aderida area

Proud To Be You Are

Archive for the tag “#kualalumpur”

Tips Selama Travel dan Biaya Pengeluaran Kuala Lumpur – Phuket – Phiphi

Ada beberapa teman kepo yang menanyakan berapa biaya yang aku keluarkan selama 7 hari di Thailand dan Kuala Lumpur. Reaksinya banyak yang lebih pada kaget dari pada biasa2 saja. Itungan kasar 4 juta all in sampai ke 2 negara itu memang sangat2 murah. Tapi ingat saya ini backpacker style, pemburu hotel diskonan di traveloka, pemburu tiket promo Air Asia, travellingnya juga rame2 jadi urunan sharing room lebih murah dan makan di sana tidak mewah2 apalagi membeli banyak oleh2. Membeli oleh2 juga salah satu pengeluaran terbanyak bila kamu membeli oleh2 untuk 2 RT dan 2 RW, tapi aku berusaha menanamkan mindset ke orang2 sekitar saya bahwa saya itu ga membawa oleh2. Kalau membawa pun akan membawa jajanan pasar lokal dan snack untuk gantungan kunci saya ga akan beli baju pun aku hanya akan membeli ke keluarga inti seperti kakak,ayah dan partner kerja saya. Disatu sisi oleh2 itu bikin ribet, kita niatnya seneng2 di negeri orang kok malah mikirin oleh2 sampe lupa inti kita plesir itu apa, effort untuk mencari oleh2 itu tidak sedikit, energi waktu dan tenaga kamu kerahkan untuk cari oleh2 mending kalau yang kamu kasih itu tau terima kasih eh rupanya di kasih oleh2 malah jawabannya “kok beli ini?” kan kampretos sekali kan?.

Total pengeluaran termasuk tiket kurang lebih 4 jutaan itu masih sisa dikit lah~.

Keterangan yang lupa aku masukkan adalah biaya naik monorail LRT di KL itu kisaran 5 RM tergantung jaraknya kalau paling jauh ya sekitar 5RM sampai 6RM. Aku tidak bisa menuliskan detail pengeluaran secara inti karena aku sampai tanggal 26 Feb mulai muak nulis pengeluaran dengan itungan sen dan malah jadi pikiran dikepala akhirnya tidak bisa tidur nyenyak karena sebelum tidur sibuk mengingat2 duit yang aku keluarin. Oh iya untuk itungan range biaya hidup dan makan di KL dan Thailand itu ga beda jauh dengan Jakarta dan Bali menurutku. Tapi jangan pernah konversikan ke biaya akomodasi Jogja adanya sakit ati kalau ngitung2 sekali makan kok habis 35K adanya entar kamu malah pusing dan gak makan.

Rate aku menukarkan uang saat itu adalah 1 THB = 390 dan 1 RM= 3100 nilai mata uang bisa berubah sewaktu2 jadi berdoa aja kalau pas mau berangkat nilai mata uang lagi bagus atau sukur2 bawa uang saku dollar USD yang banyak jadi ga usah prihatin di negeri orang seperti saya lebih enak bawa dollar dimana2 diterima ha2~.

pengeluaran-travel

pengeluaran-travel

Yang aku tulis hanyalah rincian pokoknya, beli oleh2, jajan dll ga aku tulis.

Tips ala Ayu kalau mau backpacker Travel:

Namanya Backpacker travel itu ya bawanya tas carier alias tas punggung kalau bawa koper bukan backpacker lagi hahaha~. Pakailah tas carrier yang nyaman, investasi tas punggung carrier itu ga akan pernah salah. Mulai kerasa pentingnya tas carrier itu ketika kamu harus kemana2 dengan bobot tas yang diatas 7 KG mulai sakit tuh bahu kalau pake tas carrier yang tidak sesuai kebutuhanmu.

pengeluaran-travel

tas carrier teman sejatiku

Kalau traveller kere pasti pakai maskapai penerbangannya LCC seperti Air Asia, resiko pakai LCC pas promo adalah GA DAPET BAGASI BAWAH  itu jelas! mana bisa Air Asia untung kalau udah ngasih promo dikasih bagasi bawah lagi, bisa bangkrut mereka. Mereka akan memberikan jatah kabin 7kg saja! jadi bagi anda wanita rempong yang bajunya kudu ganti2 tiap foto siap2 gigit jari. Karena soal 7KG itu juga sempat bikin kepala saya sakit, tapi akhirnya aku siasati dengan: memakai celana panjang jeans langsung, jaket dipakai langsung celana jeans pendek cuma 1, bawa 2 dress ringan bahan shantung dan ciffon,kaos ringan 2 pcs, baju dalam dan bikini hanya beberapa potong. Bagai mana dengan baju terbatas bisa survive sampai 1 minggu? aku biasanya nyuci di hotel, aku jemur di kamar mandi atau dimeja atau di jendela, atau dijemuran handuk, walau ga bisa sepenuhnya kering cuma anyep2 dingin gitu tapi lebih baik begitu dari pada pake baju kotor, kenyamanan adalah nomer 2 kalau sudah backpacker, jarang mandi sudah biasa toh lagian bakalan sering jalan kaki dan kepanasan baju cepet kering atau basah kuyup karena keringat hahaha~.

Mau agak ngecheat dan risky? kalian web check in dan print boarding pass sendiri (hanya berlaku untuk Air Asia aku ga tau maskapai lain), jadi kalian tinggal masuk imigrasi aja ga perlu check in dan ditimbang ulang, tapi ingat ini berisiko kalian bisa ngecheat sampai 10kg tapi kalau lagi sial, pas di terminal mau naik pesawat pihak Air Asia akan meminta menimbang tasmu. Kalau ketahuan resikonya kamu harus meninggalkan berat bawaanmu. Yes di tinggal dan ga bisa membeli bagasi bawah lagi.

Mau ga susah? ya ga usah pake LCC alias Low Cost Carrier alias penerbangan murah. Pake aja penerbangan yang mahal dengan bagasi yang gede jadi u ga perlu pusing2 soal packing. Ah~ aku jadi kangen naik Etihad.

Pakailah sepatu yang nyaman! dinegeri orang kamu akan lebih banyak jalan kakinya banding naik angkutan umumnya, ga kayak di Indonesia u jalan 5 meter aja terima naik motor, inget bung u itu di negeri orang! Aku sih merekomendasikan setidaknya siap tempur pakai sepatu kets atau running (karena ringan) dan serep sandal jepit untuk sewaktu2 medan hujan, basah atau gak jauh2 jalannya.

Super ngere uang sudah terbatas dan ga bisa makan sebelum berangkat atau saat sudah di bandara? saat penerbangan siang atau pagi biasanya kita akan pass waktu makan. Supaya tetep bisa makan aku sarankan beli mie instant kemasan cup semacam POP Mie di sevel, lalu seduh mie itu ketika sudah sampai terminal ketika menunggu pesawat parkir. Di bandara Internasional biasanya mereka akan menyediakan air tab water, air dingin dan air panas. Ngere hore naik air asia pasti ga akan dapet snack, minum atau makan dalam pesawat nah mending u bawa sekalian botol kosong ngisi penuh2 ketika sudah sampai terminal lumayan di pesawat kalau haus bisa minum air dari bandara ini. Tapi kalau kamu ga naik LCC dan naiknya Airbus buat penerbangan jauh sih ga perlu khawatir soal makan kamu ga akan kelaparan dalam pesawat karena bakalan di full servis sama pramugari. Remember buat yang masih amatiran belum pernah naik pesawat! JANGAN MEMBAWA BOTOL BERISI AIR ATAUPUN MINUMAN SAAT MASUK IMIGRASI jelas bakalan suruh dibuang! JANGAN MEMBAWA SAJAM tau barang aneh2 ataupun aerosol. kalau bawa cairan atau cream max kudu dalam wadah 100ml. Ngotot mau bawa cairan dan cream diatas 100ml? mending u masukin bagasi bawah kalau u punya bagasi bawah.  Mau bawa oleh2 olahan daging dan buah segar? BIG NO mending kalau u ga mau urusan sama custom mending ga usah bawa itu….gw belum pernah urusan declare sama custom cuma dah males dengernya juga kalau urusan kudu di karantina dll capek2 bawa rupanya ga boleh masuk kan sia2 banget kan?.

Terkadang pihak custom dan imigrasi itu males menscan tasmu ketika keluar dari bandara itupun kalau u lagi beruntung. Pokoknya urusan sama imigrasi dan custom itu lebih seram dari pada urusan sama polisi, gw males jadi mending selama ini ga macem2 dan ngikut regulasi aja kalau mau terbang.

Urusan makan kalau mau hemat selama di KL itu makan makanan resto India aja bisa di bawah 15RM untuk makan dan minum atau makan di PKL.

Kalau mensiasati makan di Phuket u makan makanan microwave di Seven Eleven aja sekali atau 2x sehari sisanya baru deh makan diresto lokal. Pola makanmu ga rewel? mending makan roti sama susu aja di sevel terus makan beratnya di sevel 1x sisanya baru makan diresto lokal.

Kalau aku menghindari kebocoran pengeluaran biasanya aku udah menukarkan uang disini (kalau uangnya disini ada) dengan budget yang pas sesuai kira2 dan aku mindset untuk jangan lebih dari itu kecuali sangat kepepet baru keluar kartu saktinya (kartu kredit),  ini sudah terbukti buat aku ga bocor di pengeluaran kecuali kamu ke negara yang emang uangnya ga ada di money changer indonesia terpaksa u tuker uang  ke USD dulu baru deh di bandara tujuan kamu tuker ke mata uang setempat.

Untuk rate harga di Thailand lebih baik kamu reservasi jauh2 hari dan menawar silat dulu dengan orang thailand kalau u rame2 gerudukan biasanya mereka akan ngasih diskon kok banding bayar on the spot biasanya harganya lebih mahal seperti sewa van, boat tour dll.

Buat yang mau tanya2 agency yang aku pake apa selama di Phuket, maaf saya tidak bisa banyak membantu karena aku juga cuma peserta dari kelompokku. Soal tiket urunan hotel dll sudah di atur temanku. Aku hanya membantu bayangan pengeluaran saja soal detail bisa cek blog sebelah yang lebih niat nulis guidenya siapa agency yang mereka pakai siapa dll.

So apakah kamu sudah siap untuk packing?

Sekian dongeng dan cerita saya soal travel kali ini, semoga saya dikasih kesehatan dan rejeki lebih supaya bisa travel lagi dan mendongeng lebih indah lagi~

Keep Awesome, Work Hard, Play Hard.

Advertisements

My Backpacker Travel Experience Kuala Lumpur, Phuket dan Phiphi Island Part V

Day 6 Kuala Lumpur Part 2  27 February 2017

Di terminal aku lagi-lagi duduk terpisah dengan teman2ku. Beberapa seat penuh dan aku memutuskan duduk sendirian menjauh dari teman2. Ku buka tas carrierku dan aku mau menyeduh Mie instant kemasan karena belum sarapan, tiba2 dari belakang ada seorang bapak2 paruh baya asia menawarkan kemasan makanan sterofoam, beliau ibarat malaikat yang tahu keprihatinanku, tentu tawarannya tidak aku tolak aku hargai niat baiknya memberikan aku sarapan pagi ini. Di dalam kotak sterofoam aku berharap isinya nasi atau mie tapi sirna sudah ketika aku lihat isinya adalah sandwich roti tawar, pisang dan telur rebus LOL mindset kepalaku adalah aku masih di Indonesia membayangkan kelezatan makanan Indonesia.

sarapan dari seorang stranger

sarapan dari seorang stranger

suasana terminal bandara Phuket

suasana terminal bandara Phuket

Setiap gw di bandara selalu memoto strip linenya

Setiap gw di bandara selalu memoto strip linenya

tas carrier multicam kesayanganku

tas carrier multicam kesayanganku

Aku sempat liat2 toko di dekat terminal, banyak oleh2 cokelat ditawarkan tapi mataku tertuju pada cokelat Karl Fazer. Mataku tak berhenti menatap cokelat yang berasal dari Finlandia itu, negeri impianku selama ini. Teringat aku akan Om yang memperkenalkan merk cokelat ini padaku, saat perjalanan beliau di bandara Changi dia pamer cokelat Karl Fazer ini melalui pesan WA, “the best chocolate” katanya. Tentu si Om yang adalah seorang warga negara Finlandia akan mengelu2kan produk buatan Finlandia itu sendiri. Aku yang saat itu mupeng segera riset di google mana yang menjual cokelat Karl Fazer itu, rupanya di Indonesia ga ada yang jual, kecewa saya. Si Om pun menjanjikan akan mengirimi aku cokelat Karl Fazer kalau sudah Finlandia sayang itu hanyalah tinggal janji pas dia balik dia ga ngirimin, aku mau nagihpun udah ga enak. Harga cokelat Karl Fazer dibandara ini seharga 330 Baht sedangkan uangku tinggal 250 baht, aku cuma bisa gigit jari dan berharap akan menemukan cokelat Karl Fazer saat di Bandara Malaysia, kalau seandainya uang ringgitku ga cukup aku akan nekat gesek kartu kredit gunamku.

Penerbangan kembali ke Kuala Lumpur dari Phuket International Air Port terasa lebih cepat dibandingkan saat berangkat. Aku benar-benar lelah dan hanya tidur sepanjang penerbanganku ke KL. Tumben formasi pulang kita tidak mencar2 kali ini gw bisa duduk sebaris dengan teman2 kelompokku. Tampak aku dan kawan2ku seragaman, kita semua tertidur karena kelelahan.

Sesampainya di KL kita makan siang di Quizinn seperti biasa, kelaparanku akan masakan indonesia terbayar dengan makan nasi prasmanan seperti nasi sayur lauk tempe dan lele akhirnya gw makan masakan indonesia walau dinegeri Malaysia.

Kita menginap lagi di Hotel Mandarin Pacific, karena aku sudah apal medan aku memutuskan untuk memiliki rencana sendiri pergi ke IKEA. Tau IKEA? itu lo toko furniture berasal dari Swedia. Di Indonesia cuma ada di Mall Alam Sutera Tangerang jaraknya 500km dari Jogja. Dulu gw pengen banget ke IKEA Mall Alam Sutera cuma karena jauh aku belum sempat kesana eh malah sekarang gw dikasih kesempatan ke IKEA di KL yang jaraknya 2000Km dari Jogja. Aku ingin menikmati swedish meatball yang terkenal itu dan di jual di IKEA. Rupanya di KL ada tuh IKEA yang terdekat dari Puduraya tempat aku menginap itu cuma 3km. Tentu kesempatan ini tidak akan aku sia2kan dan aku memutuskan nekat berangkat sendiri naik Monorail. Karena di KL aku tidak memiliki simcard Malaysia akhirnya aku memberanikan diri pergi ke stasiun Cheras karena asumsiku karena ini IKEA Cheras pasti ya dekat dari stasiun Cheras. Sesampainya di stasiun Cheras rupanya IKEA itu masih jauuuhh banget aku tanya warga lokal pada emoh nunjukkin arah ke IKEA Cheras. Mereka terlalu malas dan menjawab itu jauh! mending naik Taksi aja! batinku kalau aku itu pemalas aku lebih memilih naik UBER aja 7 ringgit duduk manis dimobil bisa sampai ke IKEA Cheras cuma ga greget! gw pengen yang lebih menantang dengan naik monorail toh di Indonesia beginian ga ada makanya aku jalani. Karena gw kesal dengan jawaban orang2 malaysia yang bilang jauh akhirnya aku memaksa orang india yang jaga di counter stasiun LRT Puduraya  (setelah balik dari stasiun Cheras). Dia bilang kesana lurus blah2. Gw ikutin direksi orang India tadi tapi kok ga nemu2 ya, nanya satpam hotel juga ga nemu hingga akhirnya nanya ke bapak2 di jalan dan dikasih tau, di balik jembatan itu ntar kamu liat plang IKEA katanya. AKHIRNYA gw ikutin petunjuk dari bapak2 tadi menunjukkan hasil, kulihat Plang IKEA sangat jelas. Aku rasanya mau menangis karena pake acara disasarkan dulu sama orang Malaysia kesal sekali.

Finally IKEA <3

Finally IKEA ❤

Sepanjang perjalananku di KL aku amati banyak orang India yang tidak berhenti menatapku, bahkan untuk warga KL sendiri penampilanku cukup mencolok. Di monorail mereka tidak berhenti menatapku, batinku apa yang salah dengan bajuku? padahal aku pakai baju normal2 saja, cuma mungkin rambut keriting alamiku, kontak lensa warna abu2ku cukup mencolok untuk di pakai dipublic.

Sesampainya aku di IKEA aku noraknya kelihatan, AKU GA TAHU PINTU MASUKNYA DIMANA??? Berkali2 gw salah masuk pintu! malu banget rasanya, mana disitu sepi banget hingga akhirnya aku tanya cleaning service yang lagi nyapu luar dan mendapatkan petunjuk. Pintu masuknya kesana jawabnya dengan bahasa melayu setelah aku bertanya ke dalam bahasa Inggris. Sebenarnya orang Malaysia itu bertutur kata bahasa Inggris dengan baik tapi untuk orang yang berpendidikan dan anak2 mudanya kalau yang tidak berpendidikan dan orang tua mereka biasanya akan menjawab pertanyaan ku dalam bahasa melayu.

Pening penat dan lelahku kini terbayar begitu sampai IKEA Restaurant dan Cafe di Lantai 2 gedung IKEA. Wait~ sistem disini self service! dan ini pertama kalinya bagiku. Karena aku ga mau keliatan kampungan aku mengamati dulu orang2 malaysia cara ordernya bagaimana. Oh rupanya ada kereta dorong dan naruh piring nya di kereta dorong baru deh mengambil orderan kita begitu sampai di mbak2nya yang menjual meatballnya baru kita minta yang porsi kecil atau besar. Sesampainya di mbak2 nya yang mengambilkan meatballnya aku memutuskan mengambil porsi separuh saja, tapi kok ga ada bendera swedianya di kentangku 😦 rupanya yang ada bendera swedianya itu yang porsi besar huaaa~ sedih cuma ga apa2 deh bisa next time beli lagi. Aku hanya membeli swedish meatball, cinnamon roll khas swedia dan air minum botolan dengan bahasa swedianya. Sesampainya di kasir mataku menatap tajam ada cokelat Fazer! kebetulan yang dark chocolate lagi! begitu aku cek harganya cuma 19 Ringgit ga pakai babibu aku langsung ambil itu cokelat dan cokelat susu satunya walau aku amati cokelat susu satunya itu manufaktur Spanyol yang diproduksi untuk IKEA cuma ah bodo amat lagian harganya cuma 5 Ringgit beda jauh lah sama cokelat Fazer yang sampai 19 Ringgit. Sesampainya di kasir aku memutuskan pakai credit card saja sebagai metode pembayaran karena sudah kepepet, budget ringgitku menipis dan aku kudu survive sampai besok siang belum beli oleh2. Secara rate harga swedish meatball disini ga beda jauh dengan di Indonesia untuk swedish meatball isi 15 biji dan kentang separuh adalah 15 Ringgit.

Cokelat Fazer

Cokelat Fazer

Here we go inilah bintang utamanya aku sampai KL

Yay! Swedish Meatball <3

Yay! Swedish Meatball ❤

Aku berusaha kalem dan tenang biar nampak seperti warga lokal disini, orang2 bercakap2 dengan bahasa mandarin dan melayu, aku berasa alien disini sendirian hua~ padahal kebanyakan yang makan disini berpasang2an sedangkan gw sendirian :(.

Porsi separuh swedish meatball ini rupanya cukup mengenyangkan dan aku hampir ga habis, roti cinammon rollnya terpaksa aku bungkus tissue dan aku bawa pulang karena kekenyangan.

Selesai dari makan aku beranjak ke lantai 1 melihat2 seperti apa sih toko furniture milik IKEA ini. Rupanya luas banget dan bikin aku terkagum2 (soalnya di Jogja ga ada beginian LOL). Sesampainya di bagian kasir ada kok ruang yang berlalu tanpa membeli dan tentu aku lewat situ keluarnya karena ga beli apa2 LOL.

Puas dengan IKEA akhirnya aku memutuskan pulang, karena aku tadi pake acara di blasakke sama orang Malaysia kali ini aku tidak kalah pintar aku menanyakan stasiun LRT terdekat saja ke orang lokal. Yes gw ga pake acara kesasar lagi kalau soal ini, buru2 gw pulang ke stasiun Pasar Seni dekat hotelku berada.

Istirahat bentar di Hotel sendirian aku mulai merasa kesepian~ akhirnya aku memutuskan mau ke Petaling Street. Petaling Street itu terkenal akan pusatnya barang KW dan oleh2 ala Malaysia. Untung Petaling street itu tinggal koprol dari hotelku deket banget. Sesampainya di Petaling street pada PKL tidak henti2nya memanggilku dan merayuku untuk mampir ke kiosnya. “Lihat2 saja ga apa2 ga mbayar” begitu omongan mereka LOL. Para pedagang disini kebanyakan orang India menurutku dan mulutnya itu lamisss banget. Ada tas KW, ada make up KW (dan gw selalu jadi sasaran pedagang kosmetik KW), sepatu KW pokoknya surganya barang KW. Aku berhenti di kios yang jual kaos ala Kuala Lumpur dan aku putuskan membeli 3 kaos untuk kakak, bapak dan Sapto, udah yang penting aja karena budgetku juga terbatas. Jurus tawar menawar disini begini menurutku, kamu tawar setengah harga aja atau kamu konversikan dulu harga yang mereka buka ke Rupiah kalau u tau harga pasarannya di Indonesia berapa u tawar dengan harga ala Indonesia biasanya works. Kalau ga dikasih? u melengos pergi aja entar juga dipanggil hahaha ga beda jauh lah ala nawar di Indonesia.

salah 1 kios Petaling Street

salah 1 kios Petaling Street

Pasar Malam Petaling Street

Pasar Malam Petaling Street

Di Petaling street juga ada yang jual oleh2 khas Thailand kalau u ga sempet beli baju ala Thailand disini juga ada. Cuma karena keterbatasan ringgit lagi gw ga beli. Di perjalanan pulang gw masih kebayang2 sandal dari Thailand yang bunga2 itu, gw menimbang2 toh sepatu flat murah gw jebol, sandal gw jebol mending u beli aja sandalnya. Yah aku tidak memikirkan akan berjalan sangat jauh mengexplore Thailand dan Kuala Lumpur sampai ke 2 alas kakiku jebol semua. Ini menjadi pembelajaran next time kalau travelling mending pake sepatu running atau sepatu yang nyaman tapi tetap membawa sandal cadangan.

sandal baru~

sandal baru~

Uang ringgit sudah menipis tinggal 17 Ringgit dan itu buat sarapan atau makan siang besok akhirnya aku bergegas pulang ke hotel. Ada kejadian lucu nih di hotel saat aku akan menyibakkan gorden aku nemu sempak warna cokelat dibawahnya OMG. Jadi ada yang enggak sempakan nih gara2 buru2 yah mas? burungnya ga kedinginan? LOL karena gw jijik aku buang ke tong sampah itu sempak sialan~

Day 7 Back Home  28 February 2017

Jadwal penerbanganku ke Jogja adalah jam 3 sore. Jam setengah 11 aku memutuskan bergegas ke shelter di Puduraya. Karena kepagian aku bobok dishelter dan jadi tontonan orang lewat batin mereka ini cewek ngenes amat bobo di shelter sendirian. Begitu sudah di bus pun aku cuma ketiduran karena sudah kelelahan. Tapi untungnya begitu aku bangun aku sudah mau sampai KLIA 2 tidak terbayang kalau aku kelewatan bisa nangis gw!.

Sesampainya di bandara KLIA2 aku mencari2 subway buat makan siangku. Kekatrokan saya soal subway begini, di Indonesia subway udah ga ada, pernah aku mencoba subway KW buatan mister burger GAK ENAK. Makanya gw penasaran mumpung di LN dan ada subway kudu aku cobain gimana sih rasa subway yang terkenal akan saladnya itu?. Gw sampai di ketawain sama mamas katanya ya ampun ayu kamu segitunya ngebet subway! biasa aja kok ga enak2 banget ujarnya. Iye situ di Prancis ada Subway sedangkan gw orang Primitif gini ga ada subway. Karena uang gw tipis akhirnya cuma sanggup beli sandwichnya aja ga beli minum *nelangsa lagi

akhirnya bisa makan subway!

akhirnya bisa makan subway!

Selesai makan aku bergegas ke imigrasi dan siap untuk perjalanan pulang. Kakiku rasanya kaku, aku tak ingin pulang aku mau travelling terus aja~! (mulai kena wabah kecanduan travelling).

Begitu sampai terminal tak ada yang menarik untuk aku ceritakan selain terminal aku menunggu arah pulang ke jogja yang lebih kecil dari terminal ke arah Phuket, banyak orang Indonesia dan orang Malaysia udah gitu minim bule sudah deh aku ga semangat balik. Di benakku cuma ada pengen segera balik ke kamar ungu dan istirahat.

Kesialan saya belum berhenti sampai sini, eh begitu landing Jogja Hpku ngehang. ga bisa reboot ke menu setelah sebelumnya aku coba reboot karena ga bisa menangkap signal. Apes dah gw ga bisa order Grab ataupun Gojek. Akhirnya aku putuskan naik Busway Jogja itu cuma 3500 rebu saja. Bapak2 yang jaga shelter nanya “dari Jakarta? Pontianak?” menebak2 aku baru balik dari sana emang muka2 gw kayak muka orang jkt yang lagi balik merantau atau orang kalimantan yah? aku jawab “dari Malaysia pak” eh si bapak masih menebak2 lagi ngira gw itu TKI “udah berapa tahun mbak disana?” hadee kepo sekali bapak akhirnya aku jawab “cuma main” cukup singkat jawabanku tapi menutup pembicaraan dengan si Bapak. Naik busway itu berasa naik Sumber Kencono bo~ perjuangan belum selesai begitu sampai shelter terdekat yaitu di selatan Happy Puppy gw kudu masih jalan kaki menggendong tas carrier yang rupanya sudah 11KG begitu aku timbang ulang dirumah T_T.

Sekian akhir cerita travelku 7 hari di negeri orang~ (akhirnya selesai juga~) tapi ini belum berakhir, akan aku posting tips buat temen2 yang mau travelling ke Luar Negeri, beserta detail biaya pas aku di KL dan di Thailand tapi ga detail2 amat ya karena beberapa tidak tercatat.

Nite-nite ❤

My Backpacker Travel Experience Kuala Lumpur, Phuket dan Phiphi Island Part I

Voila! dalam keadaan badan masih teler sakit entah karena kecapekan,jetlag atau penyakit vertigo kambuh aku berusaha menulis pengalaman travel saya ke 2 negara itu soon as possible karena aku takut lupa karena banyak kejadian saat travel kemarin.

Berawal dari sering sharing soal cari tiket murah Air Asia aku udah ada pembicaraan sama mas Jenggot (mas Jenggot adalah kawan komunitas kaskus regional jogja yang udah lama banget ga ketemu kayaknya 3 tahunan aku terakhir ketemu dia itupun aku ga kenal terlalu dekat sama dia). Mas Jenggot yang menurutku sudah travel expert ini bilang kalau dia bisa dapet tiket Air Asia lebih murah dari yang aku sharing. Oke semua tinggal omongan, tapi aku emang sharing di FB kalau aku ada keinginan ke Thailand sejak lama, karena apa? menurut aku Thailand ini negara yang kata orang2 murah buat travel, TANPA VISA, dan cukup jauh dari Indonesia. Beberapa kawan sebenarnya mengajak aku travel ke Singapore dan Malaysia cuma jujur aku ga tertarik, Malaysia terlalu dekat dengan bahasa yang masih ga beda jauh antara Melayu dan Indonesia, kalau Singapore itu Mahal dan ga menarik menurutku karena negara kecil tak ada culture yang menarik untuk di explore.

Hingga akhirnya waktu berlalu…keyakinan mau ke Thailand tidaklah menjadi kenyataan setelah ngitung2 min kudu budget 5 jutaan itu aja cuma 4 harian. Dan malaikat yang saya panggil mas Jenggot ini menginbox aku dia bilang dia dapet tiket murah ke Phuket, dan tau berapa? katanya CUMA 750rb PP Air Asia…Wow aku tanpa banyak mikir tentu aku iyakan ajakan dia apalagi Phuket itu terkenal akan keindahan pantainya, saya anak pantai tentu tawaran menggiurkan ini tidak bisa dilewatkan. Tapi aku terus tanya…Uang saku yang harus disiapkan berapa mas? aku ga punya duit banyak, saya itu kere….dan mas Jenggot bersabda “2 juta aja cukup” . What??? 2 Juta aja cukup sampai negeri orang?? dan itu all in??? Ah persetan kalau dia yang travel expert aja bilang uang saku segitu cukup jadi aku tak perlu bimbang, uang 2 juta bisa dicari dan dipikir belakangan yang penting tiket sudah ditangan. Akhirnya tiket diorderkan sama Mas Jenggot, aku diforwardkan email Air Asia, lalu aku tanya soal pembayaran gimana? katanya tenang Jenggot Finance akan menalangi dulu hahaha~ bulan depan aja bayarnya karena bayarnya pake credit card jadi tagihannya baru muncul tahun depan, tapi aku menolak membayarnya bulan depan karena aku habis dapet jatah arisan yang disaur 1 tahun, kalau ga aku bayar sekarang itu uang bisa menguap seperti air.  Selidik punya selidik rupanya tiket bisa murah sekali itu cuma 750rb PP yaitu rinciannya Jogja-Kuala Lumpur-Phuket-Kuala Lumpur-Jogja karena itu adalah tiket NOL rupiah dari promo Air Asia dan yang aku bayar 750rb itu hanyalah pajak airport wow! Mas Jenggot bilang kita akan ber 7 orang perginya 4 orang dari jogja termasuk aku dan luar kota itu 3 orang, sebenarnya Mas Jenggot mengajak ber7 orang itu untuk mereduce pengeluaran seperti transport,city tour dan hotel kalau rame2 tentu jatuhnya bisa lebih murah karena ada diskon dan sharing room, Cerdas menurutku.  Lucunya formasi 7 orang ini terdiri 3 orang ahli dibidangnya seperti mbak Ratna yang suka utek2 diskonan hotel dan gratisan bus transport ke Puduraya pas di KL, Mas Isa yang ahli itinerary karena dia yang suka riset tempat mana yang harus di kunjungi,kemana aja,biayanya berapa, dan mas Jenggot ahli mencari tiket pesawatnya yang gratisan kombinasi yang sempurna ketika bersatu.

Pemesanan tiket sudah done kita pesan tiket di bulan Juni 2016 dan jadwal terbang adalah February 2017 jadi masih ada waktu cukup panjang. Hingga bulan Januari kalau tidak salah mas Jenggot mulai bikin group Whatsupp yang berisi personel 7 orang ini. Kita ini ga saling kenal loh aku cuma kenal sama mas Isa karena sama2 teman komunitas Kaskus dan dia pernah benerin Hpku dulu itupun dah lama banget dan aku ga terlalu kenal dekat. Hingga akhirnya kita diskusi panjang lebar lewat WA group.

Sabda Mas Jenggot sangu 2 Juta cukup tidak terlalu aku indahkan, karena begini 2 Juta itu asumsi benar2 pres,,,kalau Laki2 segitu cukup dan ga perlu beli oleh2…sedangkan aku punya tuntutan membawa oleh2…akhirnya aku tukarkan uang 2 juta ke baht,,700rb ke Ringgit Malaysia, aku menukarkan uang itu ke Santana Montana di per4an Pingit itu eh disana rupanya teman SDku bernama Siti bekerja disana, rate saat itu baht 390 rupiah dan Ringgit 3100. Perhitungan kasarku adalah 1.5 juta untuk akomodasi makan transport city tour dan hotel selama 4hari di Thailand 500K buat oleh2 (untuk mbayar ferry 287K buat nyeberang ke pulau phiphi PP sudah aku bayar pake rupiah ke mas Isa) dan 700K itu untuk 2 hari di KL untuk akomodasi makan,hotel dan transport tidak termasuk oleh2 (hingga akhirnya perhitungan ini meleset bo~ aku jabarkan di postingan berikutnya)

Skip ke 22 Februari 2017 akhirnya hari yang dinanti2 tiba! adalah pengalaman pertama kali bagi saya naik Air Asia yang terkenal sebagai LCC ini alias Low cost carrier alias pesawat penerbangan muraahhhh….. aku berdoa semoga Air Asia tidak sama seperti Lion Air karena sumpah tidak nyaman sekali naik Lion seperti naik Bus dan ada pengalaman ga enak naik Lion Air. Begitu sudah masuk pesawat On Board yess kursinya seperti saya duga seperti kursi bus cuma tidak separah Lion menurutku kulit kursinya masih lebih elegant dibanding Lion. Jangan berharap ada layar TV ataupun makan snack seperti penerbangan Garuda apalagi Etihad. Penerbangan 2 jam ke KL cukup terasa cepat karena aku tidur. Hingga akhirnya Malaysia hurayyy!

Pesawat terbangkan aku ke negeri dongeng

Pesawat terbangkan aku ke negeri dongeng

kursi favorit setiap dipesawat tentu dideket jendela <3

kursi favorit setiap dipesawat tentu dideket jendela ❤

Kuala Lumpur dari ketinggian 10.000 Feet

Kuala Lumpur dari ketinggian 10.000 Feet

Day 1 Kuala Lumpur 22 Feb 2017

Sebenarnya Kuala Lumpur bukan masuk wishlist negara yang ingin aku kunjungi tapi karena Air Asia itu promo penerbangannya start dari Kuala Lumpur untuk ke negara lain jadi yasudah lah anggep saja bonus. Landing jam 9 malam waktu KL aku dan mba Hami akhirnya makan dulu di Bandara karena laper, kita makan di foodcourt kalau ga salah di Level 2 bandara KLIA2 disana kita memutuskan makan di Quizin. Saat itu aku memilih makan mie dan tentu Teh tarik malaysia tak boleh dilewatkan

makan malam pertama di KL

makan malam pertama di KL

Itungan makan dibandara sih sebenarnya hampir sama dengan di Indo kisaran 12 Ringgit berarti 37200an makan doang dan minum teh tarik ice disana itu 4 Ringgit sekitar 12400an.

Dinner done akhirnya aku naik bus dari KLIA 2 menuju Puduraya di China Town. Lama perjalanan 1,5 jaman dari bandara ke Puduraya harga tiket busnya 12 Ringgit. Aku dan mba Hami sampai di terminal Puduraya jam 12 malam. Sangat lelah tapi mas Jenggot dan mas Isa sudah menjemput kita di terminal menuju Hotel Mandarin Pacific. Aku melewati Petaling Street kawasan terkenal akan jual beli barang imitasi disana dan oleh2 di KL tapi udah lenggang dan banyak tutup karena itu sudah tengah malam.

di Mandarin Pacific hotel

di Mandarin Pacific hotel

Petaling Streetnya udah bubar pada tutup

Petaling Streetnya udah bubar pada tutup

Day 2 Kuala Lumpur dan Phuket Air Port 23 Feb 2017

Pagi sudah menyapa aku masih tidak percaya sudah dinegeri orang. Hari ini kita ke Batu Caves naik KTM yaitu semacam kereta kayak KRL gitu yah kalau di jakarta. Aku mulai familiar dengan sistem masuk stasiun pakai koin plastik itu. Nah lucunya begitu sudah sampai di stasiun batu caves aku keliatan panik ketika ga bisa masukin koin biar bisa keluar tau2 cowok dibelakangku menyaut “Dari Indonesia ya?” rupanya dia adalah si Rizal, seorang solo traveller yang juga mendapat promo Air Asia dari Jatim tapi ini adalah pengalaman travel ke Luar negeri bagi dia.

stasiun KTM

stasiun KTM

di dalam KTM

di dalam KTM

Akhirnya si Rizal ini ngikut group kita untuk pergi kemana2 pas di KL karena dia sendiri bingung mau kemana dan tidak merencanakan itinerary hahaha~. Bergabungnya si Rizal itu bonafit buat aku karena dia pakai simcard malaysia jadi bisa internetan alhasil jadi korban minta tethering hahaha~ lumayan gw jadi bisa eksis di KL bisa online dimana2. Begitu sampai batu Caves rupanya anak2 lain pada ga mau naik tangga ke atas, dan mba Hami yang belum pernah ke sinipun memilih untuk tidak naik melewati  272 anak tangga ini. Alhasil hanya aku dan Rizal saja yang naik keatas. Si Rizal tak henti2nya narsis dengan kameranya LOL dan sering minta difotoin tapi disitu yang bikin kangen aku sama dia kerempongan dia sendiri LOL dan membuat kita cepat akrab karena ini.

Batu Caves

Batu Caves

kaki udah agak pegel istirahat dulu sama si Riza

kaki udah agak pegel istirahat dulu sama si Rizal

Lanjut meninggalkan Batu Caves kita naik KTM dan transfer LRT (semacam monorail) lagi kearah daerah dekat Masjid Jamek.

Wait perut melolong nih minta makan siang akhirnya kita makan di resto India karena kata mas Jenggot murah nama restonya itu Vinni Jeyaa Banana Leaf Curry House. Sebenarnya makanan disini prasmanan juga ada kayak Rumah Makan rata2 gitu cuma menurutku sih bisa dibilang seperti rumah makan padang. Karena kawan2 kok pada ga makan nasi gw jadi inget diet ikut2an deh ga makan nasi kali ini

makan lauk dan sayur doang

makan lauk dan sayur doang

Tahu ga habis berapa untuk sayur dan lauk cumi ini plus es teh tarik? cuma 11 ringgit wow gw doyan makan disini terus itungannya tentu lebih murah banding makan dibandara sampai 15 Ringgit. Sistem di resto india ini adalah kamu ambil makanan terus duduk manis, ntar ada orang india dateng bawa nota dan nulis nota biaya yang harus kamu makan plus minum lalu notanya diselipkan dibawah piring kayak pict aku tampilkan tadi.

Makan siang done akhirnya  kita lanjut jalan dan foto2 dengan landscape kota KL sekaligus mampir ke Kuala Lumpur City Gallery yang terkenal dengan Icon I ❤ KL itu

 

Aku dan Rizal

Aku dan Rizal

 

aku dan Mas Isa dan Mas Jenggot di Dataran Merdeka

aku dan Mas Isa dan Mas Jenggot di Dataran Merdeka

Ke Malaysia tentu ga boleh melewatkan ke Twin Tower dong, saat itu cuaca kurang bersahabat KL mendung dan ending2nya hujan

yay Twin Tower

yay Twin Tower

Akhirnya trip di KL ini kita akhiri dengan balik ke hotel dan mengambil backpack bergegas ke terminal eh rupanya kita hampir ketinggalan bus! bus yang mau kita naiki udah mau cuss cuma karena mas Jenggot memohon pada kenek dan memelas bilang kita ga boleh ketinggalan pesawat ke Phuket akhirnya kita diijinkan naik. Padahal waktu itu Bus udah belok mau berangkat.

Skip begitu aku sudah sampai pesawat perjalanan ke Phuket, kita 7 orang group ini rupanya terpisah2 kursinya, dan voila samping gw bule dan paling pojok orang Korea Keceh. Semangat deh gw melewati 1 jam penerbangan dari KL ke Phuket ini.

Akhirnya aku memulai pembicaraan dengan bule yang duduk sampingku, rupanya doi adalah orang Australia yang berangkat sendiri ke Phuket tapi entar ceweknya nyusul dipenerbangan lain, ah ga jadi semangat adanya malah loyo begitu dia bilang “my girl friend” gagal modus deh~. Si bule Aussie ini agak kepo nanyain gw dapet tiket ini berapa ke Phuket aku jawab Zero, eh si bule kelihatan kaget ahahah~ jadi setahu saya 1 pesawat ini ga semuanya bangku zero tiketnya cuma 10% gitu yang gratis sisanya tetep reguler tiket berbayar jadi aku ga bisa menebak penumpang mana yang tiketnya hasil promo seperti aku atau yang berbayar.

Roda pesawat Air Asia (biar seperti blog2 sebelah yang ngomong begini gayanya LOL) akhirnya menghantarkan aku ke bandara Internasional Phuket. YESSS! akhirnya aku di Phuket bo~ gw di Thailand!! aku masih setengah ga percaya bisa kesini, gw tau tentang Thailand cuma lewat film2 komedinya seperti ATM Errak Error, I Fine Thank You Love You, dan iklannya yang terkenal sedih dan mengena itu. Eh gw sekarang beneran disini bo~. Logat bahasa Thailand yang bener2 aneh dan lucu ini bener2 bikin kagol saat dibandara, dan suara tentong pengumuman di bandara ini seperti suara tentongnya di stasiun kereta di Indo bo~ jadi aku malah berasa di stasiun bukan bandara LOL .

akhirnya di Phuket!

akhirnya di Phuket!

Perjuangan belum berakhir disinilah baru dimulai karena apa? kita sampai bandara Phuket itu jam 9 malam dan namanya kita ini backpacker kere kita tidur dibandara! yes bandara!

Setelah muter2 akhirnya kita memutuskan tidur didepan bandara yang beralas karpet rumput sintetis, berasa tidur dilapangan futsal hahaha~

didepan bandara Phuket

didepan bandara Phuket

kudu bisa bobo dibandara dikursi diluar bandara yang silau terang dan berisik

kudu bisa bobo dibandara dikursi diluar bandara yang silau terang dan berisik

Akhirnya~ gw bisa bobo cuma 2,5 jam doang. Padahal mata udah ditutupin pakai penutup mata, kuping udah disumpel headset melawan suara dengkuran mas Isa. Cuma ya gimana ga biasa gw bobo ngemper inilah sensasinya bobo dibandara demi mengirit pengeluaran kita karena kita sampe disini jam 9 malam kalau cari penginapan nanggung banget, entar mbayar hotel cuma setengah malam kan sayang padahal paginya kita mau ke dermaga langsung cuss ke Phi Phi Island. Namanya aja backpacker pasti ngere hahaha~ dana terbatas tapi ngoyo ke luar negeri XD

 

Oke sekian dulu cerita pengalaman saya di KL dan bandara Phuket masih berlanjut di Postingan berikutnya karena aku mau mberesin toko dulu setelah aku tinggal seminggu ngetrip 🙂 Tenang aku akan bercerita tripku di Phiphi Island,Phuket (Patong) dan saat transit balik ke Kuala Lumpur Part 2 🙂

Bersambung….

Post Navigation