aderida area

Proud To Be You Are

My Backpacker Travel Experience Kuala Lumpur, Phuket dan Phiphi Island Part II

Flashback seminggu sebelum keberangkatanku ke Kuala Lumpur, aku ijin pamit kepada nenek. Nenek terlihat tidak yakin akan keputusanku travel kali ini ke luar negeri. “Emang kamu bisa bahasa inggris?” tanya nenek, aku jawab sambil tersenyum tentu bisa, simbah tidak perlu khawatir. Kehawatirannya itu bukannya tanpa mendasar tapi kali ini aku pergi keluar negeri tanpa EO, hanya dengan teman-temanku.

Lalu aku me WA Intan, kawanku dari SD yang sudah cukup akrab, teringat aku dia lagi di Bangkok. Ku tanya pendapatnya soal Bangkok dan dia jawab, “menyenangkan!, aku yakin kamu akan betah disini yuk”.  Pendapat Intan membuat aku semakin tidak sabar untuk segera berangkat ke Thailand

Day 3 Phiphi Island 24 February 2017 

Jam menunjukkan jam 3 pagi di Bandara Internasional Phuket. Tidurku cukup tidak nyenyak tapi aku tidak mau melanjutkan tidur. Ku lihat keadaan sekitar rupanya yang tidur ngemper ga cuma rombongan kita saja, ku lihat beberapa bule tampak tidur ngemper didepan bandara seperti kita, ada yang sendiri ada yang berkelompok. Keriuhan bandara Internasional Phuket tidak mati bahkan dipagi buta begini. Karena jadwal tidurku yang kacau aku kelaparan, aku putuskan ke Seven Eleven di bandara, tidak jauh cuma naik elevator 1x sampe deh. Aku sibuk melihat2 apa yang dijual Seven Eleven disini dan Hp tak lepas dari gengaman tanganku sibuk mengkonversikan harga mata uang baht ke rupiah. Rupanya harga makanan disini sebenarnya sama dengan rate harga makanan di Indonesia gunamku, nah mulai deh aku ke rak beer, ku cek harga beer Chang yang direkomendasikan si Om katanya beer dari Thailand yang paling enak. Wow begitu aku konversi untuk yang botol beling paling kecil cuma 12ribuan! di Indonesia itu udah 35rb kalau sebotol kecil itu untuk beer Bintang. Tapi aku tidak mau minum beer ini terlalu pagi perutku perlu diisi makanan, aku berlalu ke rak makanan oven. Ku lihat ada nasi plus ayam, nasi plus daging babi, macaroni, dan spagetti. Pilihanku pada spagetti dan aku konversikan seporsi makanan oven ini kisaran 15ribu rupiah, harga yang masih masuk akal.

sarapan pagi

sarapan pagi

tak lupa jajanan lays mendampingi sarapan pagiku kalau dikonvert kisaran 10rb lebih murah sepertinya banding di Indo

jajan pagi

jajan pagi

Jam menunjukkan jam 6 pagi, mobil van jemputan kita sudah datang. Pagi jam 6 disini masih seperti subuh, masih gelap. Perjalanan kita ke dermaga dari bandara kurang lebih 1 jam, cukup jauh rupanya. Suasana Phuket tidak beda jauh seperti di Indonesia, ada pertamini juga, ada warung kelontongan yang beda itu ada tuktuk, angkutan umumnya untuk anak sekolah, dan tentu aksaranya sangat berbeda tapi secara atmosphere tidak beda jauh bahkan aku sampai lupa kalau aku sedang dinegeri orang.

Akhirnya kita tiba di Phuket Rassada Port. Dermaga ini masih tampak lenggang karena masih pagi, rencananya sih kapal kita berangkat jam 9 pagi.

phuket rassada port

phuket rassada port

makin siang makin rame ini Dermaga dan kita sudah masuk Dek kapal. Kita memutuskan untuk duduk diatas kapal, menghadap langsung ke cahaya sinar matahari yang cukup terik.

suasana didek atas kapal

suasana didek atas kapal

look at the sun <3

look at the sun ❤

Akhirnya kapal meluncur ke arah pulau Phiphi, jarak tempuh 1 jam setengah kurang lebih. Perjalanan terasa sangat panjang dan lama. Para bule banyak yang memakai bikini dan berjemur. Ada juga turis India dan Arab disini mereka sibuk photo2 selfie ada yang bercengkrama. Hebatnya meski diatas laut tapi signal internet di Hp tidak hilang loh, bisa menjangkau atas laut wow. Yang makin aku heran lagi kata teman2 pada naik kapal ke arah Karimun Jawa itu 5 jaman ke Gili itu sampai berjam2 tapi ini kok bisa lebih cepat ya? padahal kalau dilihat di map itu pulau Phuket dan Phiphi ga dekat loh apa karena beda jenis kapal? entahlah karena saya juga belum explore keindahan pulau Karimun jawa dan Gili Trawangan semoga next time bisa.

Sesampainya di pulau Phiphi jangan lupa sediakan baht kalau tidak salah ingat antara 20 atau 30 untuk bea masuknya. Aku cukup takjub dengan keindahan laut disini, warna airnya tosca kebiruan, kulihat pasir putih lembut dan ikannya bisa kelihatan dari kapal. Seperti di kolam renang tapi ini lebih indah.  Kulihat situasi di bagian kota pulau phiphi, terdiri dari gang2 kecil dan banyak kios toko,cafe. Jalanan tampak penuh padahal kecil, karena banyak wisatawan wira wiri melewati gang kecil ini. Yang bikin makin penuh rupanya di Phiphi dilarang naik sepeda atau kendaraan pokoknya kemana2 ya jalan kaki. Moda transport disana untuk supply bahan pokok pakai semacam gerobak dorong jadi jangan heran kalau tau2 kamu diteriakin dari belakang disuruh minggir karena mau buat lewat gerobak dorong baik yang kosong ataupun membawa muatan bahan pokok.

dermaga pulau Phiphi

dermaga pulau Phiphi

susana di kota phiphi island

susana di kota phiphi island

suasana pantai dari view dermaga dekat Seven Eleven Phiphi

suasana pantai dari view dermaga dekat Seven Eleven Phiphi

Hotel tempat kita menginap bernama Phiphi October House tidak jauh dari dermaga tapi tidak sesuai ekspetasi hahahaha, kata mas Jenggot dan mas Isa foto yang dishow itu keliatan bagus. Ini hotel lebih cocoknya sih disebut losmen banding hotel, ini hotel hanya ada 3 kamar, per1 kamarnya itu ada 1 kasur yang diselot menjadi 3 slot, sangat kecil dan hanya cukup buat bobok walau ada AC dan kipas plus kamar mandi dalam tentunya. Lantainya pun dari triplek bukan beton permanen termasuk dindingnya. cuma aku tidak terlalu banyak komplain disini, toh lebih baik dari pada bobok di bandara, lagian ini Phiphi island bung! hotel disini ratenya mahal2 jadi kalau kita ngere dapetnya hotel begini tak masalah.  Urunan hotel peranak 400 baht.

suasana di hotel Phiphi October House

suasana di hotel Phiphi October House

Perut sudah melolong lagi kita makan di depan hotel aku lupa nama restaurantnya cuma yang jualan bapak2nya ramah banget cut rambutnya lucu. Tentu aku tidak boleh melewatkan Thai Tea nya yang terkenal sampai di Thailand. Aku ga mau makan macem2 disini nasi goreng seafood saja cukup. Yang bikin unik setiap hidangan disini selalu di temani jeruk nipis aku tidak menyangka nasi goreng disiram perasan jeruk nipis bisa nikmat~

Thai Tea favorit ku! <3

Thai Tea favorit ku! ❤

nasi goreng nya thailand

nasi goreng nya thailand

Harga makanan di Phiphi ya lumayan lebih mahal dibandingkan di Phuket, siapkan saja untuk makanan dasar tidak mewah2 amat standardnya plus minum dirange 110 sampai 150 kalau mau makanan aneh2 bisa diatas 200 baht. Mau ngere? jajan makanan oven di Seven Eleven saja tapi apakah kamu jauh2 sampai Thailand cuma mau makanan Seven Eleven terus2an? tentu tidak kan? jadi saranku sih di combine aja sih sehari 1x jajan di sevel 2x di restaurant lokal atau dibalik.

Sehabis makan sore teman2 lebih memilih untuk istirahat tapi tidak untuk aku. Aku memilih untuk jalan2 mengexplore pulau Phiphi ini sendirian, aku tidak mau kehilangan moment aku jauh2 sampai sini cuma buat bobo ya sia2 lah, bobo itu bisa dirumah hahaha~ prinsip yang tidak bagus soalnya tapi tiap travel kita itu restless sangat wajar. Aku susuri pantai di Phiphi sampai Long Beach, Wow saya tidak berhenti terkesima dengan keindahan pantai disini. Aku bukannya kufur nikmat dengan keindahan pantai paling dekat dirumah yaitu Gunung Kidul, tapi pantai selatan seperti Gunung Kidul itu gelombangnya ganas, berkarang tajam sangat berbahaya, aku memimpikan pantai yang kalem ombaknya, ga dalem pantainya, warna airnya tosca bukan biru, dan bergradasi seperti ombre disinilah mimpi pantai indah dalam bayanganku itu terealisasi sayang kenapa saya harus jauh2 kesini? karena lebih murah bo~ pantai indah yang dibayangan kepalaku itu kalau pengen di Indonesia harus mengeluarkan kocek tidak sedikit, menurutku pantai indah di Indonesia seperti impianku itu mahal sangat2 mahal.

pantai~

pantai~

pantai lagi <3

pantai lagi ❤

Btw samping gw itu rupanya lady boy karena aku waktu itu mau duduk deket dia kagak nyangka dia lady boy pas dilihat dari belakang begitu aku ngomong “excuse me” eh di jawab dengan suara bass tapi fisik wanita ahahaha~ aku ga boleh kaget soal lady boy disini karena disinilah surganya mereka.

pantai long beach

pantai long beach

suasana cafe dan bar dipinggir pantai

suasana cafe dan bar dipinggir pantai

Oh iya! sampai Thailand jangan lupa cicipi cornetto rasa Kitkat dan Kitkat Green tea ada es cream Milo Stick juga bisa beli disevel, karena di Indonesia belum ada bo~

yummy ice cream!

yummy ice cream!

ice cream Kitkat!

ice cream Kitkat!

Kulihat ada beberapa resort indah disini, yang bikin ngiler itu lihat resort didekat long beach, ada hotel di bukit gitu dan menghadap langsung ke arah laut dan balkoninya transparant. Kulihat ada sepasang bule bercengkrama disitu bikin gw jealous sumpah gw pengen juga merasakan itu T_T next time kalau mau honey moon disini itu resort bisa aku masukkan dalam wishlist.

Jam sudah menunjukkan jam setengah 5 sore aku harus bergegas ke hotel lagi berkumpul sama teman2 karena rencananya kita mau ke View Point untuk nonton sunset. Aku mencari konter yang jualan simcard Thailand disini susah bener kalau di pinggir pantai akhirnya aku putuskan untuk berjalan lebih masuk gangnya akhirnya nemu deh ada yang jualan simcard thailand. Yang aku pakai itu sim card AIS yang traveller sim 4G untuk 7 hari harganya sih tertera dilabel 299 baht tapi di genepin lah jadi 300 baht. Yes akhirnya gw ga jauh dari peradaban lagi gw bisa bebas online dimanapun dan buat instastory bikin penggemar2 gw update kegiatan saya hahahaha~ *evilsmile. Jangan lupa bawa passportmu kemanapun dimanapun! karena di LN passport itu sangat penting! bahkan saat beli simcard aja kamu bakalan diminta passport!. Masnya yang mbukak passportku kok malah make visa brazil gw buat masukin data hadeh~ akhirnya aku tunjukkan lembar data passportku yang benar, banyak sekali yang salah membaca lembar passportku dikira lembar visa Brazil gw itu yang lembar identitas hadeh~.  Begitu aku sudah konek internet aku bergegas menghubungi teman2 yang di hotel , aku melewati jalanan yang tidak sama lebih masuk2 dan aku lihat2 banyak banget bikini dan baju2 tumblr ala pantai yang unyu banget! sayang karena danaku terbatas aku ga berani masuk apalagi tanya2 karena aku yakin ini daerah wisata mending aku urungkan niat membeli baju pantai ala tumblr itu toh lagian kalau udah di Jogja bakalan jarang di pake karena terlalu sexy bisa kepake kalau di Bali sama Lombok doang.

Perjalanan menuju view point lumayan jauh lo sekitar 3,5 km untuk naik keatas, aku yang jalan paling lambat akhirnya tertinggal di belakang. Sesampainya seperempat perjalanan aku dan 2 orang kawan didepan diberi tahu warga lokal kalau jalan berbelok itu lebih cepat sampainya di view point, akhirnya kita memilih jalan pintas itu dong banding lewat rute regular yang katanya lebih jauh dan lama itu. Tanpa terasa aku berjalan melewati anak tangga lebih cepat dibanding kawan2 di belakangku. Tinggallah aku sendiri mendaki anak tangga yang curam dan banyak ini….sialan batinku…kemarin2 sudah ndaki anak tangga di batu Caves sekarang lebih tinggi lagi bo~ napasku tersengal2 tapi niatku untuk sampai view point cukup besar, beberapa bule dan warga negara lokal juga terlihat tersengal2 melewati anak tangga yang curam ini. Begitu pintu masuk jangan lupa sediakan 20 baht untuk bea masuk view point nah dari situ udah deket sama view point 1 tapi aku ga puas aku masih mau naik ke view point 2. Di perjalanan ke view point 2 ini gw mengalami kejadian rasis yang sangat menyebalkan kalau diingat.

Di tengah perjalanan ku ke view point 2 aku yang akhirnya mendaki sendirian ini memakai dress H&M warna hitam dengan aksen bunga2, karena menemukan bunga sepatu warna merah cocok banget sama bajuku akhirnya aku petik dan menghiasi sanggulan rambut belakang. Lalu ada 2 belakang bule belakang gw yang berbincang2 dengan bahasa inggris membicarakan aku bilangnya begini “lihat cewek itu walaupun gemuk tapi jalannya cepat, baju dan bunganya matching sekali warnanya, tapi….aku rasa dia seorang wanita pelacur” . Mukaku langsung merah begitu dibilang begitu, sialan! gw jauh2 disini cuma dikira pelacur??!!! WTF. Mungkin asumsi ke 2 bule tolol itu dia kira gw itu warga lokal, cewek Thailand asli yang tidak bisa berbicara bahasa inggris secara lancar apalagi mendengarkan. Aku yang bisa bahasa inggris ini sangat tahu pembicaraan mereka! sontak aku mengalih kebelakang kepalaku dan melihat ke 2 bule itu tajam. Tapi mulutku kaku, aku tidak bisa membalas perkataan mereka karena aku capek dan aku cuma sendirian sekarang di negeri orang, aku tidak mau membuat banyak masalah disini. Akhirnya aku berjalan lambat dan membiarkan ke 2 bule goblok itu mendahuluiku, aku muak liat mereka, tapi mataku berkaca2….aku merasa direndahkan sebagai wanita asia tenggara. Seburuk itu kah image wanita asia tenggara di mata bule itu??? hatiku hancur berkeping2, gw disakiti secara psikologis melalui kata2 ke 2 bule itu. Memang aku ga boleh memakai baju bagus??? iya baju saya H&M model sabrina dengan off shoulder dan cukup sexy tapi bukan berarti menjudge saya sebagai pelacur itu tidak lah dibenarkan. Toh disini banyak wanita pakai bikini celana daleman doang sama BH aja fine2 aja masak aku yang pake dress ini langsung di judge wanita pelacur?? apa karena aku berkulit cokelat dan berambut hitam makanya aku dikira pelacur. Kata2 mereka sungguh tidak bermatabat, jauh2 aku sampai negeri orang dibeginikan, aku langsung ngedown, langsung aku kirim surat suara ke orang saya kasihi di benua Eropa sana, dan si Om yang berada di Bangkok. Mereka berusaha menguatkan hatiku dengan jawaban WAnya tapi tidak cukup kuat membuat aku kembali tersenyum saat itu. Akibatnya aku jadi uring2an, bipolarku kumat, aku sangat2 jadi tempramental dan mudah tersinggung. Bahkan sampai view point 2 suasana hatiku belum juga membaik, sunset indah di view point 2 tidak berarti buat aku karena suasana hatiku yang rusak karena bule goblok itu

muka beteku di view point 2

muka beteku di view point 2

di view point 2 kita bisa lihat pulau Phiphi ini secara jelas kalau dibayangkan pulau Phiphi itu seperti angka 8 ditengahnya itu adalah kotanya dengan pantai menghadap ke luar dan atas bawahnya itu adalah gunung.

sunset di view point 2

sunset di view point 2

indah sekali sunset di view point 2

indah sekali sunset di view point 2

Akhirnya sunset habis dan kita turun ke bawah, lagi2 aku ketinggalan teman2ku didepan dan berlanjut turun sendirian. Pembicaraan bule di belakangku bikin risih sumpah, mereka membicarakan soal tidur sama cewek disini, mereka mbayar sekian,,dan mereka mau lanjut travel ke indonesia juga tapi aku emoh ngobrol sama bule belakang gw jijik trauma gw sama kalimat offensive bule belakangku sebelumnya.

Meet Stranger Part 1, Stefanie

Sampai di bawah gw tersesat bo~ gang kecil2 disini membingungkan….akhirnya aku putuskan menunggu bule belakangku sapa tahu dia bisa memberi petunjuk. Nongol lah wanita bule cantik dengan tas carriernya yang aku tanyakan arah ke kota eh dia malah kesasar juga XD . Dia adalah bernama Stefanie dari Vienna, karena aku kasihan sama ini bule cantik2 kok sendirian kesasar cari hotelnya yang bernama Bungalow Bamboo. Aku arahkan Stefanie ke arah kota dulu saja karena ini dipinggiran. Sampai di suatu gang yang tampak terlihat buntu kita menanyakan bule laki2 yang sedang bergerumul arah kota kemana malah mereka minta nomer Hp kita dan bergabung sama dia saja, edyan lah~ tapi kita tolak dan kita jalan tetap terus. Ditengah jalan Stefanie mentraktir aku beer akhirnya aku iyakan karena haus juga habis ndaki ke view point 2

beer Leo dari Stefanie

beer Leo dari Stefanie

diperjalanan gw ga bisa berhenti curhat sama Stefanie soal kelakukan bule belakangku yang terjadi barusan dan Stefanie tampak tidak terima juga dengan perlakuan bule belakangku tadi. Stefanie punya ide untuk menanyakan soal lokasi hotelnya dengan meminta tolong pada warga lokal yang jaga di counter boat tour, aku hanya bisa mengekor menemani Stefanie. Sang warga lokal akhirnya menelpon pihak hotel Stefanie menginap dan mengarahkan kita untuk menunggu di Sevel dekat dermaga. Aku yang tahu arah Sevel dermaga pun menemani Stefanie sampai Sevel. Menunggu sebentar didekat dermaga ada warga lokal yang berusaha berbincang pada kita rupanya 1nya itu orang malaysia yang berusaha berbicara padaku dengan bahasa melayu tapi begitu aku jawab bahasa Indonesia ga nyambung dan ga mengerti satu sama lain hahaha~ Gw disini suka dikira orang Malaysia atau Filipina. Setelah menunggu 17 menitan akhirnya jemputan Stefanie datang seorang bapak2 yang tampak merah mukanya karena marah dan bilang ke Stefanie katanya dia sudah menunggu di dermaga sejak sore menjemput Stefanie tapi Stefanie tidak juga kunjung datang malah ngeloyor. Tas carrier Stefanie di dorong dengan gerobak dorong oleh bapak2 tadi, lumayan ga usah bawa2 tas lagi deh Stefanie. Akhirnya kita jalan ke arah kota dan terus menebus arah bukit lagi bo~ ke arah view point lagi! OMG jauh banget. Yang bikin aku tercengang adalah begitu kita sampai kaki bukit naik pick up masih nanjak lagi…tinggi banget! kenapa u milih hotel disini Stefanie? ini jauh banget dari kota kataku. Si Stefanie pun tampak bingung dan tak mampu menjawab pertanyaan dasar….rupanya dia juga ga mempelajari denah dan map di Phiphi island cuma asal booking aja.  Sesampainya di resepsionist bapak2 tadi masih tampak marah pada Stefanie dan Stefanie keliatan ga enak katanya apa yang bisa ku perbuat supaya dia ga marah lagi, aku jawab udah cuekin aja wajar lah orang nunggu lama ga nemu2 pasti marah. Aku ikut Stefanie ke kamarnya karena aku penasaran dengan Bungalow Bamboonya, woalah cuma gini doang, kayak gedhek2 gitu beralas triplek ga bagus! bagusan di Indo dan denger2 disini juga ga murah. Stefanie membangun jala di kasurnya karena katanya bukan takut nyamuk tapi takut sama laba2 kalau tau2 nongol dari gedheknya gimana? Yang bikin aku bingung kenapa namanya Bamboo kalau di Phiphi aja aku ga nemu tumbuham bambu disini ha2 lucu.  Selesai membangun jala di kasurnya Stefanie menawarkan aku tidur sama dia karena ada 2 kasur, tapi ajakan dia aku tolak karena aku berfikir akan nasib teman2 seperjuangan backpackerku. Lagian aku jam 7 kudu sudah siap untuk ke dermaga dan berangkat snorkeling. Kamar Stefanie itu kalau aku konvert mata uang rupiah itu 500ribuan permalam, mahal bathinku, tapi dapet fasilitas kolam renang yang entah dimana kolam renangnya. Karena Stefanie merasa senang denganku dia menawarkan aku membelikan beer 7! aku tercengang dan bilang aku ga berani minum banyak2 karena besok gw itu mau snorkeling dan harus bangun pagi, akhirnya menurun jadi 3 beer saja! aku masih diam saja, lalu Stefanie memberikan penawaran finalnya, gimana kalau 1 shot saja?!. Aku tetap terdiam karena bingung sebenarnya pengen sih tapi aku besok gimana???. Akhirnya kita memilih berjalan kebawah ke arah kota lagi ada party disana dan Stefanie ngajak aku kesana. Disana aku mau minta makan malam tapi rupanya sudah close order.

Aku dan Stefanie

Aku dan Stefanie

Karena aku kelaparan aku meminta Stefanie meninggalkan lokasi party dan makan saja diluar.  Kita akhirnya makan di Himalaya Restaurant. Disini Stefanie merekomendasikan makan mie gitu lupa namanya apa.

Dinner with Stefanie

Dinner with Stefanie

Di makan malam inilah kita mulai berbincang2 lebih dalam. Si Stefanie itu ga tau tentang Indonesia taunya cuma Bali yah seperti bule kebanyakan~. Akupun selalu menjadi Ambassador Indonesia dadakan mempromosikan Indonesia ke khalayak luas kalau sudah begini bercerita tentang Indonesia itu disini, begini dan begitu. Stefanie itu bekerja di dealer mobil ternama di Vienna sana, dan sebelumnya juga bekerja untuk merk mobil ternama. Wow aku lalu jawab berarti u tahu dong orang kaya disana, iya dia jawab, apa kamu mau aku kenalin salah 1nya? hahaha pembicaraan wania mulai genit, tapi dia lalu menyanggah lebih baik ga usah ding orang kaya itu rese katanya. Perbincangan berlanjut hangat seperti kita kawan lama. Selama kita bersama orang2 selalu melihat ke arah kita, entah karena kita ber2 ini cantik atau karena wanita asia tenggara berjalan bersama wanita bule itu terlihat tidak wajar, karena emang ga umum sih kombinasi wanita asia jalan sama bule.

Malam sudah menunjukkan jam 12 malam saatnya aku harus berpamitan dengan Stefanie dan pulang ke hotel. Stefanie membayar makan malamku wah rejeki anak soleh lumayan~. Di perjalanan pulang kulihat bar2 di Phiphi Island meriah dan liar. Asik sekali bagi anak suka party pasti betah disini cuma aku buru2 pulang cuma melihat dan merasakan atmospherenya dari jalanan saja. Sesampainya di hotel mas Jenggot dan mas Isa sudah tertidur dikasurnya masing2,,,akupun bergegas bergabung dengan mereka dan tidur~ Sungguh hari penuh petualangan dan indah harus aku akhiri dengan istirahat.

cerita hari berikutnya seperti tourku ke pulau maya, snorkeling, dan perjalananku di Pulau Phuket akan aku lanjutkan di postingan berikutnya karena aku harus ke dokter karena sakitku makin parah 😦 .

Bersambung…..

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: