aderida area

Proud To Be You Are

My Backpacker Travel Experience Kuala Lumpur, Phuket dan Phiphi Island Part I

Voila! dalam keadaan badan masih teler sakit entah karena kecapekan,jetlag atau penyakit vertigo kambuh aku berusaha menulis pengalaman travel saya ke 2 negara itu soon as possible karena aku takut lupa karena banyak kejadian saat travel kemarin.

Berawal dari sering sharing soal cari tiket murah Air Asia aku udah ada pembicaraan sama mas Jenggot (mas Jenggot adalah kawan komunitas kaskus regional jogja yang udah lama banget ga ketemu kayaknya 3 tahunan aku terakhir ketemu dia itupun aku ga kenal terlalu dekat sama dia). Mas Jenggot yang menurutku sudah travel expert ini bilang kalau dia bisa dapet tiket Air Asia lebih murah dari yang aku sharing. Oke semua tinggal omongan, tapi aku emang sharing di FB kalau aku ada keinginan ke Thailand sejak lama, karena apa? menurut aku Thailand ini negara yang kata orang2 murah buat travel, TANPA VISA, dan cukup jauh dari Indonesia. Beberapa kawan sebenarnya mengajak aku travel ke Singapore dan Malaysia cuma jujur aku ga tertarik, Malaysia terlalu dekat dengan bahasa yang masih ga beda jauh antara Melayu dan Indonesia, kalau Singapore itu Mahal dan ga menarik menurutku karena negara kecil tak ada culture yang menarik untuk di explore.

Hingga akhirnya waktu berlalu…keyakinan mau ke Thailand tidaklah menjadi kenyataan setelah ngitung2 min kudu budget 5 jutaan itu aja cuma 4 harian. Dan malaikat yang saya panggil mas Jenggot ini menginbox aku dia bilang dia dapet tiket murah ke Phuket, dan tau berapa? katanya CUMA 750rb PP Air Asia…Wow aku tanpa banyak mikir tentu aku iyakan ajakan dia apalagi Phuket itu terkenal akan keindahan pantainya, saya anak pantai tentu tawaran menggiurkan ini tidak bisa dilewatkan. Tapi aku terus tanya…Uang saku yang harus disiapkan berapa mas? aku ga punya duit banyak, saya itu kere….dan mas Jenggot bersabda “2 juta aja cukup” . What??? 2 Juta aja cukup sampai negeri orang?? dan itu all in??? Ah persetan kalau dia yang travel expert aja bilang uang saku segitu cukup jadi aku tak perlu bimbang, uang 2 juta bisa dicari dan dipikir belakangan yang penting tiket sudah ditangan. Akhirnya tiket diorderkan sama Mas Jenggot, aku diforwardkan email Air Asia, lalu aku tanya soal pembayaran gimana? katanya tenang Jenggot Finance akan menalangi dulu hahaha~ bulan depan aja bayarnya karena bayarnya pake credit card jadi tagihannya baru muncul tahun depan, tapi aku menolak membayarnya bulan depan karena aku habis dapet jatah arisan yang disaur 1 tahun, kalau ga aku bayar sekarang itu uang bisa menguap seperti air.  Selidik punya selidik rupanya tiket bisa murah sekali itu cuma 750rb PP yaitu rinciannya Jogja-Kuala Lumpur-Phuket-Kuala Lumpur-Jogja karena itu adalah tiket NOL rupiah dari promo Air Asia dan yang aku bayar 750rb itu hanyalah pajak airport wow! Mas Jenggot bilang kita akan ber 7 orang perginya 4 orang dari jogja termasuk aku dan luar kota itu 3 orang, sebenarnya Mas Jenggot mengajak ber7 orang itu untuk mereduce pengeluaran seperti transport,city tour dan hotel kalau rame2 tentu jatuhnya bisa lebih murah karena ada diskon dan sharing room, Cerdas menurutku.  Lucunya formasi 7 orang ini terdiri 3 orang ahli dibidangnya seperti mbak Ratna yang suka utek2 diskonan hotel dan gratisan bus transport ke Puduraya pas di KL, Mas Isa yang ahli itinerary karena dia yang suka riset tempat mana yang harus di kunjungi,kemana aja,biayanya berapa, dan mas Jenggot ahli mencari tiket pesawatnya yang gratisan kombinasi yang sempurna ketika bersatu.

Pemesanan tiket sudah done kita pesan tiket di bulan Juni 2016 dan jadwal terbang adalah February 2017 jadi masih ada waktu cukup panjang. Hingga bulan Januari kalau tidak salah mas Jenggot mulai bikin group Whatsupp yang berisi personel 7 orang ini. Kita ini ga saling kenal loh aku cuma kenal sama mas Isa karena sama2 teman komunitas Kaskus dan dia pernah benerin Hpku dulu itupun dah lama banget dan aku ga terlalu kenal dekat. Hingga akhirnya kita diskusi panjang lebar lewat WA group.

Sabda Mas Jenggot sangu 2 Juta cukup tidak terlalu aku indahkan, karena begini 2 Juta itu asumsi benar2 pres,,,kalau Laki2 segitu cukup dan ga perlu beli oleh2…sedangkan aku punya tuntutan membawa oleh2…akhirnya aku tukarkan uang 2 juta ke baht,,700rb ke Ringgit Malaysia, aku menukarkan uang itu ke Santana Montana di per4an Pingit itu eh disana rupanya teman SDku bernama Siti bekerja disana, rate saat itu baht 390 rupiah dan Ringgit 3100. Perhitungan kasarku adalah 1.5 juta untuk akomodasi makan transport city tour dan hotel selama 4hari di Thailand 500K buat oleh2 (untuk mbayar ferry 287K buat nyeberang ke pulau phiphi PP sudah aku bayar pake rupiah ke mas Isa) dan 700K itu untuk 2 hari di KL untuk akomodasi makan,hotel dan transport tidak termasuk oleh2 (hingga akhirnya perhitungan ini meleset bo~ aku jabarkan di postingan berikutnya)

Skip ke 22 Februari 2017 akhirnya hari yang dinanti2 tiba! adalah pengalaman pertama kali bagi saya naik Air Asia yang terkenal sebagai LCC ini alias Low cost carrier alias pesawat penerbangan muraahhhh….. aku berdoa semoga Air Asia tidak sama seperti Lion Air karena sumpah tidak nyaman sekali naik Lion seperti naik Bus dan ada pengalaman ga enak naik Lion Air. Begitu sudah masuk pesawat On Board yess kursinya seperti saya duga seperti kursi bus cuma tidak separah Lion menurutku kulit kursinya masih lebih elegant dibanding Lion. Jangan berharap ada layar TV ataupun makan snack seperti penerbangan Garuda apalagi Etihad. Penerbangan 2 jam ke KL cukup terasa cepat karena aku tidur. Hingga akhirnya Malaysia hurayyy!

Pesawat terbangkan aku ke negeri dongeng

Pesawat terbangkan aku ke negeri dongeng

kursi favorit setiap dipesawat tentu dideket jendela <3

kursi favorit setiap dipesawat tentu dideket jendela ❤

Kuala Lumpur dari ketinggian 10.000 Feet

Kuala Lumpur dari ketinggian 10.000 Feet

Day 1 Kuala Lumpur 22 Feb 2017

Sebenarnya Kuala Lumpur bukan masuk wishlist negara yang ingin aku kunjungi tapi karena Air Asia itu promo penerbangannya start dari Kuala Lumpur untuk ke negara lain jadi yasudah lah anggep saja bonus. Landing jam 9 malam waktu KL aku dan mba Hami akhirnya makan dulu di Bandara karena laper, kita makan di foodcourt kalau ga salah di Level 2 bandara KLIA2 disana kita memutuskan makan di Quizin. Saat itu aku memilih makan mie dan tentu Teh tarik malaysia tak boleh dilewatkan

makan malam pertama di KL

makan malam pertama di KL

Itungan makan dibandara sih sebenarnya hampir sama dengan di Indo kisaran 12 Ringgit berarti 37200an makan doang dan minum teh tarik ice disana itu 4 Ringgit sekitar 12400an.

Dinner done akhirnya aku naik bus dari KLIA 2 menuju Puduraya di China Town. Lama perjalanan 1,5 jaman dari bandara ke Puduraya harga tiket busnya 12 Ringgit. Aku dan mba Hami sampai di terminal Puduraya jam 12 malam. Sangat lelah tapi mas Jenggot dan mas Isa sudah menjemput kita di terminal menuju Hotel Mandarin Pacific. Aku melewati Petaling Street kawasan terkenal akan jual beli barang imitasi disana dan oleh2 di KL tapi udah lenggang dan banyak tutup karena itu sudah tengah malam.

di Mandarin Pacific hotel

di Mandarin Pacific hotel

Petaling Streetnya udah bubar pada tutup

Petaling Streetnya udah bubar pada tutup

Day 2 Kuala Lumpur dan Phuket Air Port 23 Feb 2017

Pagi sudah menyapa aku masih tidak percaya sudah dinegeri orang. Hari ini kita ke Batu Caves naik KTM yaitu semacam kereta kayak KRL gitu yah kalau di jakarta. Aku mulai familiar dengan sistem masuk stasiun pakai koin plastik itu. Nah lucunya begitu sudah sampai di stasiun batu caves aku keliatan panik ketika ga bisa masukin koin biar bisa keluar tau2 cowok dibelakangku menyaut “Dari Indonesia ya?” rupanya dia adalah si Rizal, seorang solo traveller yang juga mendapat promo Air Asia dari Jatim tapi ini adalah pengalaman travel ke Luar negeri bagi dia.

stasiun KTM

stasiun KTM

di dalam KTM

di dalam KTM

Akhirnya si Rizal ini ngikut group kita untuk pergi kemana2 pas di KL karena dia sendiri bingung mau kemana dan tidak merencanakan itinerary hahaha~. Bergabungnya si Rizal itu bonafit buat aku karena dia pakai simcard malaysia jadi bisa internetan alhasil jadi korban minta tethering hahaha~ lumayan gw jadi bisa eksis di KL bisa online dimana2. Begitu sampai batu Caves rupanya anak2 lain pada ga mau naik tangga ke atas, dan mba Hami yang belum pernah ke sinipun memilih untuk tidak naik melewati  272 anak tangga ini. Alhasil hanya aku dan Rizal saja yang naik keatas. Si Rizal tak henti2nya narsis dengan kameranya LOL dan sering minta difotoin tapi disitu yang bikin kangen aku sama dia kerempongan dia sendiri LOL dan membuat kita cepat akrab karena ini.

Batu Caves

Batu Caves

kaki udah agak pegel istirahat dulu sama si Riza

kaki udah agak pegel istirahat dulu sama si Rizal

Lanjut meninggalkan Batu Caves kita naik KTM dan transfer LRT (semacam monorail) lagi kearah daerah dekat Masjid Jamek.

Wait perut melolong nih minta makan siang akhirnya kita makan di resto India karena kata mas Jenggot murah nama restonya itu Vinni Jeyaa Banana Leaf Curry House. Sebenarnya makanan disini prasmanan juga ada kayak Rumah Makan rata2 gitu cuma menurutku sih bisa dibilang seperti rumah makan padang. Karena kawan2 kok pada ga makan nasi gw jadi inget diet ikut2an deh ga makan nasi kali ini

makan lauk dan sayur doang

makan lauk dan sayur doang

Tahu ga habis berapa untuk sayur dan lauk cumi ini plus es teh tarik? cuma 11 ringgit wow gw doyan makan disini terus itungannya tentu lebih murah banding makan dibandara sampai 15 Ringgit. Sistem di resto india ini adalah kamu ambil makanan terus duduk manis, ntar ada orang india dateng bawa nota dan nulis nota biaya yang harus kamu makan plus minum lalu notanya diselipkan dibawah piring kayak pict aku tampilkan tadi.

Makan siang done akhirnya  kita lanjut jalan dan foto2 dengan landscape kota KL sekaligus mampir ke Kuala Lumpur City Gallery yang terkenal dengan Icon I ❤ KL itu

 

Aku dan Rizal

Aku dan Rizal

 

aku dan Mas Isa dan Mas Jenggot di Dataran Merdeka

aku dan Mas Isa dan Mas Jenggot di Dataran Merdeka

Ke Malaysia tentu ga boleh melewatkan ke Twin Tower dong, saat itu cuaca kurang bersahabat KL mendung dan ending2nya hujan

yay Twin Tower

yay Twin Tower

Akhirnya trip di KL ini kita akhiri dengan balik ke hotel dan mengambil backpack bergegas ke terminal eh rupanya kita hampir ketinggalan bus! bus yang mau kita naiki udah mau cuss cuma karena mas Jenggot memohon pada kenek dan memelas bilang kita ga boleh ketinggalan pesawat ke Phuket akhirnya kita diijinkan naik. Padahal waktu itu Bus udah belok mau berangkat.

Skip begitu aku sudah sampai pesawat perjalanan ke Phuket, kita 7 orang group ini rupanya terpisah2 kursinya, dan voila samping gw bule dan paling pojok orang Korea Keceh. Semangat deh gw melewati 1 jam penerbangan dari KL ke Phuket ini.

Akhirnya aku memulai pembicaraan dengan bule yang duduk sampingku, rupanya doi adalah orang Australia yang berangkat sendiri ke Phuket tapi entar ceweknya nyusul dipenerbangan lain, ah ga jadi semangat adanya malah loyo begitu dia bilang “my girl friend” gagal modus deh~. Si bule Aussie ini agak kepo nanyain gw dapet tiket ini berapa ke Phuket aku jawab Zero, eh si bule kelihatan kaget ahahah~ jadi setahu saya 1 pesawat ini ga semuanya bangku zero tiketnya cuma 10% gitu yang gratis sisanya tetep reguler tiket berbayar jadi aku ga bisa menebak penumpang mana yang tiketnya hasil promo seperti aku atau yang berbayar.

Roda pesawat Air Asia (biar seperti blog2 sebelah yang ngomong begini gayanya LOL) akhirnya menghantarkan aku ke bandara Internasional Phuket. YESSS! akhirnya aku di Phuket bo~ gw di Thailand!! aku masih setengah ga percaya bisa kesini, gw tau tentang Thailand cuma lewat film2 komedinya seperti ATM Errak Error, I Fine Thank You Love You, dan iklannya yang terkenal sedih dan mengena itu. Eh gw sekarang beneran disini bo~. Logat bahasa Thailand yang bener2 aneh dan lucu ini bener2 bikin kagol saat dibandara, dan suara tentong pengumuman di bandara ini seperti suara tentongnya di stasiun kereta di Indo bo~ jadi aku malah berasa di stasiun bukan bandara LOL .

akhirnya di Phuket!

akhirnya di Phuket!

Perjuangan belum berakhir disinilah baru dimulai karena apa? kita sampai bandara Phuket itu jam 9 malam dan namanya kita ini backpacker kere kita tidur dibandara! yes bandara!

Setelah muter2 akhirnya kita memutuskan tidur didepan bandara yang beralas karpet rumput sintetis, berasa tidur dilapangan futsal hahaha~

didepan bandara Phuket

didepan bandara Phuket

kudu bisa bobo dibandara dikursi diluar bandara yang silau terang dan berisik

kudu bisa bobo dibandara dikursi diluar bandara yang silau terang dan berisik

Akhirnya~ gw bisa bobo cuma 2,5 jam doang. Padahal mata udah ditutupin pakai penutup mata, kuping udah disumpel headset melawan suara dengkuran mas Isa. Cuma ya gimana ga biasa gw bobo ngemper inilah sensasinya bobo dibandara demi mengirit pengeluaran kita karena kita sampe disini jam 9 malam kalau cari penginapan nanggung banget, entar mbayar hotel cuma setengah malam kan sayang padahal paginya kita mau ke dermaga langsung cuss ke Phi Phi Island. Namanya aja backpacker pasti ngere hahaha~ dana terbatas tapi ngoyo ke luar negeri XD

 

Oke sekian dulu cerita pengalaman saya di KL dan bandara Phuket masih berlanjut di Postingan berikutnya karena aku mau mberesin toko dulu setelah aku tinggal seminggu ngetrip 🙂 Tenang aku akan bercerita tripku di Phiphi Island,Phuket (Patong) dan saat transit balik ke Kuala Lumpur Part 2 🙂

Bersambung….

Advertisements

Single Post Navigation

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: