aderida area

Proud To Be You Are

Archive for the tag “#pasarseni”

My Backpacker Travel Experience Kuala Lumpur, Phuket dan Phiphi Island Part V

Day 6 Kuala Lumpur Part 2  27 February 2017

Di terminal aku lagi-lagi duduk terpisah dengan teman2ku. Beberapa seat penuh dan aku memutuskan duduk sendirian menjauh dari teman2. Ku buka tas carrierku dan aku mau menyeduh Mie instant kemasan karena belum sarapan, tiba2 dari belakang ada seorang bapak2 paruh baya asia menawarkan kemasan makanan sterofoam, beliau ibarat malaikat yang tahu keprihatinanku, tentu tawarannya tidak aku tolak aku hargai niat baiknya memberikan aku sarapan pagi ini. Di dalam kotak sterofoam aku berharap isinya nasi atau mie tapi sirna sudah ketika aku lihat isinya adalah sandwich roti tawar, pisang dan telur rebus LOL mindset kepalaku adalah aku masih di Indonesia membayangkan kelezatan makanan Indonesia.

sarapan dari seorang stranger

sarapan dari seorang stranger

suasana terminal bandara Phuket

suasana terminal bandara Phuket

Setiap gw di bandara selalu memoto strip linenya

Setiap gw di bandara selalu memoto strip linenya

tas carrier multicam kesayanganku

tas carrier multicam kesayanganku

Aku sempat liat2 toko di dekat terminal, banyak oleh2 cokelat ditawarkan tapi mataku tertuju pada cokelat Karl Fazer. Mataku tak berhenti menatap cokelat yang berasal dari Finlandia itu, negeri impianku selama ini. Teringat aku akan Om yang memperkenalkan merk cokelat ini padaku, saat perjalanan beliau di bandara Changi dia pamer cokelat Karl Fazer ini melalui pesan WA, “the best chocolate” katanya. Tentu si Om yang adalah seorang warga negara Finlandia akan mengelu2kan produk buatan Finlandia itu sendiri. Aku yang saat itu mupeng segera riset di google mana yang menjual cokelat Karl Fazer itu, rupanya di Indonesia ga ada yang jual, kecewa saya. Si Om pun menjanjikan akan mengirimi aku cokelat Karl Fazer kalau sudah Finlandia sayang itu hanyalah tinggal janji pas dia balik dia ga ngirimin, aku mau nagihpun udah ga enak. Harga cokelat Karl Fazer dibandara ini seharga 330 Baht sedangkan uangku tinggal 250 baht, aku cuma bisa gigit jari dan berharap akan menemukan cokelat Karl Fazer saat di Bandara Malaysia, kalau seandainya uang ringgitku ga cukup aku akan nekat gesek kartu kredit gunamku.

Penerbangan kembali ke Kuala Lumpur dari Phuket International Air Port terasa lebih cepat dibandingkan saat berangkat. Aku benar-benar lelah dan hanya tidur sepanjang penerbanganku ke KL. Tumben formasi pulang kita tidak mencar2 kali ini gw bisa duduk sebaris dengan teman2 kelompokku. Tampak aku dan kawan2ku seragaman, kita semua tertidur karena kelelahan.

Sesampainya di KL kita makan siang di Quizinn seperti biasa, kelaparanku akan masakan indonesia terbayar dengan makan nasi prasmanan seperti nasi sayur lauk tempe dan lele akhirnya gw makan masakan indonesia walau dinegeri Malaysia.

Kita menginap lagi di Hotel Mandarin Pacific, karena aku sudah apal medan aku memutuskan untuk memiliki rencana sendiri pergi ke IKEA. Tau IKEA? itu lo toko furniture berasal dari Swedia. Di Indonesia cuma ada di Mall Alam Sutera Tangerang jaraknya 500km dari Jogja. Dulu gw pengen banget ke IKEA Mall Alam Sutera cuma karena jauh aku belum sempat kesana eh malah sekarang gw dikasih kesempatan ke IKEA di KL yang jaraknya 2000Km dari Jogja. Aku ingin menikmati swedish meatball yang terkenal itu dan di jual di IKEA. Rupanya di KL ada tuh IKEA yang terdekat dari Puduraya tempat aku menginap itu cuma 3km. Tentu kesempatan ini tidak akan aku sia2kan dan aku memutuskan nekat berangkat sendiri naik Monorail. Karena di KL aku tidak memiliki simcard Malaysia akhirnya aku memberanikan diri pergi ke stasiun Cheras karena asumsiku karena ini IKEA Cheras pasti ya dekat dari stasiun Cheras. Sesampainya di stasiun Cheras rupanya IKEA itu masih jauuuhh banget aku tanya warga lokal pada emoh nunjukkin arah ke IKEA Cheras. Mereka terlalu malas dan menjawab itu jauh! mending naik Taksi aja! batinku kalau aku itu pemalas aku lebih memilih naik UBER aja 7 ringgit duduk manis dimobil bisa sampai ke IKEA Cheras cuma ga greget! gw pengen yang lebih menantang dengan naik monorail toh di Indonesia beginian ga ada makanya aku jalani. Karena gw kesal dengan jawaban orang2 malaysia yang bilang jauh akhirnya aku memaksa orang india yang jaga di counter stasiun LRT Puduraya  (setelah balik dari stasiun Cheras). Dia bilang kesana lurus blah2. Gw ikutin direksi orang India tadi tapi kok ga nemu2 ya, nanya satpam hotel juga ga nemu hingga akhirnya nanya ke bapak2 di jalan dan dikasih tau, di balik jembatan itu ntar kamu liat plang IKEA katanya. AKHIRNYA gw ikutin petunjuk dari bapak2 tadi menunjukkan hasil, kulihat Plang IKEA sangat jelas. Aku rasanya mau menangis karena pake acara disasarkan dulu sama orang Malaysia kesal sekali.

Finally IKEA <3

Finally IKEA ❤

Sepanjang perjalananku di KL aku amati banyak orang India yang tidak berhenti menatapku, bahkan untuk warga KL sendiri penampilanku cukup mencolok. Di monorail mereka tidak berhenti menatapku, batinku apa yang salah dengan bajuku? padahal aku pakai baju normal2 saja, cuma mungkin rambut keriting alamiku, kontak lensa warna abu2ku cukup mencolok untuk di pakai dipublic.

Sesampainya aku di IKEA aku noraknya kelihatan, AKU GA TAHU PINTU MASUKNYA DIMANA??? Berkali2 gw salah masuk pintu! malu banget rasanya, mana disitu sepi banget hingga akhirnya aku tanya cleaning service yang lagi nyapu luar dan mendapatkan petunjuk. Pintu masuknya kesana jawabnya dengan bahasa melayu setelah aku bertanya ke dalam bahasa Inggris. Sebenarnya orang Malaysia itu bertutur kata bahasa Inggris dengan baik tapi untuk orang yang berpendidikan dan anak2 mudanya kalau yang tidak berpendidikan dan orang tua mereka biasanya akan menjawab pertanyaan ku dalam bahasa melayu.

Pening penat dan lelahku kini terbayar begitu sampai IKEA Restaurant dan Cafe di Lantai 2 gedung IKEA. Wait~ sistem disini self service! dan ini pertama kalinya bagiku. Karena aku ga mau keliatan kampungan aku mengamati dulu orang2 malaysia cara ordernya bagaimana. Oh rupanya ada kereta dorong dan naruh piring nya di kereta dorong baru deh mengambil orderan kita begitu sampai di mbak2nya yang menjual meatballnya baru kita minta yang porsi kecil atau besar. Sesampainya di mbak2 nya yang mengambilkan meatballnya aku memutuskan mengambil porsi separuh saja, tapi kok ga ada bendera swedianya di kentangku 😦 rupanya yang ada bendera swedianya itu yang porsi besar huaaa~ sedih cuma ga apa2 deh bisa next time beli lagi. Aku hanya membeli swedish meatball, cinnamon roll khas swedia dan air minum botolan dengan bahasa swedianya. Sesampainya di kasir mataku menatap tajam ada cokelat Fazer! kebetulan yang dark chocolate lagi! begitu aku cek harganya cuma 19 Ringgit ga pakai babibu aku langsung ambil itu cokelat dan cokelat susu satunya walau aku amati cokelat susu satunya itu manufaktur Spanyol yang diproduksi untuk IKEA cuma ah bodo amat lagian harganya cuma 5 Ringgit beda jauh lah sama cokelat Fazer yang sampai 19 Ringgit. Sesampainya di kasir aku memutuskan pakai credit card saja sebagai metode pembayaran karena sudah kepepet, budget ringgitku menipis dan aku kudu survive sampai besok siang belum beli oleh2. Secara rate harga swedish meatball disini ga beda jauh dengan di Indonesia untuk swedish meatball isi 15 biji dan kentang separuh adalah 15 Ringgit.

Cokelat Fazer

Cokelat Fazer

Here we go inilah bintang utamanya aku sampai KL

Yay! Swedish Meatball <3

Yay! Swedish Meatball ❤

Aku berusaha kalem dan tenang biar nampak seperti warga lokal disini, orang2 bercakap2 dengan bahasa mandarin dan melayu, aku berasa alien disini sendirian hua~ padahal kebanyakan yang makan disini berpasang2an sedangkan gw sendirian :(.

Porsi separuh swedish meatball ini rupanya cukup mengenyangkan dan aku hampir ga habis, roti cinammon rollnya terpaksa aku bungkus tissue dan aku bawa pulang karena kekenyangan.

Selesai dari makan aku beranjak ke lantai 1 melihat2 seperti apa sih toko furniture milik IKEA ini. Rupanya luas banget dan bikin aku terkagum2 (soalnya di Jogja ga ada beginian LOL). Sesampainya di bagian kasir ada kok ruang yang berlalu tanpa membeli dan tentu aku lewat situ keluarnya karena ga beli apa2 LOL.

Puas dengan IKEA akhirnya aku memutuskan pulang, karena aku tadi pake acara di blasakke sama orang Malaysia kali ini aku tidak kalah pintar aku menanyakan stasiun LRT terdekat saja ke orang lokal. Yes gw ga pake acara kesasar lagi kalau soal ini, buru2 gw pulang ke stasiun Pasar Seni dekat hotelku berada.

Istirahat bentar di Hotel sendirian aku mulai merasa kesepian~ akhirnya aku memutuskan mau ke Petaling Street. Petaling Street itu terkenal akan pusatnya barang KW dan oleh2 ala Malaysia. Untung Petaling street itu tinggal koprol dari hotelku deket banget. Sesampainya di Petaling street pada PKL tidak henti2nya memanggilku dan merayuku untuk mampir ke kiosnya. “Lihat2 saja ga apa2 ga mbayar” begitu omongan mereka LOL. Para pedagang disini kebanyakan orang India menurutku dan mulutnya itu lamisss banget. Ada tas KW, ada make up KW (dan gw selalu jadi sasaran pedagang kosmetik KW), sepatu KW pokoknya surganya barang KW. Aku berhenti di kios yang jual kaos ala Kuala Lumpur dan aku putuskan membeli 3 kaos untuk kakak, bapak dan Sapto, udah yang penting aja karena budgetku juga terbatas. Jurus tawar menawar disini begini menurutku, kamu tawar setengah harga aja atau kamu konversikan dulu harga yang mereka buka ke Rupiah kalau u tau harga pasarannya di Indonesia berapa u tawar dengan harga ala Indonesia biasanya works. Kalau ga dikasih? u melengos pergi aja entar juga dipanggil hahaha ga beda jauh lah ala nawar di Indonesia.

salah 1 kios Petaling Street

salah 1 kios Petaling Street

Pasar Malam Petaling Street

Pasar Malam Petaling Street

Di Petaling street juga ada yang jual oleh2 khas Thailand kalau u ga sempet beli baju ala Thailand disini juga ada. Cuma karena keterbatasan ringgit lagi gw ga beli. Di perjalanan pulang gw masih kebayang2 sandal dari Thailand yang bunga2 itu, gw menimbang2 toh sepatu flat murah gw jebol, sandal gw jebol mending u beli aja sandalnya. Yah aku tidak memikirkan akan berjalan sangat jauh mengexplore Thailand dan Kuala Lumpur sampai ke 2 alas kakiku jebol semua. Ini menjadi pembelajaran next time kalau travelling mending pake sepatu running atau sepatu yang nyaman tapi tetap membawa sandal cadangan.

sandal baru~

sandal baru~

Uang ringgit sudah menipis tinggal 17 Ringgit dan itu buat sarapan atau makan siang besok akhirnya aku bergegas pulang ke hotel. Ada kejadian lucu nih di hotel saat aku akan menyibakkan gorden aku nemu sempak warna cokelat dibawahnya OMG. Jadi ada yang enggak sempakan nih gara2 buru2 yah mas? burungnya ga kedinginan? LOL karena gw jijik aku buang ke tong sampah itu sempak sialan~

Day 7 Back Home  28 February 2017

Jadwal penerbanganku ke Jogja adalah jam 3 sore. Jam setengah 11 aku memutuskan bergegas ke shelter di Puduraya. Karena kepagian aku bobok dishelter dan jadi tontonan orang lewat batin mereka ini cewek ngenes amat bobo di shelter sendirian. Begitu sudah di bus pun aku cuma ketiduran karena sudah kelelahan. Tapi untungnya begitu aku bangun aku sudah mau sampai KLIA 2 tidak terbayang kalau aku kelewatan bisa nangis gw!.

Sesampainya di bandara KLIA2 aku mencari2 subway buat makan siangku. Kekatrokan saya soal subway begini, di Indonesia subway udah ga ada, pernah aku mencoba subway KW buatan mister burger GAK ENAK. Makanya gw penasaran mumpung di LN dan ada subway kudu aku cobain gimana sih rasa subway yang terkenal akan saladnya itu?. Gw sampai di ketawain sama mamas katanya ya ampun ayu kamu segitunya ngebet subway! biasa aja kok ga enak2 banget ujarnya. Iye situ di Prancis ada Subway sedangkan gw orang Primitif gini ga ada subway. Karena uang gw tipis akhirnya cuma sanggup beli sandwichnya aja ga beli minum *nelangsa lagi

akhirnya bisa makan subway!

akhirnya bisa makan subway!

Selesai makan aku bergegas ke imigrasi dan siap untuk perjalanan pulang. Kakiku rasanya kaku, aku tak ingin pulang aku mau travelling terus aja~! (mulai kena wabah kecanduan travelling).

Begitu sampai terminal tak ada yang menarik untuk aku ceritakan selain terminal aku menunggu arah pulang ke jogja yang lebih kecil dari terminal ke arah Phuket, banyak orang Indonesia dan orang Malaysia udah gitu minim bule sudah deh aku ga semangat balik. Di benakku cuma ada pengen segera balik ke kamar ungu dan istirahat.

Kesialan saya belum berhenti sampai sini, eh begitu landing Jogja Hpku ngehang. ga bisa reboot ke menu setelah sebelumnya aku coba reboot karena ga bisa menangkap signal. Apes dah gw ga bisa order Grab ataupun Gojek. Akhirnya aku putuskan naik Busway Jogja itu cuma 3500 rebu saja. Bapak2 yang jaga shelter nanya “dari Jakarta? Pontianak?” menebak2 aku baru balik dari sana emang muka2 gw kayak muka orang jkt yang lagi balik merantau atau orang kalimantan yah? aku jawab “dari Malaysia pak” eh si bapak masih menebak2 lagi ngira gw itu TKI “udah berapa tahun mbak disana?” hadee kepo sekali bapak akhirnya aku jawab “cuma main” cukup singkat jawabanku tapi menutup pembicaraan dengan si Bapak. Naik busway itu berasa naik Sumber Kencono bo~ perjuangan belum selesai begitu sampai shelter terdekat yaitu di selatan Happy Puppy gw kudu masih jalan kaki menggendong tas carrier yang rupanya sudah 11KG begitu aku timbang ulang dirumah T_T.

Sekian akhir cerita travelku 7 hari di negeri orang~ (akhirnya selesai juga~) tapi ini belum berakhir, akan aku posting tips buat temen2 yang mau travelling ke Luar Negeri, beserta detail biaya pas aku di KL dan di Thailand tapi ga detail2 amat ya karena beberapa tidak tercatat.

Nite-nite ❤

Post Navigation