajak nyelam setelah itu ga bisa hidup lagi. Dia demostrasikan menghidupkan Hpnya yang ga bisa ngeboot sampai menu, ku tawari power bankku sapa tahu kekurangan daya tapi tetap Hpnya tidak mau ngeboot sampai menu. Ketakutan dia adalah karena semua informasi seperti booking Hotel, alamat Hotelnya menginap di Bangkok, sampai tiket pesawatnya itu semua di Hpnya. Problemnya adalah ketika login emailnya pasti ada notifikasi SMS kalau lewat Device lain. Aku yang kasihan padanya menawarkan memakai Hpku untuk login email, karena Hpku dual Simcard Hybrid aku coba untuk membantunya. Tapi aku ga bawa jarum buat buka sim card Hpku ujarnya, Hmmm sini genius Ayu lalu melepas suweng antingnya yang bisa jadi alat membuka simcard, Oh iya kamu perempuan! ujarnya sambil berdecak kagum melihat inisiatifku. Simcard John sudah masuk HPku dan login email sudah dicoba tapi kok notifikasi kode SMS tidak segera masuk, usaha kita sia2, si John sudah sedikit putus asa tapi ya gimana lagi kita sudah mencoba. Hingga akhirnya ketika simcard John sudah dilepas kok SMS kode login malah masuk? aneh ujarnya akupun juga mengiyakan ini aneh. Akhirnya John bisa masuk ke emailnya dengan sukses dan sibuk menulis segala informasi di emailnya dia meminta kertas padaku karena bukuku di tas carrier di dasar kapal aku memutuskan memberikan kartu nama di dompetku, rupanya tidak cukup kartu namaku buat nulis informasi si John, dia minta kertas lagi, duh! akhirnya aku berikan kertas kuitansi pelunasan kursusku kepadanya yang lebih besar. John berujar wah Hpmu menunya pakai Bahasa Inggris dan ini cukup membantu katanya karena kulihat segala email dan bahasa pengantar yang dipakai John emang bahasa Spanyol, ku jawab karena aku sudah terbiasa memakai bahasa inggris sebagai bahasa pengantar ke 2ku. Setelah selesai dengan urusannya kini kita bercerita tentang Kampung halamannya yaitu Colombia. Jujur saja aku tidak tahu banyak soal Colombia akhirnya si John jadi pendongengku soal Colombia ha2 menarik. Si John ini ceritanya perjalanan mau balik ke Colombia dari NZ selama 7 bulan. John menghabiskan waktu 7 bulan di NZ untuk semacam kursus bahasa Inggris. Kisahnya yang meninggalkan segala yang ia punya di Colombia demi ke NZ dan awal perjuangannya di NZ benar2 menginspirasiku. Aku ingin bisa meninggalkan negaraku suatu hari nanti dan mencoba hidup baru di negeri orang, sungguh. Perjalanan 1,5 jam terasa cepat tak terasa kita sudah sampai dermaga Phuket lagi tentu tak lupa aku meminta selfie bareng sama si ganteng ini. For memories ujarku, dan si John tidak keberatan fotonya diupload di sosmedku, silahkan upload di instagram dan facebookmu katanya 🙂

sama si John

sama si John

Sesampainya di Dermaga kita segera mencari mobil van yang mengantar kita ke Hotel Patong@Inn. Hotel ini jauh lebih baik tentunya dibanding hotel tempat aku stay di Phiphi island LOL. Urunan hotel kali ini adalah 600 baht peranak tidak ada break fast dan swimming pool yah.

di balcony hotel Patong@Inn

di balcony hotel Patong@Inn

bagian kamar Patong@inn Hotel

bagian kamar Patong@inn Hotel

Karena tau2 kok aku merasa pening aku tidak jadi mengexplore Patong malam ini. Setelah makan malam dengan makanan muslim karena teman2ku muslim semua akhirnya aku ke pharmacy cari obat vertigo, habis dari pharmacy kok malah kecantol di toko baju dalam ha2. Yang aku heran mesti itu jam 10 malam tidak tutup toko baju dalam kata penjaga mbak2nya itu tokonya tutup jam 2 pagi wwooooww~.

Exploreku di Patong dan Phuket dihari ke 5 akan aku lanjut di postingan berikutnya karena tak terasa tau2 sudah subuh aja disini ha2… Aku habis teler sakit meriang dan flu udah agak mendingan karena semalam ke dokter diberi antibotik dan obat batuk. See ya Later jangan lupa pantau dongengku di Blog tercinta ini ❤

Bersambung…..

My Backpacker Travel Experience Kuala Lumpur, Phuket dan Phiphi Island Part II

Flashback seminggu sebelum keberangkatanku ke Kuala Lumpur, aku ijin pamit kepada nenek. Nenek terlihat tidak yakin akan keputusanku travel kali ini ke luar negeri. “Emang kamu bisa bahasa inggris?” tanya nenek, aku jawab sambil tersenyum tentu bisa, simbah tidak perlu khawatir. Kehawatirannya itu bukannya tanpa mendasar tapi kali ini aku pergi keluar negeri tanpa EO, hanya dengan teman-temanku.

Lalu aku me WA Intan, kawanku dari SD yang sudah cukup akrab, teringat aku dia lagi di Bangkok. Ku tanya pendapatnya soal Bangkok dan dia jawab, “menyenangkan!, aku yakin kamu akan betah disini yuk”.  Pendapat Intan membuat aku semakin tidak sabar untuk segera berangkat ke Thailand

Day 3 Phiphi Island 24 February 2017 

Jam menunjukkan jam 3 pagi di Bandara Internasional Phuket. Tidurku cukup tidak nyenyak tapi aku tidak mau melanjutkan tidur. Ku lihat keadaan sekitar rupanya yang tidur ngemper ga cuma rombongan kita saja, ku lihat beberapa bule tampak tidur ngemper didepan bandara seperti kita, ada yang sendiri ada yang berkelompok. Keriuhan bandara Internasional Phuket tidak mati bahkan dipagi buta begini. Karena jadwal tidurku yang kacau aku kelaparan, aku putuskan ke Seven Eleven di bandara, tidak jauh cuma naik elevator 1x sampe deh. Aku sibuk melihat2 apa yang dijual Seven Eleven disini dan Hp tak lepas dari gengaman tanganku sibuk mengkonversikan harga mata uang baht ke rupiah. Rupanya harga makanan disini sebenarnya sama dengan rate harga makanan di Indonesia gunamku, nah mulai deh aku ke rak beer, ku cek harga beer Chang yang direkomendasikan si Om katanya beer dari Thailand yang paling enak. Wow begitu aku konversi untuk yang botol beling paling kecil cuma 12ribuan! di Indonesia itu udah 35rb kalau sebotol kecil itu untuk beer Bintang. Tapi aku tidak mau minum beer ini terlalu pagi perutku perlu diisi makanan, aku berlalu ke rak makanan oven. Ku lihat ada nasi plus ayam, nasi plus daging babi, macaroni, dan spagetti. Pilihanku pada spagetti dan aku konversikan seporsi makanan oven ini kisaran 15ribu rupiah, harga yang masih masuk akal.

sarapan pagi

sarapan pagi

tak lupa jajanan lays mendampingi sarapan pagiku kalau dikonvert kisaran 10rb lebih murah sepertinya banding di Indo

jajan pagi

jajan pagi

Jam menunjukkan jam 6 pagi, mobil van jemputan kita sudah datang. Pagi jam 6 disini masih seperti subuh, masih gelap. Perjalanan kita ke dermaga dari bandara kurang lebih 1 jam, cukup jauh rupanya. Suasana Phuket tidak beda jauh seperti di Indonesia, ada pertamini juga, ada warung kelontongan yang beda itu ada tuktuk, angkutan umumnya untuk anak sekolah, dan tentu aksaranya sangat berbeda tapi secara atmosphere tidak beda jauh bahkan aku sampai lupa kalau aku sedang dinegeri orang.

Akhirnya kita tiba di Phuket Rassada Port. Dermaga ini masih tampak lenggang karena masih pagi, rencananya sih kapal kita berangkat jam 9 pagi.

phuket rassada port

phuket rassada port

makin siang makin rame ini Dermaga dan kita sudah masuk Dek kapal. Kita memutuskan untuk duduk diatas kapal, menghadap langsung ke cahaya sinar matahari yang cukup terik.

suasana didek atas kapal

suasana didek atas kapal

look at the sun <3

look at the sun ❤

Akhirnya kapal meluncur ke arah pulau Phiphi, jarak tempuh 1 jam setengah kurang lebih. Perjalanan terasa sangat panjang dan lama. Para bule banyak yang memakai bikini dan berjemur. Ada juga turis India dan Arab disini mereka sibuk photo2 selfie ada yang bercengkrama. Hebatnya meski diatas laut tapi signal internet di Hp tidak hilang loh, bisa menjangkau atas laut wow. Yang makin aku heran lagi kata teman2 pada naik kapal ke arah Karimun Jawa itu 5 jaman ke Gili itu sampai berjam2 tapi ini kok bisa lebih cepat ya? padahal kalau dilihat di map itu pulau Phuket dan Phiphi ga dekat loh apa karena beda jenis kapal? entahlah karena saya juga belum explore keindahan pulau Karimun jawa dan Gili Trawangan semoga next time bisa.

Sesampainya di pulau Phiphi jangan lupa sediakan baht kalau tidak salah ingat antara 20 atau 30 untuk bea masuknya. Aku cukup takjub dengan keindahan laut disini, warna airnya tosca kebiruan, kulihat pasir putih lembut dan ikannya bisa kelihatan dari kapal. Seperti di kolam renang tapi ini lebih indah.  Kulihat situasi di bagian kota pulau phiphi, terdiri dari gang2 kecil dan banyak kios toko,cafe. Jalanan tampak penuh padahal kecil, karena banyak wisatawan wira wiri melewati gang kecil ini. Yang bikin makin penuh rupanya di Phiphi dilarang naik sepeda atau kendaraan pokoknya kemana2 ya jalan kaki. Moda transport disana untuk supply bahan pokok pakai semacam gerobak dorong jadi jangan heran kalau tau2 kamu diteriakin dari belakang disuruh minggir karena mau buat lewat gerobak dorong baik yang kosong ataupun membawa muatan bahan pokok.

dermaga pulau Phiphi

dermaga pulau Phiphi

susana di kota phiphi island

susana di kota phiphi island

suasana pantai dari view dermaga dekat Seven Eleven Phiphi

suasana pantai dari view dermaga dekat Seven Eleven Phiphi

Hotel tempat kita menginap bernama Phiphi October House tidak jauh dari dermaga tapi tidak sesuai ekspetasi hahahaha, kata mas Jenggot dan mas Isa foto yang dishow itu keliatan bagus. Ini hotel lebih cocoknya sih disebut losmen banding hotel, ini hotel hanya ada 3 kamar, per1 kamarnya itu ada 1 kasur yang diselot menjadi 3 slot, sangat kecil dan hanya cukup buat bobok walau ada AC dan kipas plus kamar mandi dalam tentunya. Lantainya pun dari triplek bukan beton permanen termasuk dindingnya. cuma aku tidak terlalu banyak komplain disini, toh lebih baik dari pada bobok di bandara, lagian ini Phiphi island bung! hotel disini ratenya mahal2 jadi kalau kita ngere dapetnya hotel begini tak masalah.  Urunan hotel peranak 400 baht.

suasana di hotel Phiphi October House

suasana di hotel Phiphi October House

Perut sudah melolong lagi kita makan di depan hotel aku lupa nama restaurantnya cuma yang jualan bapak2nya ramah banget cut rambutnya lucu. Tentu aku tidak boleh melewatkan Thai Tea nya yang terkenal sampai di Thailand. Aku ga mau makan macem2 disini nasi goreng seafood saja cukup. Yang bikin unik setiap hidangan disini selalu di temani jeruk nipis aku tidak menyangka nasi goreng disiram perasan jeruk nipis bisa nikmat~

Thai Tea favorit ku! <3

Thai Tea favorit ku! ❤

nasi goreng nya thailand

nasi goreng nya thailand

Harga makanan di Phiphi ya lumayan lebih mahal dibandingkan di Phuket, siapkan saja untuk makanan dasar tidak mewah2 amat standardnya plus minum dirange 110 sampai 150 kalau mau makanan aneh2 bisa diatas 200 baht. Mau ngere? jajan makanan oven di Seven Eleven saja tapi apakah kamu jauh2 sampai Thailand cuma mau makanan Seven Eleven terus2an? tentu tidak kan? jadi saranku sih di combine aja sih sehari 1x jajan di sevel 2x di restaurant lokal atau dibalik.

Sehabis makan sore teman2 lebih memilih untuk istirahat tapi tidak untuk aku. Aku memilih untuk jalan2 mengexplore pulau Phiphi ini sendirian, aku tidak mau kehilangan moment aku jauh2 sampai sini cuma buat bobo ya sia2 lah, bobo itu bisa dirumah hahaha~ prinsip yang tidak bagus soalnya tapi tiap travel kita itu restless sangat wajar. Aku susuri pantai di Phiphi sampai Long Beach, Wow saya tidak berhenti terkesima dengan keindahan pantai disini. Aku bukannya kufur nikmat dengan keindahan pantai paling dekat dirumah yaitu Gunung Kidul, tapi pantai selatan seperti Gunung Kidul itu gelombangnya ganas, berkarang tajam sangat berbahaya, aku memimpikan pantai yang kalem ombaknya, ga dalem pantainya, warna airnya tosca bukan biru, dan bergradasi seperti ombre disinilah mimpi pantai indah dalam bayanganku itu terealisasi sayang kenapa saya harus jauh2 kesini? karena lebih murah bo~ pantai indah yang dibayangan kepalaku itu kalau pengen di Indonesia harus mengeluarkan kocek tidak sedikit, menurutku pantai indah di Indonesia seperti impianku itu mahal sangat2 mahal.

pantai~

pantai~

pantai lagi <3

pantai lagi ❤

Btw samping gw itu rupanya lady boy karena aku waktu itu mau duduk deket dia kagak nyangka dia lady boy pas dilihat dari belakang begitu aku ngomong “excuse me” eh di jawab dengan suara bass tapi fisik wanita ahahaha~ aku ga boleh kaget soal lady boy disini karena disinilah surganya mereka.

pantai long beach

pantai long beach

suasana cafe dan bar dipinggir pantai

suasana cafe dan bar dipinggir pantai

Oh iya! sampai Thailand jangan lupa cicipi cornetto rasa Kitkat dan Kitkat Green tea ada es cream Milo Stick juga bisa beli disevel, karena di Indonesia belum ada bo~

yummy ice cream!

yummy ice cream!

ice cream Kitkat!

ice cream Kitkat!

Kulihat ada beberapa resort indah disini, yang bikin ngiler itu lihat resort didekat long beach, ada hotel di bukit gitu dan menghadap langsung ke arah laut dan balkoninya transparant. Kulihat ada sepasang bule bercengkrama disitu bikin gw jealous sumpah gw pengen juga merasakan itu T_T next time kalau mau honey moon disini itu resort bisa aku masukkan dalam wishlist.

Jam sudah menunjukkan jam setengah 5 sore aku harus bergegas ke hotel lagi berkumpul sama teman2 karena rencananya kita mau ke View Point untuk nonton sunset. Aku mencari konter yang jualan simcard Thailand disini susah bener kalau di pinggir pantai akhirnya aku putuskan untuk berjalan lebih masuk gangnya akhirnya nemu deh ada yang jualan simcard thailand. Yang aku pakai itu sim card AIS yang traveller sim 4G untuk 7 hari harganya sih tertera dilabel 299 baht tapi di genepin lah jadi 300 baht. Yes akhirnya gw ga jauh dari peradaban lagi gw bisa bebas online dimanapun dan buat instastory bikin penggemar2 gw update kegiatan saya hahahaha~ *evilsmile. Jangan lupa bawa passportmu kemanapun dimanapun! karena di LN passport itu sangat penting! bahkan saat beli simcard aja kamu bakalan diminta passport!. Masnya yang mbukak passportku kok malah make visa brazil gw buat masukin data hadeh~ akhirnya aku tunjukkan lembar data passportku yang benar, banyak sekali yang salah membaca lembar passportku dikira lembar visa Brazil gw itu yang lembar identitas hadeh~.  Begitu aku sudah konek internet aku bergegas menghubungi teman2 yang di hotel , aku melewati jalanan yang tidak sama lebih masuk2 dan aku lihat2 banyak banget bikini dan baju2 tumblr ala pantai yang unyu banget! sayang karena danaku terbatas aku ga berani masuk apalagi tanya2 karena aku yakin ini daerah wisata mending aku urungkan niat membeli baju pantai ala tumblr itu toh lagian kalau udah di Jogja bakalan jarang di pake karena terlalu sexy bisa kepake kalau di Bali sama Lombok doang.

Perjalanan menuju view point lumayan jauh lo sekitar 3,5 km untuk naik keatas, aku yang jalan paling lambat akhirnya tertinggal di belakang. Sesampainya seperempat perjalanan aku dan 2 orang kawan didepan diberi tahu warga lokal kalau jalan berbelok itu lebih cepat sampainya di view point, akhirnya kita memilih jalan pintas itu dong banding lewat rute regular yang katanya lebih jauh dan lama itu. Tanpa terasa aku berjalan melewati anak tangga lebih cepat dibanding kawan2 di belakangku. Tinggallah aku sendiri mendaki anak tangga yang curam dan banyak ini….sialan batinku…kemarin2 sudah ndaki anak tangga di batu Caves sekarang lebih tinggi lagi bo~ napasku tersengal2 tapi niatku untuk sampai view point cukup besar, beberapa bule dan warga negara lokal juga terlihat tersengal2 melewati anak tangga yang curam ini. Begitu pintu masuk jangan lupa sediakan 20 baht untuk bea masuk view point nah dari situ udah deket sama view point 1 tapi aku ga puas aku masih mau naik ke view point 2. Di perjalanan ke view point 2 ini gw mengalami kejadian rasis yang sangat menyebalkan kalau diingat.

Di tengah perjalanan ku ke view point 2 aku yang akhirnya mendaki sendirian ini memakai dress H&M warna hitam dengan aksen bunga2, karena menemukan bunga sepatu warna merah cocok banget sama bajuku akhirnya aku petik dan menghiasi sanggulan rambut belakang. Lalu ada 2 belakang bule belakang gw yang berbincang2 dengan bahasa inggris membicarakan aku bilangnya begini “lihat cewek itu walaupun gemuk tapi jalannya cepat, baju dan bunganya matching sekali warnanya, tapi….aku rasa dia seorang wanita pelacur” . Mukaku langsung merah begitu dibilang begitu, sialan! gw jauh2 disini cuma dikira pelacur??!!! WTF. Mungkin asumsi ke 2 bule tolol itu dia kira gw itu warga lokal, cewek Thailand asli yang tidak bisa berbicara bahasa inggris secara lancar apalagi mendengarkan. Aku yang bisa bahasa inggris ini sangat tahu pembicaraan mereka! sontak aku mengalih kebelakang kepalaku dan melihat ke 2 bule itu tajam. Tapi mulutku kaku, aku tidak bisa membalas perkataan mereka karena aku capek dan aku cuma sendirian sekarang di negeri orang, aku tidak mau membuat banyak masalah disini. Akhirnya aku berjalan lambat dan membiarkan ke 2 bule goblok itu mendahuluiku, aku muak liat mereka, tapi mataku berkaca2….aku merasa direndahkan sebagai wanita asia tenggara. Seburuk itu kah image wanita asia tenggara di mata bule itu??? hatiku hancur berkeping2, gw disakiti secara psikologis melalui kata2 ke 2 bule itu. Memang aku ga boleh memakai baju bagus??? iya baju saya H&M model sabrina dengan off shoulder dan cukup sexy tapi bukan berarti menjudge saya sebagai pelacur itu tidak lah dibenarkan. Toh disini banyak wanita pakai bikini celana daleman doang sama BH aja fine2 aja masak aku yang pake dress ini langsung di judge wanita pelacur?? apa karena aku berkulit cokelat dan berambut hitam makanya aku dikira pelacur. Kata2 mereka sungguh tidak bermatabat, jauh2 aku sampai negeri orang dibeginikan, aku langsung ngedown, langsung aku kirim surat suara ke orang saya kasihi di benua Eropa sana, dan si Om yang berada di Bangkok. Mereka berusaha menguatkan hatiku dengan jawaban WAnya tapi tidak cukup kuat membuat aku kembali tersenyum saat itu. Akibatnya aku jadi uring2an, bipolarku kumat, aku sangat2 jadi tempramental dan mudah tersinggung. Bahkan sampai view point 2 suasana hatiku belum juga membaik, sunset indah di view point 2 tidak berarti buat aku karena suasana hatiku yang rusak karena bule goblok itu

muka beteku di view point 2

muka beteku di view point 2

di view point 2 kita bisa lihat pulau Phiphi ini secara jelas kalau dibayangkan pulau Phiphi itu seperti angka 8 ditengahnya itu adalah kotanya dengan pantai menghadap ke luar dan atas bawahnya itu adalah gunung.

sunset di view point 2

sunset di view point 2

indah sekali sunset di view point 2

indah sekali sunset di view point 2

Akhirnya sunset habis dan kita turun ke bawah, lagi2 aku ketinggalan teman2ku didepan dan berlanjut turun sendirian. Pembicaraan bule di belakangku bikin risih sumpah, mereka membicarakan soal tidur sama cewek disini, mereka mbayar sekian,,dan mereka mau lanjut travel ke indonesia juga tapi aku emoh ngobrol sama bule belakang gw jijik trauma gw sama kalimat offensive bule belakangku sebelumnya.

Meet Stranger Part 1, Stefanie

Sampai di bawah gw tersesat bo~ gang kecil2 disini membingungkan….akhirnya aku putuskan menunggu bule belakangku sapa tahu dia bisa memberi petunjuk. Nongol lah wanita bule cantik dengan tas carriernya yang aku tanyakan arah ke kota eh dia malah kesasar juga XD . Dia adalah bernama Stefanie dari Vienna, karena aku kasihan sama ini bule cantik2 kok sendirian kesasar cari hotelnya yang bernama Bungalow Bamboo. Aku arahkan Stefanie ke arah kota dulu saja karena ini dipinggiran. Sampai di suatu gang yang tampak terlihat buntu kita menanyakan bule laki2 yang sedang bergerumul arah kota kemana malah mereka minta nomer Hp kita dan bergabung sama dia saja, edyan lah~ tapi kita tolak dan kita jalan tetap terus. Ditengah jalan Stefanie mentraktir aku beer akhirnya aku iyakan karena haus juga habis ndaki ke view point 2

beer Leo dari Stefanie

beer Leo dari Stefanie

diperjalanan gw ga bisa berhenti curhat sama Stefanie soal kelakukan bule belakangku yang terjadi barusan dan Stefanie tampak tidak terima juga dengan perlakuan bule belakangku tadi. Stefanie punya ide untuk menanyakan soal lokasi hotelnya dengan meminta tolong pada warga lokal yang jaga di counter boat tour, aku hanya bisa mengekor menemani Stefanie. Sang warga lokal akhirnya menelpon pihak hotel Stefanie menginap dan mengarahkan kita untuk menunggu di Sevel dekat dermaga. Aku yang tahu arah Sevel dermaga pun menemani Stefanie sampai Sevel. Menunggu sebentar didekat dermaga ada warga lokal yang berusaha berbincang pada kita rupanya 1nya itu orang malaysia yang berusaha berbicara padaku dengan bahasa melayu tapi begitu aku jawab bahasa Indonesia ga nyambung dan ga mengerti satu sama lain hahaha~ Gw disini suka dikira orang Malaysia atau Filipina. Setelah menunggu 17 menitan akhirnya jemputan Stefanie datang seorang bapak2 yang tampak merah mukanya karena marah dan bilang ke Stefanie katanya dia sudah menunggu di dermaga sejak sore menjemput Stefanie tapi Stefanie tidak juga kunjung datang malah ngeloyor. Tas carrier Stefanie di dorong dengan gerobak dorong oleh bapak2 tadi, lumayan ga usah bawa2 tas lagi deh Stefanie. Akhirnya kita jalan ke arah kota dan terus menebus arah bukit lagi bo~ ke arah view point lagi! OMG jauh banget. Yang bikin aku tercengang adalah begitu kita sampai kaki bukit naik pick up masih nanjak lagi…tinggi banget! kenapa u milih hotel disini Stefanie? ini jauh banget dari kota kataku. Si Stefanie pun tampak bingung dan tak mampu menjawab pertanyaan dasar….rupanya dia juga ga mempelajari denah dan map di Phiphi island cuma asal booking aja.  Sesampainya di resepsionist bapak2 tadi masih tampak marah pada Stefanie dan Stefanie keliatan ga enak katanya apa yang bisa ku perbuat supaya dia ga marah lagi, aku jawab udah cuekin aja wajar lah orang nunggu lama ga nemu2 pasti marah. Aku ikut Stefanie ke kamarnya karena aku penasaran dengan Bungalow Bamboonya, woalah cuma gini doang, kayak gedhek2 gitu beralas triplek ga bagus! bagusan di Indo dan denger2 disini juga ga murah. Stefanie membangun jala di kasurnya karena katanya bukan takut nyamuk tapi takut sama laba2 kalau tau2 nongol dari gedheknya gimana? Yang bikin aku bingung kenapa namanya Bamboo kalau di Phiphi aja aku ga nemu tumbuham bambu disini ha2 lucu.  Selesai membangun jala di kasurnya Stefanie menawarkan aku tidur sama dia karena ada 2 kasur, tapi ajakan dia aku tolak karena aku berfikir akan nasib teman2 seperjuangan backpackerku. Lagian aku jam 7 kudu sudah siap untuk ke dermaga dan berangkat snorkeling. Kamar Stefanie itu kalau aku konvert mata uang rupiah itu 500ribuan permalam, mahal bathinku, tapi dapet fasilitas kolam renang yang entah dimana kolam renangnya. Karena Stefanie merasa senang denganku dia menawarkan aku membelikan beer 7! aku tercengang dan bilang aku ga berani minum banyak2 karena besok gw itu mau snorkeling dan harus bangun pagi, akhirnya menurun jadi 3 beer saja! aku masih diam saja, lalu Stefanie memberikan penawaran finalnya, gimana kalau 1 shot saja?!. Aku tetap terdiam karena bingung sebenarnya pengen sih tapi aku besok gimana???. Akhirnya kita memilih berjalan kebawah ke arah kota lagi ada party disana dan Stefanie ngajak aku kesana. Disana aku mau minta makan malam tapi rupanya sudah close order.

Aku dan Stefanie

Aku dan Stefanie

Karena aku kelaparan aku meminta Stefanie meninggalkan lokasi party dan makan saja diluar.  Kita akhirnya makan di Himalaya Restaurant. Disini Stefanie merekomendasikan makan mie gitu lupa namanya apa.

Dinner with Stefanie

Dinner with Stefanie

Di makan malam inilah kita mulai berbincang2 lebih dalam. Si Stefanie itu ga tau tentang Indonesia taunya cuma Bali yah seperti bule kebanyakan~. Akupun selalu menjadi Ambassador Indonesia dadakan mempromosikan Indonesia ke khalayak luas kalau sudah begini bercerita tentang Indonesia itu disini, begini dan begitu. Stefanie itu bekerja di dealer mobil ternama di Vienna sana, dan sebelumnya juga bekerja untuk merk mobil ternama. Wow aku lalu jawab berarti u tahu dong orang kaya disana, iya dia jawab, apa kamu mau aku kenalin salah 1nya? hahaha pembicaraan wania mulai genit, tapi dia lalu menyanggah lebih baik ga usah ding orang kaya itu rese katanya. Perbincangan berlanjut hangat seperti kita kawan lama. Selama kita bersama orang2 selalu melihat ke arah kita, entah karena kita ber2 ini cantik atau karena wanita asia tenggara berjalan bersama wanita bule itu terlihat tidak wajar, karena emang ga umum sih kombinasi wanita asia jalan sama bule.

Malam sudah menunjukkan jam 12 malam saatnya aku harus berpamitan dengan Stefanie dan pulang ke hotel. Stefanie membayar makan malamku wah rejeki anak soleh lumayan~. Di perjalanan pulang kulihat bar2 di Phiphi Island meriah dan liar. Asik sekali bagi anak suka party pasti betah disini cuma aku buru2 pulang cuma melihat dan merasakan atmospherenya dari jalanan saja. Sesampainya di hotel mas Jenggot dan mas Isa sudah tertidur dikasurnya masing2,,,akupun bergegas bergabung dengan mereka dan tidur~ Sungguh hari penuh petualangan dan indah harus aku akhiri dengan istirahat.

cerita hari berikutnya seperti tourku ke pulau maya, snorkeling, dan perjalananku di Pulau Phuket akan aku lanjutkan di postingan berikutnya karena aku harus ke dokter karena sakitku makin parah 😦 .

Bersambung…..

Post Navigation